Calon Suami ku Gila

Calon Suami ku Gila
11,jalan-jalan


__ADS_3

Kini hari sudah mulai malam, Julian pun perlahan-lahan membuka matanya dan ia bangun, dan menatap wajah Damai Diana yang masih sedang tertidur.


Dengan perlahan ia turun dari kasur Diana, dan berjalan mengambil tas yang tadi ia ambil, kini Julian pergi meninggalkan diana di apartemen.


Kini hari sudah mulai pagi, Diana pun perlahan lahan membuka matanya, dan mengucek matanya perlahan perlahan, kini ia melihat ke sekeliling ruangannya.


Ia mencari sosok Julian, namun ternyata seperti nya Julian sudah tidak ada di sana, ia juga menatap baju yang ia gunakan, dan ternyata masih terpakai rapih.


Membuat Diana bernafas lega, kini ia berjalan menuju kamar mandi, setelah selesai dari kamar mandi, ia memasak mie instan karena lapar, dan ia juga hanya bisa memasak itu.


Namun belum saja ia membuka Bungkus mie instan, seseorang melemparkan makanan ke meja makan.


"Jangan makan mi instan gak sehat, " datar Julian yang tiba-tiba datang, sambil melemparkan makanan yang ia bawa ke meja makan.


Kini Diana berbalik dan menatap Julian.


"Kenapa malah natap aku?,suka kamu sama aku? , " sambung Julian yang langsung mendudukkan badannya di kursi meja makan.


"Geer, " seru Diana yang langsung berjalan menuju meja makan, dan membuka plastik makanan yang Julian berikan.


Kini diana juga duduk di samping Julian.


"Tapi ngomong ngomong makasih yah, " ucap Diana sambil tersenyum manis pada Julian,dan langsung memakan dengan lahap nasi kotak yang di bawa Julian.


Kini Julian juga langsung memakan makanan nya, sampai habis, kini Diana bersendawa dan langsung mengambil dua gelas minum untuk dirinya dan Julian.


"Tuh minum, " ucap Diana sambil menyodorkan gelas berisi air putih.


Kini Julian mengambil dan meminumnya sampai tandas.


Entah kenapa Diana begitu terpesona melihat ketampanan Julian hari ini, ia begitu tampan ketikan memakan baju santai seperti itu, membuat diana tak henti hentinya melihat wajah Julian.


"Mau ikut gak? " tanya Diana.


"Kemana? ".


"Aku mau nonton bioskop sama Cherly dan pacarnya si Cherly, ".


"Boleh, " datar Julian, sambil memainkan ponsel nya.


"Ya udah tunggu yah aku mau ngambil tas dulu, " ucap Diana sambil berjalan menuju tempat penyimpanan tasnya.


"Ganti baju, " datar Julian.


"Udah lah gini aja, " balas Diana.


"Aku bilang ganti baju, " tegas Julian.


"Kenapa emangnya?".

__ADS_1


"Kamu mau bantah ucapan aku? " ucap Julian sedikit menyeramkan, sambil menatap tajam diana yang masih kebingungan.


"Iya aku ganti baju, " kesal Diana sambil berjalan menuju lemari baju.


Namun Julian berjalan mendahului Diana menuju lemari, bahkan sampai menabrak Diana, membuat Diana meringis kesakitan.


Kini Julian membuka lemari baju diana dan mengambil baju kaos panjang, dan juga celana jeans, sedangkan Diana menatap aneh pada Julian.


"Pake ini, " tegas Julian sambil melemparkan baju dan celana yang ia pilih, ke muka Diana.


Membuat Diana kesal, dan mengucap sumpah serapah nya dalam hati, sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.


Kini Julian menidurkan badannya di kasur menunggu Diana yang sedang mengganti pakaian nya.


Tak lama kemudian diana pun ke luar dari kamar mandi, dengan rambut yang ia kuncir kuda, namun lagi lagi Julian.


"Buka," datar Julian tanpa melirik Diana.


"Buka apanya? " ucap Diana kebingungan sambil melihat apakah pakaian ada yang salah.


"Jangan mikir yang aneh-aneh deh!,"


"Ya terus buka apa, " kesal Diana.


"Ikat rambut nya buka," dingin Julian.


Kini Diana mengerti dan langsung membuka ikat rambut nya.


Kini Julian berdiri dan berjalan menghampiri Diana, setelah itu mereka berjalan keluar dari apartemen itu berdampingan.


Mereka kini sudah sampai di mall yang tak jauh dari apartemen Diana, dan ternyata Cherly dan Juan sudah berada di sana menunggu mereka.


Kini Julian dan Diana berjalan menghampiri mereka.


"Lama banget sih, " kesal Cherly.


"Sorry," balas Diana.


"Ya udah masuk, " ajak Juan sambil merangkul Cherly masuk ke mall itu.


Di ikuti oleh Diana dan juga Julian yang berjalan di belakang Cherly, mereka masuk ke mall WTC, tak lupa Julian juga merangkul Diana, sedangkan Diana sudah biasa di rangkul Julian.


"Mau kemana dulu?" tanya Cherly.


"Ke bioskop dulu lah, " balas diana.


"Ya udah," seru Juan.


Kini mereka berjalan menuju bioskop, dan membeli tiketnya, setelah mereka membeli tiket dan langsung masuk menonton film horor danur 2, karena kebetulan film nya akan segera di mulai.

__ADS_1


Kini mereka duduk berdampingan, diana duduk di sambung Julian, selama menonton film itu, Diana selalu memeluk Julian ketika ada adegan horor membuat wajah Diana gemas.


Julian bukannya risih seperti biasa ketika ia di peluk oleh wanita lain yang terpesona pada Julian, tapi kini Julian mahal merasa nyaman ketika di peluk Diana, membuat ia semakin engan melepas Diana.


Setelah film itu selesai Cherly berpisah dengan Diana karena katanya Cherly ingin membeli baju dulu.


Dan kini Diana dan Julian tengah berada di Kofi shop.


Diam diam diana mem foto Julian yang tengah meminum Kofi, entah kenapa ia sangat suka ketika Julian tengah minum.


"Kalau mau foto bilang aja, " bisik Julian sambil mendekatkan muka nya ke depan muka Diana.


Membuat Diana yang asik melihat poto Julian kaget dan membulatkan matanya, bagaimana ia bisa tau kalau tadi ia memfoto nya.


"Jangan bengong nanti kesambet, " ucap Julian datar sambil kembali duduk tegak di kursi nya.


"Mau gak nih foto aku?," sambung Julian,


Kini Diana kembali sadar dari lamunan nya, dan pindah menjadi duduk di samping Julian, ia tidak akan melewatkan kesempatan ini, kapan lagi Julian si psikopat menyetujui untuk berfoto dengan nya.


Kini diana mengambil foto dengan berbagai ekspresi ada yang muka jelek, manis dan juga sok imut, membuat keduanya tertawa lepas saat melihat foto itu.


"Aku masuk ke IG yah, " tanya Diana sambil menatap wajah Julian.


"Boleh, " dingin Julian.


Memang yah ni orang bisa berubah-rubah seperti bunglon kadang dingin kadang juga hangat.


Setelah selesai, kini mereka berjalan sejajar sambil bergandengan tangan menelusuri setiap sudut mall itu.


Bahkan mereka menjadi pusat perhatian.


"*Wah gila, cantik sama ganteng".


"Ah jadi iri deh, cowok nya ganteng banget".


"Iya jadi pengen berada di posisi si cewek, ".


"Ah mereka sangat serasi".


"Sweet banget sih*, ".


Dan banyak lagi ucapan yang orang lain berikan, dengan tak segan segan menatap Julian dengan tatapan terkagum kagum.


Membuat diana memutar bola matanya malas.


"Kalau saja mereka tau lelaki di sampingku ini adalah seorang psikopat mungkin menatapnya saja mereka tidak ingin, mungkin saja mereka akan kabur saat melihat dia, bahkan hanya dari kejauhan, " gumamnya dalam hati.


"Kalau cemburu bilang aja kali, gak usah bilang kayak gitu," pelan Julian tepat di telinga Diana, sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


Kini Diana dengan susah payah menelan ludah nya sendiri, bagaimana bisa ia tau kalau Diana berbicara seperti itu.


Dan entah kenapa ia merasa risih ketika Julian di perhatikan seperti itu oleh orang lain.


__ADS_2