
Julian dan Diana sudah sampai di apartemen Cherly, mereka berdua pun turun dari mobilnya, dan berjalan masuk, setelah sampai di lantai 3 tempat apartemen Cherly berada.
Diana langsung mengetuk pintu Cherly sedangkan Julian masih asik sendiri dengan game di ponsel nya.
Tak perlu menunggu waktu lama, akhirnya Cherly pun membuka pintu apartemen nya. p
"Tumben lu datang ke sini? " tanya Cherly yang heran teman nya itu datang ke apartemen nya, biasanya juga kalau di ajak pasti tidak mau.
"Lagi bete, " balas Diana singkat, kini Cherly pun mempersilahkan mereka masuk.
Diana dan Julian kini duduk di sofa, sebenarnya Diana ingin sekali menyuruh Julian pulang, karena ia ingin Tidur meluruskan badannya rasanya hari ini sangat melelahkan baginya, namun ia bingung bicaranya.
Lini Cherly datang dari dapur mengambil kan mereka minum dan makanan ringan, setelah itu ia menyimpan makanan nya lalu ikut duduk di samping Diana.
"Makasih sahabatku, " ucap Diana manja sambil mengambil beberapa makanan yang di bawa Cherly, ia saat ini sangat lapar, baru saja tadi Diana akan makan di kafe, eh Julian malah keburu datang.
"Lebay, " ledek Cherly.
"Udah sore kamu gak mau pulang? " tanya Diana pada Julian yang masih sibuk dengan game nya.
"Kenapa kamu ngusir aku? " ketus Julian sambil menatap sekilas Diana.
"Enggak, aku gak ngusir kamu kok, cuman ini kan udah sore, " pelan Diana.
"Biasanya juga pulang dari apartemen lu, nanti jam tiga malam," sinis Julian, tanpa melirik Diana.
"Apa? " teriak Cherly yang kaget dengan ucapan Julian.
Kini Cherly berbalik menatap Diana dengan tatapan menginterogasi.
"Kamu suka ngapain sama Julian di apartemen? " ketus Cherly sambil tak lepas lepasnya menatap Diana.
"Apaan sih, gue gak ngapa ngapain sama julian," ucapan Diana tak mau kalah.
"Terus pada ngapain jam 3 pagi baru pulang?".
"Tidur lah, ngapain lagi malam malam, ".
Sementara itu Julian malah sibuk sendiri dengan game nya, tanpa melerai keributan yang berada di depannya.
"Lu tidur satu kasur gitu? " tanya Cherly tak percaya.
"enggak ****, ".
"Ah bagus deh, inget lu gak boleh ngeduluin gue, " ucap Cherly sambil mengusap dadanya lega.
"Idih siapa juga yang mau, belum sah, ".
__ADS_1
"Iya makannya, " sinis Cherly,
"Gue pulang, " dingin Julian sambil berjalan keluar apartemen, kini Diana dan Cherly menatap ke arah Julian yang berjalan berlalu begitu saja.
"Mau pulang? " tanya Diana yang juga ikut berdiri dan berjalan mengikuti Julian.
"Hm" singkat Julian yang kini sudah berada di depan pintu, dan menghentikan langkah nya.
"Ya udah hati-hati, " balas Diana sambil tersenyum.
Kini Julian berbalik menatap diana dan juga membalas senyum Diana, sebelum akhirnya Julian pergi.
"Akhirnya, " ucap Diana pelan saat sudah melihat Julian pergi dari pandangan nya, kini Diana langsung masuk terburu buru, dan menutup kasar pintu.
Iya berlari menuju kasur, dan menjatuhkan badannya ke kasur, terlentang.
"Lu kenapa sih? " heran Cherly yang melihat diana berprilaku aneh.
"Badan gue sakit, " lebay Diana.
"kenapa? ".
"Gue di pukulin orang," santai Diana.
"Serius luh, " kaget Cherly sambil duduk dan membangunkan Diana.
"Sorry, " ucap Cherly sambil tersenyum tengil.
Kini Diana kembali tidur, namun belum saja Diana terlelap dalam tidur nya.
Kembali ada seseorang yang mengetuk pintu apartemen nya, membuat Diana kembali membuka matanya.
"Lu buka napa Cherly, " ucap Diana yang kesal mendengar ketukan pintu.
Kini dengan terpaksa Cherly berjalan membuka pintu apartemen nya.
"Ngapain lu kesini lagi? " tanya Cherly pada seseorang yang kini ada di depan pintu.
Namun lagi-lagi lelaki itu malah nyelonong masuk sambil menabrak batu Cherly kerasa, membuat Cherly meringis kesakitan.
"Dasar gak waras, " kesal Cherly pelan, sambil menutup pintu kasar, dan menatap lelaki itu dengan tatapan tajam.
Kini Diana yang sedang asik berbaring pun mendadak terbangun, dan duduk.
"Kamu kenapa kesini lagi? " tanya Diana gugup.
"Gak boleh? , " dingin Julian sambil duduk di sofa dan meletakan plastik yang ia bawa.
__ADS_1
"Enggak, ini kan udah mau malam, ".
Kini Cherly berjalan dan tidur di samping Diana, ia sangat kesal dengan kelakuan Julian.
Sementara Diana hanya menatap aneh pada Cherly yang mendadak tidur di sampingnya.
"Nih gue bawa makanan, gue tau kok lu belum makan tadi, " santai julian sambil menyenderkan tubuh nya pada senderan kursi.
Kini Diana turun dan duduk di samping Julian sambil membuka makanan yang di ambil Julian.
"Kamu tau aja aku lapar, "ucap diana sambil mengambil nasi kotak, dan tersenyum manis pada Julian tanda terimakasih.
Kini Diana dengan lahapnya memakan makanan yang di ambil Julian, kini Julian pun terlihat senang ketika gadisnya makan seperti orang yang baru saja makan setelah satu bulan.
Saat sedang asik-asiknya Julian menatap Diana, Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu membuat keduanya saling tatap menatap.
"Aku bukain dulu yah, " ucap Diana dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.
Diana berjalan menuju pintu dan saat ia membuka pintunya, ternyata dia adalah Juan.
Kini Juan masuk bersama Diana, namun Julian menatap tak wajar pada Juan, Julian merasa ada hal yang salah pada Juan.
Juan duduk di samping Julian, sedangkan diana kembali duduk di tempat tadi, diana pun meneruskan makannya, namun saat Diana menatap ke arah dua lelaki di hadapannya.
Ternyata kedua lelaki itu kini tengah saling bertatapan, membuat diana sedikit takut, bahkan aura dingin di ruangan itu sangat menusuk kedalam tubuh Diana.
Dengan cepat Diana pergi ke dapur dan mencuci tangannya, setelah selesai ia mengambil selimut terlebih dahulu dan berjalan menarik Julian.
Kini Julian menatap diana sambil mengerutkan alisnya, sementara Juan malah tersenyum pada Diana.
"Ke balkon yuk, " ajak Diana.
Tanpa jawaban Julian akhirnya menuruti permintaan Diana.
Kini mereka sudah berada di balkon apartemen, dan mereka tengah duduk di kursi panjang yang ada di sana, sangat indah pemandangan kota malam ini, jika di pandang dari atas.
Hembusan angin malam membuat suasana menjadi lebih sunyi, kini Julian merangkul Diana untuk tidur di bahunya, dengan senang diana menurutinya, mereka kini saling menatap ke arah langit, dengan tubuh keduanya menggunakan satu selimut bersama.
Membuat suasana menjadi hangat, kini Julian menaruh dagunya di atas kepala Diana, kini jantung Diana mendadak berdebar dengan sangat kencang, bahkan kini wajahnya sangat merona, ia senang seorang Julian bisa semanis ini padanya.
"Baby, kamu dingin, " tanya Julian lembut.
"Enggak kan udah di peluk sama kamu, " ucap Diana sambil tersenyum.
"Perasaan apa ini, kok aneh sih, " gumam Julian dalam hati.
Kini Julian semakin mendekatkan badannya pada Diana, membuat jarak di antara mereka menjadi sangat dekat, bahkan mungkin sudah tidak ada jarak lagi di antara mereka.
__ADS_1