
" Presdir kenapa saya harus pindah , bukankah tidak baik pria dan wanita yang belum menikah tinggal bersama ?"
" Kalau begitu ayo kita menikah "
" Presdir sedang becanda apa , saya ini calon kakak iparmu jadi kita tidak bisa menikah "
" Apa yang tidak bisa , bukankah pernikahanmu dengan kakak sudah di batalkan "
Satu minggu setelah maria membawa ken ke beppu , Jun benar - benar menyiksanya.
Berbekal pesan dari maria yang menitipkan jun padanya , hari demi hari permintaan jun semakin tidak masuk akal .
Walaupun memiliki begitu banyak asisten rumah tangga tapi jun meminta luna untuk menyiapkan makanan untuknya , setelah itu jun mewajibkan luna mengikuti kemanapun dia pergi setelah jam pulang kantor lalu dia akan mengantar luna pulang setelah jam tujuh malam.
Setelah tiga hari waktu yang di tetapkan jun berubah , dia mengantar luna pulang jam sembilan malam
Dan puncak nya adalah hari ini , jun memaksa luna pindah ke rumahnya yang anehnya mariapun menyetujuinnya.
Walaupun belum lama ketemu tapi mengetahui bahwa maria adalah teman terdekat mendiang ibunya ,membuat luna menyayangi maria seperti ibunya sendiri .
Luna bersedia melakukan apapun permintaan maria tanpa menanyakan alasannya.
Bahkan saat ken jatuh koma dan pernikahan mereka di batalkan pun luna tidak mempermasalahkannya .
__ADS_1
Ibeth lah orang yang paling kesal atas gagalnya pernikahan itu, karena rencana yang sudah di susun matang - matang olehnya jadi berantakan .
Di sisi lain, walaupun merasa sedih karna kakaknya masih terbaring koma tapi jun yang pernah merasa tuhan tidak adil padanya kali ini dia berterima kasih atas takdir yang tuhan beri .
Berkali - kali dia meminta maaf untuk bersikap egois sekali ini saja .
" Luna kau boleh pilih kamar yang kamu suka , tapi kalau kau ingin memilih tinggal di kamarku aku juga tidak keberatan "
" Terima kasih presdir , saya akan tinggal di kamar belakang itu "
" Tidak boleh , itu kamar asisten rumah tangga . kau hanya boleh memilih kamar di lantai dua . "
Melihat luna yang tidak bergerak jun pun menarik lengannya naik ke lantai dua dan kembali memaksa luna untuk masuk ke kamar yang persis di sebelah kamarnya .
Setelah itu dia meletakkan barang belanjaan mereka ke atas ranjang .
" Untuk apa memindahkan barangku kesini , aku tidak akan selamanya tinggal di sini loh "
Luna yang merasa kesal bahkan lupa untuk bicara sopan kepada jun .
" Sudah lah , sebaiknya kau cepat mandi , aku menunggumu di bawah "
Jun menutup pintu kamar luna lalu turun untuk menunggunya makan malam bersama .
__ADS_1
Tak berselang lama luna pun turun lalu mereka menikmati makan malam yang sudah di siapkan asisten rumah tangga jun.
Setelah makan malam selesai jun mengajak luna untuk menonton tv bersama.
" Presdir apa anda pernah pergi ke beppu ? "
" Pernah "
" Keluarga anda tinggal di sana tapu kenapa anda memilih untuk tinggal di sini "
" Luna bisakah kau tidak terlalu sungkan , jangan panggil aku presdir di luar jam kerja "
" Lalu aku harus memanggil apa ?
Haruskah aku memanggilmu adik ? "
Luna yang tiba - tiba mengubah bahasanya yang terlalu sopan menjadi sedikit santai tertawa geli, dia merasa lucu dengan ucapannya sendiri.
Sedangkan jun yang mendengar ucapan luna justru merasa kesal
" Aku lebih tua darimu jadi kau tidak boleh memanggilku adik "
" Lantas haruskah aku memanggilmu tuan ? "
__ADS_1
" Panggil aku kakak "
Setelah mengucapkan itu jun membuang mukanya ke arah lain . dia merasa sedikit malu .