Calon Suami ku Gila

Calon Suami ku Gila
30,Play


__ADS_3

"Katanya mau main tik tok, kok tidur sih, " gumam julian di telinga diana yang kini tengah tertidur pulas di pangkuan Julian.


Tak ada reaksi dari Diana ia merasa nyaman tidur di pangkuan Julian, kini Julian mengelus rambut Diana lembut sambil tersenyum.


"Makasih udah hadir ke kehidupan gue, gue beruntung bisa mengenal lo, makasih juga udah bikin gue kembali merasakan hidup, walau tidak seperti dulu, tapi lu tetep berhasil buat gue hidup lagi.


Sebelum kehadiran lu, hidup gue hanya sekedar makan minum dan bunuh orang, tanpa memperdulikan apapun dan merasakan apa pun, gue ketawa, gue sedih namun hanya ekspresi saja, tanpa rasa.


Tapi setelah ada luh gue jadi bisa ngerasain, ketakutan, khawatir dan juga kehangatan, makasih, " gumam Julian sambil ikut tidur di samping Diana.


Tak terasa hujan pun sudah reda, kini hari sudah mulai malam, tak ada lagi suara di ruangan itu hanya ada suara hembusan dan tarikan nafas yang teratur.


Sementara di tempat lain Cherly dan Anggara baru saja keluar dari klub malam, mereka tidak mabok karena hanya minum beberapa gelas saja, mereka pulang jalan kaki karena mobil anggara di simpan di apartemen Cherly.


Cherry tadi meminta Anggara untuk tidak membawa mobilnya, dengan alasan ingin menikmati angin malam.


Mereka tengah bergandengan melewati persimpangan jalan.


"Kamu capek gak? " tanya Anggara sambil terus berjalan.


"Enggak, " balas Cherly sambil menggeleng.


bruk,


Tanpa di sengaja Cherly menabrak seseorang,


"Sorry gue gak sengaja, " ucap orang yang menabraknya.


"Ah gak papa, " ucap Cherly sambil tersenyum.


"Andi, abis dari mana malam-malam gini, pakai baju hitam lagi?" sambung Cherly yang sadar kalau ternyata andi lah yang ia tabrak.


"Biasa abis jalan-jalan, " balas Andi sambil tersenyum.


"Oh, sendiri aja? " lanjut Cherly.


"Iya, sendiri ajalah, ya udah gue pergi dulu yah, " pamit andi sambil berjalan menjauh dari Cherly.


"Siapa? " tanya Anggara.


"Temen nya temen aku, " balas Cherly sambil kembali melanjutkan langkahnya.


Kini mereka sudah sampai di depan apartemen Cherly.

__ADS_1


"Ya udah aku pulang dulu, " pamit Anggara, sambil masuk ke dalam mobilnya.


Cherly memandang mobil Anggara yang sudah semakin jauh dari pandangan nya, setelah mobil anggara sudah tidak terlihat ia pun memutuskan untuk masuk dan beristirahat.


------


Suara alarm di kamar Diana pun berbunyi menandakan kalau ini sudah pagi, membuat pemilik dari jam itu langsung terbangun, dan mematikan jam nya.


Setelah bangun iya merentangkan dulu tubuhnya, sebelum akhirnya ia mencium singkat bibir Julian yang berada di sampingnya.


Kini Diana turun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah selesai mandi dan berganti pakaian ia kini menatap seorang pemuda yang masih tertidur pulas.


Sambil tersenyum ia menghampiri Julian, dan duduk di sampingnya.


"Yang bangun, udah pagi, " ucap diana yang membangunkan Julian.


Julian langsung terbangun dan menatap Diana dengan hangat.


"Cepetan mandi mau ikut ke rumah aku gak? " ucap Diana.


Tanpa menjawab pertanyaan Diana Julian pun langsung duduk dan mencium singkat kening Diana, sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi.


Kini Diana pergi ke meja rias nya untuk sekedar memoles wajahnya dengan bedak dan lipbalm saja.


Setelah cukup lama menunggu julian mandi, akhirnya Julian pun keluar dengan hanya menggunakan handuk saja, dan memperlihatkan bagian atas dari tubuhnya.


Diana yang melihat tubuh julian, hanya bisa tersenyum tak tahan ia melihat ABS di tubuh Julian, serasa mau pingsan.


Setelah selesai memakai pakaian yang Julian bawa dari rumahnya, kini ia sudah siapa mengajak diana pulang.


"Yuk, " ajak Julian sambil menarik tangan Diana yang terduduk di sofa.


Mereka berjalan berdampingan menuju parkiran, setelah sampai di parkiran mereka langsung saja masuk ke dalam mobilnya.


Dan Julian pun langsung saja menjalankan mobilnya, "kenapa sih, tu muka kok malah jadi tegang, " ucap Julian yang melihat wajah Diana begitu tegang.


"Tau yang, " balas Diana.


"Biasa aja kali, kaya yang mau ulangan dadakan aja tu muka, " ledek Julian sambil tetap fokus menyetir.


Tak lama setelah itu mereka telah sampai di rumah Diana, kini Diana turun dan memanggil pak satpam untuk membukakan pintunya.


Namun satpam yang ada di rumah itu tak kunjung datang, membuat Diana terpaksa turun dari mobilnya dan membuka Gerbang nya sendiri, setelah mobilnya masuk julian pun langsung turun menghampiri Diana.

__ADS_1


"Kok sepi yang? " tanya Julian sambil merangkul Diana dan menatap ke arah rumah di depannya.


"Tau nih," balas Diana yang juga bingung.


Mereka mulai melangkah kan kakinya masuk menuju rumah itu, saat mereka sampai di depan pintu masuk diana dan julian mencoba menyalakan bel, namun tak ada satuan apapun dari dalam.


Membuat keduanya semakin bingung dan saling bertatapan.


"Gak ada orang kali? " ucap Julian santai.


"Masa sih ini kan hari libur, masa ayah ku pergi ke kantor, " balas Diana yang kebingungan.


"Ya mungkin aja kan, " ucap Julian.


"Tapi ibu ku kan pasti ada di rumah, " ucap Diana.


"Ya udah dobrak aja, " ucap julian sambil menatap Diana.


"Tapikan, " ucap diana sambil berpikir.


"Ya terus mau gimana, nunggu di sini sampai pada pulang? " balas Julian.


"Ya udah kamu dobrak aja lah, " pasrah Diana.


Julian langsung mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintunya, dan kini pintu itu sudah berhasil julian dobrak.


Pintu pun terbuka, namun saat pintu itu terbuka Julian dan Diana mendapatkan ruangan yang gelap.


"Yang kok gelap sih, kayaknya mereka udah lama deh gak di rumah, " ucap Julian sambil mengikuti Diana yang masuk ke dalam rumahnya.


Diana berjalan dengan hati-hati masuk ke dalam rumahnya, saat ia akan menyalakan lampu yang berada di ruang tamu.


"Lah kok mati?" umpat Diana saat menyalakan lampu yang ternyata mati, seperti nya kemarin lampunya mati gara-gara tersambar petir yang besar.


Namun saat Julian menyalakan senter di ponselnya tiba-tiba, julian mendapatkan tubuh seorang wanita yang sudah terbujur kaku dengan darah di sekeliling nya.


Diana yang juga melihat itu langsung terduduk kaku, dan menjatuhkan air matanya.


Sementara Julian masih terlihat santai, sambil menghampiri mayat perempuan itu, sambil mengarahkan kembali senternya pada arah lain, yang ternyata tak jauh dari letak mayat perempuan itu, ia mendapat kan juga tubuh lelaki yang juga sudah terbujur kaku.


Membuat Diana semakin histeris ia tidak tahan menatap itu, diana merasa tubuhnya kini tak bisa bergerak.


Julian berjalan mendekat pada tubuh mayat yang di yakini adalah tubuh Gilang, saat Julian sudah dekat ia melihat tulisan play di kening Gilang.

__ADS_1


__ADS_2