
Diana sudah berada di mobil Julian tadinya Diana akan pergi ke kampus, namun Julian memintanya untuk tidak ke kampus hari ini, ia menyuruh Diana ikut makan dengan ayah dan ibunya Julian.
Sebenarnya tanpa sepengetahuan Diana, keluarga Julian juga mengundang orang tuanya, keluarga Julian tidak tau kalau sebenarnya keadaan Diana dan orang tuanya tidak sedang baik sekarang.
"Julian mau makan di mana sih? " tanya Diana tanpa melihat Julian.
"Diem gak usah banyak tanya deh! " datar Julian.
"Benar-benar yah ni orang, bikin gue kesel aja, " gumam Diana sambil memajukan bibirnya, di dalam hati.
Julian menghentikan mobilnya di depan basemen kafe, yang cukup mewah,Julian menyuruh Diana turun. Setelah turun Diana menggandeng tangan Julian dan berjalan dengan anggun nya masuk ke dalam kafe itu.
Setelah sampai ternyata di sana sudah ada tante Lia, dan om Dodo keluarga Julian, namun kini tiba-tiba Diana terdiam di tempat, membuat Julian juga menghentikan langkah nya, dan mengikuti tatapan mata Diana, ternyata di sana juga ada keluarga Diana.
Julian menatap orang tua Diana dan Diana bergantian membuat nya mengerti seperti nya ada masalah dalam diri Diana, ia seperti tidak ingin bertemu orang tuanya saat ini.
"Kalau gak mau ketemu gak usah ketemu! " dingin Julian sambil menatap kosong ke arah depan.
Diana langsung menatap Julian, " tapi gimana kalau orang tua kamu nanyain? " lirih Diana.
"Gampang, " santai Julian sambil menaikkan satu alisnya.
"Tapi aku gak enak, " ragu Diana.
"Udahlah, kalau kamu gak mau mah gak usah di paksa, " ucap Julian sedikit keras.
Kini Diana mengangguk, setelah itu Julian langsung memutar badan nya dan kembali masuk ke dalam mobilnya.
Di dalam mobil Diana hanya diam dan menunduk.
"Baby, kamu kenapa? " tanya Julian sambil menatap hangat pada Diana yang masih menundukkan kepalanya.
"Pergi ke tempat lain yuk aku lapar, " balas Diana yang mencoba mengalihkan pertanyaan Julian.
Tanpa bicara Julian menjalankan mobilnya, kecepatan nya itu loh kaya ke masukan setan, membuat Diana ketakutan, namun beda dengan Julian ia kini malah tersenyum tipis.
"Pelanin napa! " pinta Diana.
"Salah siapa tidak menjawab ucapanku, kau buat ku kesal saja, jadi tanggung saja akibatnya sendiri," ucap Julian sambil menyeringai.
__ADS_1
Diana benar-benar lupa dengan siapa ia sekarang, membuat ia harus menerima Akibat dari perbuatan nya sendiri, yang tidak menjawab pertanyaan Julian.
Kini akhirnya Julian menghentikan mobilnya, di depan kafe membuat Diana akhirnya bisa bernafas lega dan mengelus dada nya, sekarang ia harus lebih ingat dengan siapa pergi, kalau sampai lupa bisa jantungan ia.
Dengan jantung yang masih berdebar dengan hebat Diana turun dari mobil Julian, sementara Julian sudah turun duluan, mereka masuk bersama ke dalam kafe yang tidak terlalu mewah.
Kini mereka memilih kursi yang berada di pojok dan setelah sampai di sana Diana langsung memanggil pelayanan nya.
"Mau pesan apa mba, mas? " tanya pelayan tersebut sambil menyodorkan buku menu pada Diana.
"Aku mau Sup iga nya satu sama jus jeruknya satu, " jawab Diana.
"Kamu mau apa?" sambung Diana pada Julian.
"Samain aja, " datar Julian.
"Jadi dua semuanya, oh iya sama es krim nya dua yah, " ujar Diana pada pelayanan itu, sambil mengembalikan buku menunya.
Kini pelayanan itu pergi untuk membuatkan pesanan.
"Jangan marah mulu napa, " bujuk Diana, sambil menatap wajah tampan Julian.
"Iya aku cerita deh, " ucap Diana.
"Udah gak minat, " ketus Julian.
"Ih nyebelin, " kesal Diana, memang yah ni si cowok psikopat sangat menyebalkan, ingin sekali Diana memakan Julian, namun tidak bisa, sebelum ia memakan Julian pasti ia duluan yang dimakan Julian.
Pelayan itu datang dengan membawa nampan pesanan Diana, pelayan itu langsung menurunkan makanan nya ke meja Diana, setelah itu pelayan pergi meninggalkan mereka berdua.
Diana langsung mencicipi makanan nya, namun tidak dengan Julian, Julian malah sibuk menatap tajam pada orang yang memandang Diana dengan tatapan mesum, membuat Julian menambahkan orang itu pada daftar selanjutnya.
"Kamu liatin siapa sih? " tanya Diana sambil mengikuti tatapan Julian yang tertuju pada pemuda di samping nya.
Tanpa menjawab Julian membuka jaket nya dan melemparkan pada Diana yang sibuk dengan makanan nya, membuat Diana kaget dan refleks menatap Julian tajam.
"Apaan ini? " tanya Diana bingung sambil mengangkat ke atas jaket Julian.
"Jaket, " datar Julian, yang kini tengah sibuk mengaduk makanan nya.
__ADS_1
"Aku juga tau itu jaket, " ujar Diana sedikit kesal.
"Terus kenapa nanya kalau udah tau? " dingin Julian sebelum memakan sup nya.
"Maksud aku buat apa kamu kasih sama aku?" ucap Diana kesal dengan penuh penekanan di setiap kata katanya.
"Buat kamu pakai. "
"Kenapa aku harus pakai ini? aku kan udah pakai baju, lagian udaranya juga gak dingin kok. "
"Pokoknya pakai! " tegas Julian sambil menatap sedetik Diana, namun tatapan itu tampak tatapan yang sangat menakutkan.
Diana menarik nafas berat sebelum akhirnya ia memakai pakaian nya, padahal waktu itu Diana menggunakan pakaian dress pendek yang Julian pilihkan sendiri.
Begini lah jika punya pacar seorang Psikopat semuanya harus semua ia yang nentuin, apa tadi aku bilang pacar, aku perjelas kembali kata pacar itu, itu cuman pacar terpaksa saja yah, jangan salah paham.
Kini Diana dan Julian tengah memakan es krim, dan semua makanan pembuka sudah habis mereka makan, mereka hanya tinggal makan makanan penutup.
"Kamu nanti malam masih mau tidur di apartemen? " tanya Julian tanpa melihat Diana.
"Iya, " ucap Diana malas.
"Pulang ke rumah, " paksa Julian.
"Gak, " tegas Diana.
"Kenapa? " tanya Julian yang langsung menatap tajam bola mata Diana, namun saat Diana di tatap oleh Julian ia langsung berpura-pura melihat ke arah lain.
"Aku lagi malas berantem sama mereka, " jelas Diana ketus.
"Kalau punya masalah tuh di selesain bukan malah di tinggalin, " tegas Julian.
"Aku gak tau nyelesain nya harus gimana? orang mereka gak pernah mau denger kata-kata ku. "
"Apa perlu aku yang nyelesain masalah kamu? " ucap Julian tanpa ekspresi.
Kini Diana benar-benar bingung, tidak mungkin ia menyerahkan masalahnya pada Julian bisa-bisa ia langsung membunuh keluarga nya, karena menurut Julian itu menyelesaikan masalah hanya dengan membunuh orang yang membuat masalah.
Tapi Diana juga tidak tau apa yang harus di selesaikan olehnya, dengan keluarga nya, karena memang orang tuan diana itu posesif,
__ADS_1
apalagi dea ibunya.