
Setelah susah payah akhirnya julian bisa mendapatkan makanan untuk Diana, kini ia berlari ke tempat Diana berteduh, saat ia sampai ia melihat Diana yang sedang ketiduran,
Kini ia mendekat pada Diana sambil membangunkannya pelan, Diana pun perlahan membuka matanya.
"Ya ampun kamu basah kuyup tau gak, " kaget Diana yang melihat Julian basah kuyup kehujanan.
"Ya iya lah basah kan hujan hujan nan, " balas julian sambil menyimpan kantong kresek di depan Diana.
"Makan tuh, " datar Julian, sambil berdiri untuk mengeringkan tubuhnya.
Kini Diana membuka kresek yang di bawa Julian, yang ternyata Julian membeli batagor, karena lapar akhirnya Diana memakan batagor itu.
Sementara julian kini tengah tersenyum saat melihat Diana makan, entah kenapa Julian selalu suka ketiga gadisnya itu tengah makan.
Kini Julian duduk di kursi di depan Diana sambil tak lepas memandang Diana.
"Kamu mau gak nih masih ada satu lagi, " ucap Diana sambil menyodorkan satu bungkus batagor pada Julian.
"Gak, udah kenyang minum air ujan, " santai Julian, sambil memalingkan pandangan nya ke arah hujan.
"Kenyang, kembung ia kamu minum air hujan," balas Diana dengan mulut yang masih mengunyah makanan.
Setelah cukup lumayan lama mereka berada di sana, kini hujan pun sudah reda, dan mereka pun kini tengah berjalan pulang,dan saling bergandengan tangan.
"Kamu gak mau pulang ke apartemen kamu? " tanya Julian sambil terus melangkah.
Sementara kini Diana bingung harus menjawab apa, ia takut jika ia pulang ke apartemen ia akan bertemu dengan Stephen lagi.
"Kayak nya enggak deh, " ucap Diana ragu.
"Ya udah pulang ke rumah gue aja," santai Julian.
"Tapi aku malu sama keluarga kamu, ".
"Kan bentar lagi juga kamu nanti bakal tinggal di sana, ".
"Tinggal di sana? " ucap Diana kebingungan.
"Iya kan kamu pasti jadi istri aku beby, berarti kamu akan tinggal di sana dong, " jelas Julian.
"Ouh iya lupa, " ucap Diana sambil menepuk keningnya pelan, bodoh nya masa gitu aja lupa.
"Oh jadi kamu lupa, " ledek Julian sambil tersenyum misteri.
__ADS_1
"Gak gitu, cuman yah, " balas Diana gugup.
"Iya gak papa kok, beby bagaimana pun kamu akan tetap milikku, " ucap Julian sambil merangkul diana dan kini mereka telah sampai di depan apartemen Cherly.
"Aku ijin sama Cherly dulu yah," ucap Diana.
"Gak usah, emang di siapa kamu, " kini julian malah langsung menarik diana untuk masuk kedalam mobilnya.
Dengan terpaksa Diana pun masuk ke dalam mobil julian, membantah pun tidak bisa, bagaimana nanti nasib nya kalau misalkan sudah suami istri.
Di susul oleh Julian yang masuk, dan ia pun langsung memajukan mobilnya.
Tak perlu waktu lama kini mereka sudah sampai di rumahnya Julian, kini Diana turun bersamaan dengan Julian.
Kini Julian menarik tangan diana untuk masuk kerumahnya, yang sangat mewah dan besar, lebih besar dari rumah Diana.
Setelah sampai di pintu utama rumah itu julian langsung membukanya, ternyata di dalam rumah itupun tak kalah mewah.
Kini Julian membawa Diana ke dapur, ia tau kalau ibunya pasti di dapur, setelah sampai di dapur ternyata benar saja ibunya kini ada di dapur.
"Halo tante, " sapa Diana pada karin ibunya Julian, yang terlihat sangat awet muda dan cantik.
"Wah, kamu pasti Diana kan anaknya Gilang, " balas karin sambil tersenyum.
"Ya udah kalian di sini dulu yah, aku ganti baju dulu, " ucap Julian sambil berjalan menuju kamar nya untuk ganti baju.
"Duduk yuk di sana, " ajak Karin pada Diana, sementara Diana hanya tersenyum dan mengangguk, dan berjalan menuruti apa yang di arah kan karin.
Kini mereka duduk di meja makan.
"Ah ternyata kamu cantik yah, " puji Karin.
"Ah tante bisa aja, tante tuh yang cantik, udah punya Julian aja masih kelihatan awet muda," Diana pun balik memuji karin.
"Ah kamu bisa aja, ".
"Kamu udah lama kenal sama julian, apa emang baru ketemu waktu makan itu?" sambung Karin.
"Baru ketemu kok tante, ".
"Yang bener, padahal ni yah selama hidupnya dia itu gak pernah mau deket sama perempuan, kalau perempuan yang mau itu banyak, tapi udah beberapa kali tante sama om jodohin eh dia nolak mulu, " jelas Karin yang merasa kebingungan.
"Ya iyalah, mereka juga kalau tau julian psikopat mah mana ada yang mau, untung aja dia di kasih tampan, kalau enggak mah mana ada yang mau, " gumam Diana di dalam hati.
__ADS_1
"Ah emang gitu yah tante, " balas Diana.
"iya, ".
"Kayaknya orang tua Julian gak tau deh Julian itu siapa, kok aneh yah, menurut artikel yang aku baca kan, Psikopat itu biasanya kalau gak trauma atau ada kekerasan waktu kecil yah dari keturunan, tapi kok orang tua julian baik kok, bahkan mereka seperti sayang sama Julian, aduh bentar lagi gila nih gue, " gumam diana dalam hati.
"Diana, kok malah bengong, " ucap Karin yang melihat Diana bengong.
"Ah tante maaf yah, " ucap Diana yang sadar dari lamunan nya.
"Ya sudah kita makan siang yuk, " ajak Karin sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil beberapa makanan.
"Aku bantuin yah tante, " ucap Diana sambil berjalan mengikuti karin dari belakang.
"Gak usah lah sayang kamu duduk aja, " ucap Karin.
"Gak papa tante, ".
Kini mereka berdua tengah menyiapkan makanan, setelah selesai merekapun duduk di meja makan untuk menunggu Julian.
Kini Julian turun dari kamarnya dan berjalan menuju meja makan, saat Julian sudah berada di sana Diana sangat terhipnotis dengan ketampanan Julian yang memakai pakaian santai, dan rambut yang masih basah.
"Jangan di pandang mulu napa nanti makin sayang loh, " ucap Julian yang sudah di depan Diana.
Kini Diana sadar dan langsung memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Makan yuk sayang," ucap karin, kini julian duduk di samping Diana.
"Oh iya mah, Diana mau nginep di sini, aku yang nyuruh dia nginep, " ucap Julian sambil mengambil nasi.
"Ah akhirnya mamah ada temennya, biasanya kan mamah suka sendiri kalau nonton k-pop, sedangkan kamu sama papah, suka asik main game, " ucap Karin sambil tersenyum.
"Oh tante suka k-pop juga, aku juga suka loh tante, apalagi sama BTS itu si v nya ganteng banget, " ucap Diana penuh semangat, Diana memang akan sangat berantusias kalau sudah membicarakan tentang k-pop.
"Terus aja bilang si v ganteng, " cemberut Julian.
"Ih emang ganteng tau, " ujar Karin.
"Kamu beneran suka sama mereka, kalau tante itu lebih suka sama si Jimin loh, " sambung karin.
"Makan ma ya makan aja kali, jangan sambil ngobrol, " sinis Julian sambil tersenyum sinis, ke arah Diana.
"Cemburu mah bilang aja kali, " balas Karin tak kalah ketus, sementara Diana hanya tersenyum malu.
__ADS_1
"Andai keluarga ku seindah ini, " gumam Diana dalam hati.