Calon Suami ku Gila

Calon Suami ku Gila
36,Pertunangan(END)


__ADS_3

Ini adalah salah satu hari yang di tunggu oleh Julian dan Diana, dimana pada hari ini hubungan mereka akan selangkah lebih serius.


Diana masih sibuk berdebat dengan perias nya, ia tidak mau wajahnya terlalu menor atau memakai banyak make-up.


"Mba, gak usah pakai begitu lah, aku kan udah cantik, " pinta Diana pada perias yang di sewa oleh Julian, sambil menampilkan wajah sok imutnya.


"Gak, kata mas Julian mba harus cantik, " kekeh perias itu sambil terus melanjutkan merias wajah Diana.


Diana pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh perias itu padanya.


Setelah beberapa menit berlalu kini Diana sudah selesai dengan make-up nya, dan ia juga sudah memakai gaun indah berwarna biru langit.


"Ya ampun di, lu cantik banget, " puji Cherly yang baru masuk ke kamar yang di sediakan untuk Diana, pasalnya mereka bertunangan di rumah Julian.


Cherly menghampiri Diana yang tengah duduk di sofa dengan wajah yang kelihatan gugup.


"Napa muka lu? " tanya Cherly sambil tersenyum.


"Jantung gue mau lomcat, " balas Diana sambil menampilkan mimik wajah yang sangat-sangat gugup.


"Muka lu tuh, kondisikan, " goda Cherly sambil tertawa ia tidak kuasa melihat wajah lucu Diana saat gugup.


"Ah lu mah, " kesal Diana, ia kesal Cherly tidak pengertian sekali dengan kondisinya saat ini.


"Santai aja kali, ouh iya turun yuk udah di tungguin tau gak, " Cherly mengajak Diana untuk turun, kerena di bawah sudah banyak orang yang menunggu Diana.


Diana pada hari ini memang terlihat sangat cantik ia kan jarang menggunakan make-up jadi sekalinya memakai make-up ia sangat terlihat cantik.


Kedua gadis itu keluar dari kamar, dan berjalan ke bawah ke tempat para tamu yang sudah menanti ke hadiran Diana.


Saat Diana sudah mulai terlihat oleh banyak orang, Diana malah kelihatan sangat gugup bahkan gemetaran.


"Di jangan gugup napa, nanti tu bibir lu pucat, kan gak lucu kalau princess nya pucat, " goda Cherly.


Namun Diana malah mengabaikan ucapan Cherly, mata Diana tengah celingak celinguk memperhatikan orang yang sedari tadi melihat ke arahnya.


Mereka sudah berada di bawah, Cherly membawa Diana ke tempat utama, di sana juga sudah ada keluarga Diana, Julian dan juga keluarga besar Julian.

__ADS_1


Setelah sampai di sana Diana menundukkan wajahnya ia terlihat tidak tahan melihat ketampanan Julian, baru kali ini ia melihat Julian dengan menggunakan jas hitam.


Julian pun menarik tangan Diana ke depan, agar semua orang dapat melihat ke arah Diana dan Julian.


Setelah sampai di sana Julian mengambil sebuah mic yang sudah di sediakan untuknya.


Sementara Diana masih menunduk karena merasa malu, kini Julian sudah berada di depan Diana, mereka saling berhadapan.


"Jiwaku resah saat kau tidak berada di samping ku, namun, galau ku semakin menjadi saat aku melihat kau bersedih, " ucap Julian, kini wajah Diana mulai menatap mata indah milik Julian.


Ia tidak percaya seorang Julian bisa berkata semanis itu, setelah apa yang Julian lakukan selama ini pada orang-orang.


"Kau menyadarkan ku bahwa apa yang aku cari di dunia, tak akan ada artinya bila tak ada kamu di sisi ku, " sambungnya.


Diana semakin terhipnotis dengan kata-kata Julian, di ruangan itu hening seakan-akan di bumi ini hanya ada mereka berdua.


Bagi semua yang tidak tau siapa julian mungkin kata-kata barusan manis, namun bagi Diana yang tahu siapa julian kata-kata Julian barusan sangat-sangatlah manis.


"Ada nama yang selalu tertulis dalam hati, namun nama itu belum tentu tertulis dalam buku nikah, dan aku mau kau tertulis di keduanya," kata kata Julian belum sampai di sana.


Diana sudah tidak bisa berkata-kata lagi, ia hanya mengangguk dan tersenyum sambil menatap ke arah Julian penuh kasih sayang.


Julian kembali berdiri dan memasangkan cincin nya pada diana begitu juga Diana ia memasangkan cincin pada Julian, setelah selesai memasang cincin mereka pun berpelukan.


Banyak sekali orang yang memberi tepuk tangan saat mereka berpelukan, kini Julian mengendorkan pelukannya dan mencium kening gadisnya itu.


Setelah selesai Julian membawa diana ke kamar Julian, sementara tamu beserta keluarga nya tengah menikmati sebuah acara musik sambil makan-makan.


Dalam duduk di kasur Julian dengan Julian di depannya, mereka duduk saling berhadapan.


"Seminggu lagi kita akan menikah, aku sangat bahagia, " ucap julian manis.


"Aku gak nyangka kalau kamu bisa berkata semanis tadi, " balas diana tak percaya.


"Kau benar Julian kan? " sambung Diana bercanda.


"Memangnya aku siapa? " tanya balik Julian sambil mengerutkan dahinya.

__ADS_1


"Ya aku pikir kau ke masukan setan penyair, " balas Diana sambil tertawa.


"Setan tidak mah gak ada yang berani padaku," balas Julian.


"Ouh iya kau ingat tidak, dulu saat kau masuk ke kamarku lewat jendela kau kan ku sebut setan, " ucap Diana.


"Iya, kenapa kamu mau menikah sama setan?"


"Karena setan yang ini mah ganteng, " balas Diana polos sambil memeluk Julian.


"Jangan tinggalin aku yah, aku mohon, aku sayang kamu, dan akan tetap seperti ini, " lirih Diana di pangkuan Julian.


"Aku sudah berjanji akan tetap melindungi mu, dan akan tetap bersama mu, " balas Julian sambil melepas pelukan diana dan mengecup singkat kening Diana.


Setelah agak lama berbincang di kamar kini mereka memutuskan untuk keluar, berbaur dengan para tamu yang datang, tidak enak jika tamunya di tinggalkan begitu saja, julian tadinya tidak mau namun Diana memaksa Julian untuk turun.


Julian dan diana sudah bersama dengan keluarga mereka dan juga bersama Cherly dan Anggara.


"Kamu nanti tinggal di sini aja sama julian, tante sama om mau pindah ke rumah yang berada di bandung, " ucap ibunya Julian pada Diana.


"Kalau aku sih, gimana Julian aja tante, " balas Diana.


mereka mengobrol dengan akrab satu sama lainnya, sampai tak terasa acara berjalan begitu cepat, kini waktu sudah sore para tamu pun sudah pulang, kini Diana dan Julian tengah berada di balkon kamar julian tengah menatap senja.


Diana duduk di kursi panjang dengan Julian di sampingnya.


"Kau tau ini adalah permulaan dari kisah kita, " ucap Julian sambil menatap ke arah depan.


"Iya ini bukan lah akhir, akan banyak hal yang kita lalui setelah ini, bahkan hal yang kita lalui nanti tidak akan mudah seperti dulu, " balas Diana yang juga menatap ke arah depan, ke arah matahari terbenam.


"Kita harus membuat sebuah buku baru untuk memulai nya lagi, " balas Julian sambil mendekap Diana.


Ini adalah awal dari judul buku yang akan kita tulis nanti, dimana kita akan mulai lagi dari awal kisah hidup kita dan melupakan apa yang telah terjadi sebelumnya.


TAMAT 👏👏👏👏


Aku udah UP part duanya kalian tinggal cari yang judulnya kekuatan cinta.

__ADS_1


__ADS_2