Cantik Itu Aku

Cantik Itu Aku
Sarah II


__ADS_3

Sudah seminggu aku tidak dengar kabar dari Sarah. Perasaanku jadi tidak enak, seperti ada yang mengganjal di hatiku. Aku takut dia kenapa-kenapa. Ditambah lagi, kepergian Sarah yang sangat misterius dan tiba-tiba. Berkali-kali aku menghubunginya. Mulai dari DM instagram hingga telfon biasa. Tetapi tdak ada jawaban. Sarah seolah hilang ditelan bumi, atau mungkin berlayar ke pulau dinasaurus beda dimensi. Entah apa yang harus kulakukan untuk bisa bicara dengan Sarah lagi. Rasanya begitu menyebalkan. Apa Sarah tidak menganggap aku penting ya? Sehingga dia sengaja tidak menghubungiku saat pergi.


Tanggapan itu tentu ditepis oleh mama. Saat aku menceritakan semua hal yang ada di pikiranku saat makan malam kemarin, mama selalu bilang kalau mungkin saja ada hal lain yang harus Sarah kerjakan di sana. Mungkin juga belum sempat membuka ponsel. Aku mengangguk dan berusaha mengerti keadaan Sarah meskipun di hatiku masih ada seribu pertanyaan yang mengganjal.


Aku mengambil buku novel yang kubeli pekan kemarin. Penulis favoritku sudah merilis buku baru Aku sudah lama iku pre order buku ini, tapi selalu saja kehabisan. Hingga aku menemukan toko yang masih tersisa satu buku. Tentu saja langsung kubeli saat itu juga.


Aku penggemar novel fiksi romantis. Tentu saja ada banyak buku yang kuincar setiap bulan. Kata Candra, inilah yang membuatku selalu berhalu dan enggan berusaha di dunia nyata, ya karena aku terlalu sibuk dengan dunia yang kubuat sendiri. Aku tidak menolak pendapat itu, meskipun pendapat Candra sangat menybalkan. Karena ada benarnya juga.


Kau tahu kenapa aku selalu suka buku? Karena di sana aku bisa masuk ke dunia lain, di sana ada banyak hal yang bisa kudapatkan. Membaca novel itu seolah bisa menjadi obat dari rasa bosanku pada dunia. Tetapi tetap saja, sampai sekarang aku masih saja merasa bosan sama dunia yang serba menyebalkan ini.

__ADS_1


Aku membuka buku lembar demi lembar, hingga aku larut di dalamnya. Oh tidak! Buku ini ternyata begitu menguras air mata. Aku benar-benar tidak bisa menahannya. Aku sampai kelesotan di atas lantai sembari membaca buku ini.


"Can, ada Pak Pos tuh"


Teriak mama dari dapur.


Teruntuk Cantika, Sahabat Terbaikku.


Can, Lo pasti kaget karena tiba-tiba gue ngilang. Maafin gue yah, gue buru-buru banget dijemput Ayah soalnya Bunda sakit. Gue syok banget liat bunda di rumah sakit, sampe gue lupa dimana HP gue. Kayaknya HP gue udah dicuri orang deh. Gatau lagi gimana. Oiya, Bunda udah sembuh dan udah sadar juga. Tapi gue udah nggak bisa balik ke rumah Can. Gue bakalan menetap di Surabaya sampe lulus. Lo jaga diri baik-baik ya. Gue sengaja ngirim pake surat supaya lebih spesial aja. 

__ADS_1


 


Salam


Sarah


Aku menutup surat itu. Perempuan itu aneh sekali memang. Heu, padahal tinggal ngirim pakai pesan aja. Cuma, aku lega karena sudah tahu penjelasan dari Sarah. Meskipun sejujurnya aku merasa sedih karena tidak bisa bertemu dengan Sarah lagi.


Ya, aku sedih karena hari ini aku kehilangan teman terbaikku. Aku harus benar-benar berjuang sendirian dan makan siomay sendirian juga. Menyebalkan rasanya. Padahal hutang sotonya Sarah belum dibayar.

__ADS_1


__ADS_2