
Tokk....Tokk....Tokk....
Suara ketukan pintu membangunkan Marsya.
Marsya mengerjapkan mata-nya.Kemudian merenggangkan otot tangan-nya yang terasa kaku.Saat akan menggerakkan kaki-nya.Marsya merasa bagian ******-nya nyeri dan sedikit ngilu ketika di gerakan.
Marsya membuka matanya perlahan terkejut berusaha mencerna kondisi-nya.
Marsya membuka selimut mengintip keadaannya di balik selimut.Tubuh-nya polos tak tertutupi apapun selain selimut.
Marsya melihat di samping-nya.Ada sosok pria penyebab ini semua.
"Jika di perhatikan ganteng juga....Tapi sayang pemaksa...Owh....aku tidak menyangka keperawanan-ku....diambil oleh orang yang tak ku kenal."
Keluh Marsya dalam hati.
Marsya segera turun dari ranjang.Perlahan-lahan Marsya berjalan memunguti pakaian-nya.Marsya menghela nafas panjang.
"Sepertinya pakaian-ku tidak bisa ku pakai lagi." Ucap-nya pada diri sendiri.
Marsya meletakkan pakaian_nya di kursi.kemudian masuk kedalam kamar mandi.
Membersihkan ********-nya yang masih terdapat darah di paha dan vaginanya.
Setelah-nya Marsya menangis di bawah guyuran air shower.Marsya menggunakan bathrobe yang tersedia.Marsya keluar dengan langkah pelan.Bagian inti-nya masih sakit terasa seperti ada yang mengganjal.
Ketika Marsya keluar dari kamar mandi.Maxx sudah duduk di tepi ranjang.sembari melihat ke atas kasur.Marsya mengikuti arah pandangan Maxx.Ada bekas darah di kasur.Marsya yang melihat itu pun langsung mengalihkan pandangannya.
__ADS_1
Maxx kemudian bangun dari tepi tempat tidur.dan langsung membelakangi Marsya.
"Apa yang kamu inginkan sebagai imbalan telah menolongku.Katakanlah..." Tanya Maxx pada Marsya.
Marsya terdiam mencerna ucapan Maxx.
"Tidak ada keinginan.Aku tahu keinginan wanita sepertimu. Menikahlah dengan-ku.Aku jamin kamu akan hidup bergelimang kemewahan." Ucap maxx dengan enteng-nya seolah menggampangkan pernikahan.
"Dua milyar." Ucap Marsya singkat.
"Dua milyar?Kamu tidak ingin menikah denganku?Aku tidak pernah memberi penawaran 2kali.Pikirkan keputusanmu baik-baik." Ucap Maxx dengan penuh ketegasan.
"Berikan aku 2 milyar.kamu tidak perlu bertanggung jawab." Ucap Marsya singkat.
Ironis sekali nasib-mu Marsya
Sungguh sangat menyedihkan.
"Apa kamu sugar baby yang suka menjual diri demi uang?2 milyar hanya uang receh bagiku.Tapi apa kamu pantas di bayar semahal itu." Ucap Maxx dengan nada sinis.
Marsya meremas bathrobe dengan kedua tangan-nya.
Marsya menahan emosi-nya.
Marsya membiarkan Maxx menghina-nya.Tak apalah asal setelah ini Marsya tidak lagi bertemu dengan Maxx.
__ADS_1
"Anggap saja aku seperti itu.Anggap saja aku seperti apa yang kamu pikirkan." Ucap Marsya tegas.
Maxx melilitkan handuk ke tubuh bagian bawahnya.Kemudian mengambil cek di dalam nakas.Lalu menuliskan nomimal uang yang di sebutkan Marsya.
"Ambil cek ini.Segera pergilah dari sini.Dan ingatlah jangan pernah muncul di hadapanku lagi." Ucap Maxx seraya melemparkan cek ke atas kasur.
Kemudian Marsya mengambil cek itu.Saat melihat nomimal uang yang tertera di cek tersebut Marsya sangat terkejut.
"Maaf....tuan Maxx yang terhormat.Anda salah menuliskan nomimal uang-nya.Ini terlalu banyak." Ucap Marsya
"Sisa uang itu bisa kau gunakan nanti.Jika kau nanti hamil anak-ku,gugurkan saja dengan uang itu.Aku tak ingin mempunyai anak dari-mu." Ucap Maxx tajam dan dingin.
"Pakai baju-mu.Aku telah menyuruh bik Cha menyiapkan baju-mu.Segera tinggalkan mansion ini.Aku sudah memberitahu para penjaga untuk memberikan akses untuk-mu."Ucap Maxx seraya masuk ke kamar mandi. Meninggalkan Marsya yang terdiam mencerna ucapan Maxx.
Tokk....tokk....
Pintu kamar langsung terbuka.
"Nona ini baju-nya....Kalau nona mau sarapan semua sudah tersedia di meja makan."
Ucap bik Cha.
"Terimakasih...."Sahut Marsya dingin.
Bik Cha lantas meninggalkan Marsya.
Dengan segera Masya mengenakan baju pemberian bik Cha.
__ADS_1
Kemudian segera meninggalkan mansion Maxx.