
Tak lama mereka pun tiba di kediaman pria itu.Bukan rumah lebih tepat-nya Mansion.Penjagaan-nya sungguh ketat.Dari Gerbang utama menuju pintu depan rumahnya saja lumayan sangat jauh.
"Seperti-nya anda bukan orang sembarangan tuan.Rumah anda terlihat seperti sebuah mansion" ucap Marsya pada pria itu.
"Masuklah dahulu.Aku akan menyuruh maid-ku menjamu-mu." Ucap pria itu bergegas keluar dari mobil Marsya menuju ke dalam rumah-nya.
"Heii....tuan....ini sudah malam.Aku mau pulang saja." Teriak Marsya kesal seraya membuka pintu mobilnya.
Namun pria itu mengabaikan-nya.Pria itu langsung masuk ke pintu utama.
"Huft....mimpi apa aku semalam bisa berurusan sama orang kayak gitu.Lebih baik aku pulang saja." Ucap Marsya pada dirinya sendiri.
Marsya melajukan mobilnya menuju gerbang utama.Namun para penjaga menahan-nya.Tidak memperbolehkan-nya keluar sebelum ada ijin dari pemilik rumah.
"Tolong bukakan pintu gerbang-nya pak satpam yang baik hati" ucap Marsya.
"Maaf nona....tapi tuan tidak menjawab telepon-nya." Ucap satpam penjaga itu.
"Cobaan apalagi ini....Pak saya mau pulang ini sudah malam.Apa bapak tidak kasihan sama saya.Saya kesini cuma mengantar pria itu.Bukan saya mau maling atau merampok.Coba bapak
cek saja mobil saya." Ucap Marsya berusaha sabar.
__ADS_1
"Maafkan saya nona....ini sudah menjadi peraturan disini.Jika Tuan belum memberikan ijin maka nona tidak di perbolehkan pergi dari sini.Sebaik-nya nona kembali ke rumah utama." Ucap penjaga itu tegas.
"Menyebalkan....gara-gara pria itu aku jadi tidak bisa pulang...." Ucap Marsya memutar balik mobilnya menuju ke rumah utama.
Sesampainya di depan rumah utama.Marsya di sambut oleh beberapa maid.
"Selamat malam nona.Tuan menyuruh kami menjamu nona.Silahkan masuk nona." Ucap seorang wanita paruh baya.
"Maaf....Apakah bisa saya pulang sekarang.Saya tadi sudah sampai gerbang tapi di suruh masuk kembali.Benar-benar menyebalkan...."ucap Marsya.
"Perkenalkan nama saya Bik cha.Maaf nona untuk akses keluar masuk hanya tuan yang memiliki wewenang untuk itu.Kami hanya di suruh untuk menjamu nona." Ucap wanita paruh baya itu menjelaskan.
"Tidak.Aku tidak lapar.Aku ingin pulang.Aku ingin istirahat." Ucap Marsya memelas.
"Baiklah nona.Kami akan menyiapkan kamar untuk nona.Mohon nona tunggu sebentar." Ucap wanita paruh baya bernama Bik Cha.
"Aku ingin beristirahat di kamarku bukan beristirahat disini.Ku mohon mengertilah. Aku ingin pulang." Ucap Marsya setengah memaksa.
Namun para maid tidak memperdulikan ucapan Marsya.Mereka segera membubarkan diri setelah mendapat kode dari Bik Cha.
Marsya memilih duduk sambil menyandarkan punggungnya di atas sofa ruang tamu.Efek lelah yang Marsya rasakan hari ini.Membuat Marsya tidak sengaja tertidur.
__ADS_1
"Nona...Bangun." Ucap Bik Cha menepuk halus tangan Marsya.
"Ehh...." Gumam Marsya sambil membuka mata-nya.
"Kamar-nya sudah siap nona.Silahkan nona beristirahat di kamar." Ucap Bik Cha mempersilahkan.
Baru saja Marsya akan melangkahkan kaki-nya.
Suara pintu utama terbuka.
Seorang laki-laki seperti tergesa-gesa melangkahkan kaki-nya menuju tangga.
"Siapa dia bik?" Tanya Marsya penasaran.
"Dokter Alvian.Dokter keluarga sekaligus sahabat tuan Maxx nona." Ucap Bik Cha.
"Apa pria itu sakit parah?Aku lihat tadi dia seperti menahan kesakitan.Apakah boleh aku melihat-nya." Ucap Marsya pada Bik Cha.Rasa kantuknya menguap begitu saja berganti rasa penasaran.
"Silahkan...jika nona ingin melihat tuan.Mari saya antar." Ucap Bik Cha.
Marsya mengikuti langkah bik Cha menaiki tangga menuju lantai atas.
__ADS_1