Calon Suami ku Gila

Calon Suami ku Gila
29,kematian


__ADS_3

"Ah kalian diam, berarti kalian memilih pelan, baiklah kita mulai, " ucap orang itu sambil Menyeringgai.


"Kenapa harus ku? " ucap Gilang setengah membentak.


"Ah kau ini, " ucap orang itu sambil mengeluarkan pisau lipat dari jasnya, dan mulai menggoreskan pisau itu di pipi Dea.


"Kalau kau mau bunuh, bunuh saja saya jangan sentuh istri saya," bentak Gilang sambil berontak.


"Diam, " teriak orang itu sambil menatap tajam Gilang sekejap, kilatan iblis di tatapan lelaki itu.


"Ah kau kau harus melihat karya seni ku, " ucapnya sambil menancapkan pisau di mata kiri Dea.


Dea berteriak kesakitan, Gilang pun mencoba melepaskan ikatannya namun tidak bisa, ia kini hanya bisa menangis melihat orang yang ia sayang mati di hadapannya.


Kini lelaki tersenyum miring sambil mencabut pisau nya, dan menancapkan nya lagi pada mata kanan nya Dea membuat dea kembali berteriak.


"Berteriak lah, aku suka teriakan mu, " ucap orang itu.


"Aku mohon lepaskan dia, biarkan aku yang menggantikan dia, " lirih Gilang.


"Ah, aku sangat suka dengan wajah itu, " ucap orang itu sambil tersenyum.


Orang itu menyobek bibir Dea di kedua sisinya, sambil membuka tali yang mengikat Dea, lalu setelah itu ia melempar Dea ke tembok dengan keras, membuat tulang-tulang dalam tubuhnya retak.


Dea merasa kalau seluruh tubuhnya merasakan sakit yang amat sangat, bahkan kini ia sudah tidak punya semangat hidup.


Lalu lelaki itu melangkah mendekati Dea yang kini sudah tidak berdaya dengan darah di sekujur tubuhnya.


Ia hanya memastikan kalau dea sudah meninggal atau belum, dan ternyata Dea sudah tidak bernafas lagi, membuat orang itu tersenyum penuh misteri.


"Ah, tidak seru, " ucapnya sambil berbalik menatap Gilang, dan kembali melangkah mendekati Gilang.


"Sekarang giliran mu, aku tidak puas bermain dengannya, lemah, " ucapnya sambil meledek, dan mulai menancapkan pisaunya di kaki Gilang.


"Arghhh" teriak Gilang.


"Sakit, " ucapnya santai.


"Lemah, " sambung orang itu.


"Kau gila, " teriak Gilang.


"Aku memang gila," balas lelaki itu.

__ADS_1


Lelaki itu mencabut lagi pisaunya, lalu ia menggoreskan kata play di kening Gilang, dan langsung saja ia menusuk kedua matanya, dan juga jantung nya Gilang, lalu kini ia tersenyum puas dengan hasil karya nya.


Gilang pun kini sudah tidak bernyawa, lelaki itu merebut nyawa Gilang, namun ia tidak merasa bersalah.


Kini ia mengambil kuas dari tasnya dan menuliskan kata play di mana mana, menggunakan darah dari Gilang dan juga dea, setelah selesai ia langsung saja meninggalkan tempat itu.


Sementara di tempat lain kini diana tengah berada di apartemen nya bersama Julian, namun hatinya kini sedang kacau.


"Yang, kok aku ngerasa ada yang mengganjal yah di hatiku, " ucap diana yang kini berada di pangkuan Julian.


"Mungkin hanya perasaan mu, " balas julian sambil memeluk Diana.


"Ah lepasin, beneran yang, kok aku jadi teringat sama orang tua ku yah, " kini Diana melepas pelukan julian dari tubuhnya dan duduk di samping nya.


"Makannya nanti pulang, mungkin saja mereka sedang rindu sama kamu, " balas Julian santai.


"Ah yang sekarang aja yuk, " ucap Diana yang sudah merasa tidak nyaman.


"Kau tidak lihat ini hujan, apa lagi sekarang mati lampu, " ucap Julian.


"Gak papa kan naik mobil, " rengek Diana.


"Tidak, " ucap Julian sedikit membentak.


"Aku bilang tidak ya tidak! " datar Julian.


Membuat Diana dengan pasrah mengiyakan apa yang Julian bilang, ia kesal, pasti lah.


Julian berdiri dan berjalan menuju dapur, sementara Diana yang melihat Julian pergi dengan melibatkan tangannya di dada, sambil memoyongkan bibirnya.


"Ihhhhhhh, " kesal Diana.


Setelah beberapa menit Julian pergi ke dapur akhirnya julian datang dengan membawa satu mangkuk mie instan, dan menaruhnya di depan Diana.


"Makan, " dingin Julian sambil kembali duduk di samping Diana.


Diana memang orang yang tidak bisa marah lama pada seseorang apalagi sama Julian ia akan cepat luluh ketika marah, kini matanya menatap Julian.


"Aku tidak menyuruhmu menatap ku melainkan menyuruh mu makan, " datar Julian tanpa menatap Diana.


Kini Diana mengambil mie instan yang sangat ia sukai, dan dengan lahap memakannya, setelah ia memakan mie instan nya ia langsung pergi ke dapur untuk menyimpan mangkuk dan juga mengambil minum.


Namun saat ia akan mengambil gelas ia malah membuat gelas itu jatuh dan pecah, Julian yang mendengar itu pun langsung menghampiri Diana.

__ADS_1


Diana berniat untuk membereskan gelasnya namun ia malah terkena serpihan dari gelas itu, membuat jarinya terluka.


Julian yang melihatnya pun langsung menghampiri Diana dan memegang tangan Diana,


"Kau ini kenapa sih, makannya hati-hati, " ucap Julian sambil meniup luka di tangan Diana.


"Sudah biar nanti aku bereskan, sekarang kita obati dulu luka mu, " sambung Julian sambil membawa Diana ke dalam dan mendudukkan Diana di kursi.


Kini Julian mengambil kotak obat dan kini ia duduk di samping Diana, dan mulai mengobati luka Diana.


"Gak usah lah, cuman dikit kok, " ujar Diana.


"Nanti infeksi, " datar Julian.


"Aku sayang kamu, " ucap Diana sambil tersenyum.


Julian sudah selesai mengobati diana dan menatap Diana dengan penuh kasih sayang.


"Aku juga sayang kamu, " balas Julian sambil menarik tubuh mungil diana ke dalam pelukannya.


Diana berbalik memeluk julian, "kau tidak akan meninggalkan aku kan? " tanya Diana sambil menatap ke atas ke wajah Julian.


Julian pun melepaskan pelukannya dan menatap Diana, "Aku tidak akan melepaskan mu, dan tidak akan membiarkan mu terluka, aku adalah orang yang tidak mudah jatuh cinta, jadi sekalinya aku jatuh cinta, maka aku tidak akan melepaskannya,"


Diana tersenyum dan kembali memeluk Julian, "Makasih udah mau jadi pelindung ku,".


Julian melepaskan pelukannya Diana, dan mengecup kening Diana dan setelah itu pergi ke dapur untuk membereskan pecahan gelas.


Setelah selesai membereskan pecahan gelas, ia kembali ke dalam menghampiri Diana dengan membawa segelas air minum ia tau kalau Diana pasti belum minum.


Sementara kini diana tengah asik dengan ponselnya, setelah sampai Julian duduk di depan Diana sambil memberikan minum padA Diana.


Diana pun menyimpan ponsel nya terlebih dahulu dan minum sampai tandas, setelah selesai ia menaruh gelasnya di meja.


"Yang tik tok kan yuk, " rayu Diana sambil membuat wajahnya imut.


"Tidak, " dingin Julian.


"Aku kan suka nurutin permintaan kamu, kali ini aja kamu yang nurutin permintaan aku plis" mohon Diana.


Julian menatap wajah memelas Diana, dan dengan terpaksa ia mengiyakan permintaan nya.


Julian mengangguk, "Apa sih yang enggak buat kamu? " balas Julian.

__ADS_1


"Oh iya satu minggu lagi kita tunangan, aku udah boking semuanya, " sambung Julian yang di balas anggukan dari Diana.


__ADS_2