Calon Suami ku Gila

Calon Suami ku Gila
15,Pertemuan yang tak di inginkan


__ADS_3

selamat membaca😍😘


Kini Diana sudah berada di apartemen nya, dia hanya sendirian karena Julian tadi pamit untuk pulang, entah Julian sebenarnya ke mana, namun Diana tengah menonton MV BTS.


Sambil memakan cemilan, namun tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu apartemen dengan kasar.


"Buka aja kali, " ucap Diana, Diana berpikir kalau yang mengetuk nya adalah Julian.


Namun orang yang mengetuk pintu apartemen tetap saja mengetuk dengan kasar, membuat Diana berdecak sebal.


"Bentar kalau misalkan dia Julian mana mungkin ia ngetok pintu duluan, dia pasti langsung masuk kan, " pikir Diana, Diana menatap tajam pintu apartemen nya.


Sebelum akhirnya ia turun dari kasur nya dan membuka pintu apartemen nya, namun Diana benar-benar di buat seakan-akan mati rasa, saat melihat sosok lelaki di depannya.


Bahkan tubuhnya seakan-akan bergetar begitu hebat, matanya mulai memanas dan ia langsung mundur dan menutup pintu nya namun lelaki yang ada di depannya malah masuk dan mencekal pintu yang akan di tutup Diana.


Membuat Diana saat ini sudah di puncak ketakutan nya.


"Mau apa kamu datang lagi? " tanya Diana dengan nada yang goyah.


"Lu harusnya tau apa yang bakal gue lakuin, " ucap lelaki itu pelan namun sangat menakutkan sambil terus maju mendekat pada Diana yang dari tadi mundur terus.


Kini Diana sudah mentok ia sudah tidak bisa mundur karena terhalang tembok, dengan tatapan takut Diana menatap lelaki di depannya.


Plak


Satu tamparan keras mengenai pipi mulus Diana membuat pipi Diana merah dan memanas, namun Diana hanya bisa menangis dan menahan rasa sakit nya.


"Kenapa nangis? " tanya lelaki itu sambil tersenyum tipis, membuat Diana menunduk dan menangis.

__ADS_1


"Apa sekarang kamu sudah tuli? " sambungnya sambil Menyeringgai.


"Kamu tuh kenapa sih, aku kan udah kasih apa yang kamu mau, " ucap Diana sedikit bergetar.


"Siapa bilang? " balas lelaki itu tepat di depan muka Diana.


"Apa emangnya? "


"Gue belum dapat memuaskan nafsu gue dengan loh, " pelan namun tajam ucap lelaki itu.


Diana sampai berbidik ngeri mendengar ucapan orang di depannya, "Kamu gila? " tegas Diana ia mencoba memberanikan dirinya.


"Aku memang sudah gila, karena dirimu dulu telah meniggalkan diriku di saat nafsu ku sudah meninggi. "


"Gak jelas gila, " teriak Diana sambil mencoba melepas cekalan tangan lelaki itu.


Namun Diana malah di dorong dengan keras ke tembok membuat dia sedikit mengeluarkan luka di keningnya.


Lelaki itu terduduk menghadap Diana, "Sakit, " tanya nya dengan penuh penekanan.


"Ya sakit lah, " sewot Diana sambil menatap tajam lelaki di depannya.


"Itu belum seberapa dari rasa sakit yang gue rasain," tegas lelaki itu sambil sambil menjambak rambut Diana, membuat Diana mendongkrak.


"Lepasin, " teriak Diana sambil merasakan kesakitan yang luar biasa di Kepala nya.


Kini lelaki itu tidak peduli dengan teriakan Diana, ia menarik kasar Diana menuju kasur, lalu melemparkan tubuh Diana ke kasur dengan cepat.


Diana sudah berancang-ancang akan kabur, saat Diana di lempar ke kasur ia tengah memperhatikan pintu apartemen nya yang terbuka sedikit.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa kemana-mana lagi sayang, " ucap lelaki itu sambil membuka bajunya.


"Dasar gila, " teriak Diana sambil melemparkan bantal ke muka lelaki itu, dan berlari keluar dari apartemen nya.


Kini Diana berlari seperti orang yang di kejar-kejar setan, lelaki itu pun berlari mengejar Diana.


Dengan cepat ia menaiki mobilnya, dengan tergesa-gesa dan ketakutan yang masih membara, ia juga kesakitan karena punggung nya pun sempat di lempar oleh lelaki gila tadi.


Lelaki itu pun berdecak sebal saat melihat Diana sudah jauh dari pandangannya.


"Awas aja Diana, gue bakal dapatin lo, apapun caranya, " ucap lelaki itu sambil tersenyum licik, sebelum akhirnya pergi dari sana.


Sementara itu Diana tidak tau harus kemana saat ini, ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan ia menangis sejadi-jadinya di dalam mobil, sambil memukul setir mobilnya.


Lelaki itu adalah Stephen dia adalah mantan Diana yang dulu Diana cintai, apapun keinginan Stephen selalu ia turuti, ia bahkan pernah memberi Stephen mobil.


Namun pada suatu ketika Stephen ingin bercumbu dengan Diana, bahkan Stephen memberikan Diana pada teman-temannya yang sama ingin menikmati tubuh Diana.


Dengan susah payah dulu ia kabur dari mereka, dulu juga ia di tolong oleh Juan temannya, dan hanya Juan yang tau akan kejadian itu, bahkan dulu Diana sampai di pukul beberapa kali oleh Stephen karena Diana tidak bisa diam.


Beberapa bulan kebelakang ini Diana bisa bebas dari dia, namun kenapa kini ia bisa bertemu dengannya lagi, namun entah dari mana Stephen tau di mana apartemen nya, saat ini Diana jadi takut untuk pulang ke apartemen, namun kalau pulang ke rumah juga ia tidak bisa.


Namun seperti nya hanya itu yang kini bisa Diana lakukan adalah pulang ke rumahnya.


Sementara itu Julian tengah berada di sebuah kafe bersama sahabat nya yaitu Wildan, dia adalah sahabat lama Julian, yang tau semua kehidupan Julian.


"Lu kenapa bengong mulu? " tanya Wildan yang kini ada di samping Julian, ia keheranan melihat sahabat nya yang sedari tadi bengong.


"Tau males gue ah, " malas Julian sambil memutar bola matanya, dan meneguk minuman yang sudah ada di meja nya.

__ADS_1


Entah kenapa saat ini Julian merasa gelisah, entah apa yang membuat dirinya gelisah? bahkan ia sebelumnya tidak pernah merasakan rasa gelisah.


Wildan juga merasa kalau Julian kini tengah merasa gelisah, namun ia tidak bisa berharap kalau Julian akan menjawab pertanyaan nya.


__ADS_2