Calon istri kakak ku

Calon istri kakak ku
Pesta bujang


__ADS_3

Sepulangnya mereka dari rumah keluarga luna , Maria merasa ada kontradiksi perasaan diantara kedua putranya dan itu membuatnya bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi .


Sewaktu mereka berangkat jun terlihat bersemangat dan ken terlihat gelisah tapi begitu mereka pulang keadaan itu menjadi terbalik , wajah Ken terlihat ceria sementara wajah jun terlihat mendung .


" Ken , Jun , Sebenarnya kalian ini sedang memainkan apa ?


kenapa lah wajah kalian bertukar ekspresi begitu ? "


Baik Ken maupun jun tidak menanggapi pertanyaan maria , mereka sibuk dengan pikiran mereka masing - masing .


Tiba di villa ayodya jun langsung masuk ke kamarnya tapi ken mengikutinya


" Jun , ada apa denganmu ?


Kuperhatikan setelah pulang kau terlihat murung , sebenarnya apa yang terjadi "


" Tidak ada kak , aku hanya lelah "


" kau berusaha membohongi siapa , apa kau pikir kakakmu ini bodoh huh ?


Apa mungkin kau mengenal luna ? "


" Aku mengenalnya , dia adalah karyawan di perusahaanku "


" Lantas kenapa kau tadi diam saja , aku malah berfikir bahwa itu juga kali pertama kalian ketemu .


Tapi kalau luna adalah karyawan mu, itu juga sangat bagus , tolong jaga dia untuk kakakmu ini jangan sampai ada pria lain yang coba dekati dia ok "


" Eng.. kakak aku lelah , keluarlah aku sudah mengantuk "


Jun mendorong ken keluar dari kamarnya lalu dia merebahkan tubuhnya di ranjang . matanya menatap langit - langit kamarnya dengan nanar.

__ADS_1


" Baru saja aku menemukan seseorang yang bisa membuatku tidur tanpa merasakan mimpi buruk lagi tapi dalam sekejap dia menjadi calon kakak iparku .... kenapa ?


Kenapa bisa begini ? "


Jun meminum mengepalkan tangannya tanpa sadar dia meninju tembok pembatas balkon rumahnya , jun mengabaikan tangannya yang terluka dia justru meminum obat untuk membantunya tidur tapi baru beberapa saat terlelap mimpi buruk itu datang lagi . Bukan hanya mimpi melihat genangan darah bahkan jun merasa sekarang hatinya juga berdarah .


Sementara di rumah luna ibeth merasa kegirangan .


Dia begitu semangat karna akhirnya luna akan segera menikah .


Dia sudah tidak sabar untuk menguasai warisan luna dan menendangnya keluar dari rumah itu .


" Dua minggu lagi , rumah ini dan kelima toko milik heru akan menjadi milikku ."


Ibeth bergumam sambil membayangkan dirinya mendapatkan warisan milik luna .


Dia bahkan sudah memikirkan banyak rencana saat nanti pengacara itu menyerahkan akta hak waris padanya .


ibeth berniat untuk menjual kelima toko itu guna menghilangkan jejak lalu pindah ke kota lain .


Hari yang di tunggu - tunggu pun hampir tiba .


tiga hari lagi ken dan luna akan menikah .


persiapan pernikahan sudah di lakukan dengan sempurna walaupun tidak banyak undangan yang sebar .


Sesuai kesepakatan jun dan luna hanya akan mengadakan pemberkatan di gereja dan mendaftarkan pernikahan mereka di catatan sipil mengingat ayah ken yang sakit tidak bisa hadir dan orang tua kandung luna juga sudah meninggal .


"Tok tok tok "


Ken mengetuk pintu kamar jun , tanpa menunggu di suruh masuk ken langsung membuka pintunya dan menerobos masuk

__ADS_1


" Jun , malam ini aku akan mengadakan pesta bujang, kau pergilah denganku "


" Aku tidak pergi "


Jun menjawab dengan malas.


" Ayolah jun , kau tidak senang kakakmu ini akan menikah ?


Ryo dan key juga akan datang "


" Baiklah aku akan pergi denganmu "


Saat jun melangkah masuk ke kamar, ken melihat luka di tangan jun yang bengkak lalu diapun menanyakannya tapi jun menjawab bahwa dia tidak sengaja terjatuh dan tangannya membentur meja .


Akhirnya malam itu mereka berdua pergi merayakan pesta bujang ken ke club avenue .


" Kak , jangan minum terlalu banyak kau masih harus menyetir karna tangan aku sedang sakit "


" Tenang saja , kau pasti tau aku ini kuat minum


Menjelang pagi merekapun bersiap pulang .


" kak , sebaiknya kita panggil supir saja "


" Tidak perlu jun , jangan khawatir "


" Tapi kau terlihat ngantuk kak "


Ken menolak untuk memanggil sopir , walaupun sedikit ragu tapi saat jun tetap naik ke mobil yang di kendarai ken .


Masih terlalu pagi sehingga jalanan belum begitu ramai .

__ADS_1


ken mengendarai mobil itu dengan kecepatan tinggi.


Sesampainya di persimpangan kweri , tiba - tiba ada mobil yang menerobos lampu merah sehingga mobil yang di kendarai ken menghantam mobil itu dengan keras .


__ADS_2