Calon Suami ku Gila

Calon Suami ku Gila
23,juan?


__ADS_3

Kini Julian sudah menelusuri kota ia tidak berhasil menemukan keberadaan Diana, kini ia benar-benar kacau, ia tidak ingin miliknya kenapa napa.


Kini mobil Julian berhenti di rumah orang tua Diana, kini julian masuk dengan cepat tanpa permisi terlebih dahulu.


Setelah sampai Julian langsung menayangkan dimana Diana pada Gilang yang kebetulan ada di sana.


"Permisi Om, Diana nya ada? " tanya Julian.


"Kau ini bikin kaget saya saja, dia sudah tidak pulang tiga hari ini, " balas Gilang.


Kini tanpa permisi Julian langsung meninggal rumah itu, dan langsung masuk buru buru ke mobilnya, rasanya saat ini ia mau makan manusia saja, karena tingkat kemarahan nya sudah di ubun-ubun.


Sementara itu di hotel Diana sudah mulai membuka matanya, saat sudah membuka matanya, kepalanya mendadak pusing bahkan pandangan nya agak rabun.


Saat diana akan memegang kepalanya barulah ia sadar kalau ia sedang di ikat di kursi.


Kini Diana mulai panik tubuhnya sudah mulai bergetar, ia menatap ke sekeliling kamar itu, nampak nya tempat ini asing baginya.


"Tolong " teriak Diana sambil menangis.


"Tolong lepasin!" lanjutnya sambil terus menangis.


Plak


Seseorang menendang pintu kamar sampai mental membuat Diana diam karena takut.


"Kau jangan berisik, " bentak lelaki yang mendobrak pintu kamar nya, tepat di depan muka Diana.


Sementara Diana hanya diam dan menutup matanya karena takut, namun lelaki itu malah mengangkat dagu diana untuk mendongkrak.


"Buka mata mu!" teriak lelaki itu.


Kini Diana membuka matanya perlahan-lahan sambil keringat dingin bercucuran di sekujur tubuhnya.


Kini mata Diana membulat dengan sempurna pasalnya orang yang ada di depannya adalah.


"Juan" kaget Diana setengah mati.


"Iya, " santai Juan sambil melepas kasar dagu Diana.


"Lu kenapa sih, " teriak Diana meminta penjelasan pada Juan.


"Mikir, " ketus Juan.

__ADS_1


"Apa aku mikir apa, " ucap Diana.


"Lu harusnya tau kalau gue sayang sama lu, gue cinta sama lu, tapi apa lu malah nganggap semua yang gue lakukan pada lu itu cuman sebagai sahabat, " ucap Juan penuh dramatis.


"Lagi pula bukan cuman itu doang kok, " sambung Juan sambil menyeringai.


"Maksudnya? " tanya Diana.


"Lu gak perlu tau, biar julian aja yang jelasin semuanya, " ucap Juan, sambil membuka bajunya.


"Lu mau apa Juan, " panik Diana.


"Gue mau main ama lu, udah lama gue pengen main sama lu, " ucap Juan sambil tersenyum licik.


Kini tubuh Diana sudah benar-benar sangat ketakutan, bahkan sudah mandi keringat saat ini.


"Lu gila Juan, lu sahabat gue juan lu jangan kayak gitu juan, " panik Diana.


"Gue mau lebih dari itu, " sinis Juan sambil mendekati Diana, kini juan memegang pipi Diana, sementara diana kini menangis.


Lalu Juan memaksa Diana untuk meminum obat tidur, dengan cara memegang kasar pipi Diana, setelah menurutnya sudah cukup kini Juan melepas tangannya, lalu tersenyum tipis.


Kini kesadaran Diana sudah mulai hilang, dan juan pun langsung melepaskan ikatan di tangan Diana, lalu menggendong nya ketempat tidur yang berada di sana.


Setelah itu Juan membuka kancing baju diana, dan membuka bajunya, lalu juan pun menumpukan badannya ke badan Diana.


Setelah juan membuka celana Juan, langsung Juan pun membuka rok Diana, setelah itu ia memasukan punya dia pada Diana.


Kini ia mendesah ia merasa kenikmatan nya, lalu setelah menurutnya puas, juan pun kembali memakaikan Diana baju, kini juan pun memakai baju, setelah itu ia keluar dari sana.


"Kau akan hancur julian, melihat kekasih mu sudah ku hancur kan, " ucap Juan sambil menutup pintu kamarnya, sambil tersenyum puas.


Sementara Julian kini tengah mencari Stephen bersama Cherly, karena dulu juan pernah bilang kalau Diana punya masalah dengan Stephen.


Kini Julian dan Cherly tengah menuju kafe dimana Stephen bekerja, setelah sampai di kafe, Julian dan Cherly langsung turun dan masuk ke dalam kafe itu.


Setelah di sana ia langsung menuju meja yang ternyata kebetulan di sana ada Stephen sedang bersama seorang wanita bermesraan.


Julian langsung duduk di samping Stephen dengan mimik muka datarnya, sedangkan Cherly berdiri di samping Julian.


Sementara Stephen hanya menatap bingung pada mereka.


"Kau siapa? "tanya Stephen sambil menatap muka Julian.

__ADS_1


"Kau menyembunyikan dimana Diana? " bentak Cherly.


"Diana, " ucap Stephen sambil berpikir.


"Aku tidak menyembunyikan dia, aku hanya menculiknya saja, soal menyembunyikan aku tidak tau itu urusan dia, " balas Stephen santai sambil tersenyum dan memalingkan pandangan nya.


"Dia siapa yang kau maksud, " tegas Cherly, sementara julian hanya menatap dingin Stephen.


"Julian kau pasti tau siapa dia," balas Stephen sambil berjalan meninggalkan mereka.


Saat Cherly akan mengejar Stephen, Julian melarang nya, karena kini Julian sudah tau jawabannya nya, tanpa bicara Julian menarik paksa Cherly untuk keluar dari sana.


Setelah mereka masuk ke dalam mobil.


"Kau tau di mana rumah Juan? " tanya Julian sambil menatap ke arah depan.


"Untuk apa kau bertanya dimana rumah Juan?" heran Cherly.


"Kau tinggal jawab saja dimana rumahnya gampang kan, " datar Julian.


"Ok, aku kasih tau, " kesal Cherly.


Kini mereka menuju rumah Juan, setelah sampai di rumah Juan, ternyata di sana tidak ada siapa-siapa, Julian langsung saja mendobrak dan masuk ke dalam rumah itu.


Saat sudah sampai di rumah itu, ia mencari kamar Juan, ternyata benar dugaan Julian sementara ini, kalau Juan adalah kakak Julian.


Kini Julian menyeringai sambil melihat poto keluarga yang di pajang di kamar Juan, sementara Cherly kini semakin kebingungan, ia bingung sebenarnya ada apa ini.


Kini Julian mendekat pada Cherly.


"Lu tau tempat persembunyian Juan? " tanya Julian tanpa ekspresi sambil menatap Cherly.


"Jangan bilang kalau juan yang menculik Diana, " balas Cherly sambil menatap penuh harap pada Julian.


"Kau tinggal jawab aja apa susah nya, " ketus Julian.


"Aku tau kalau juan itu punya hotel, di jalan ***** " balas Cherly.


Kini Julian langsung pergi dan diikuti oleh Cherly juga yang mengikuti Julian dari belakang.


Namun bukannya Julian pergi ke hotel nya, ia malah menuju sebuah kafe yang cukup besar, kafe yang biasa ia jadikan tempat nongkrong teman teman nya.


"Lu mau ikut atau tunggu di sini? " datar Julian pada Cherly.

__ADS_1


"Aku ikut, " balas Cherly.


Kini Julian turun dari mobilnya di susul oleh Cherly yang ikut turun, kini mereka berjalan berdampingan masuk ke dalam kafe itu.


__ADS_2