
Apartment Marsya
"Akhirnya sampai juga...." gumam Marsya seraya merebahkan tubuhnya di atas sofa apartement-nya.
Drtt....drtt......
Cozz I love you.....
Cozz I need you.....
Suara getar handphone Marsya mengusik-nya. Mau tak mau Marsya pun akhirnya menjawab panggilan itu saat melihat nama si pemanggil.
"Hallo.....ada apa livia...? Apa ada yang penting sehingga kamu menelpon-ku malam" begini?" Ucap Marsya saat tahu yang menelpon-nya sang sekretaris yang tak lain adalah Livia.
"Permisi....apa ini dengan Bu Marsya?" Suara seorang laki-laki terdengar bertanya.
"Iya....saya Marsya. Ada apa dengan Livia?" Ucap Marsya sedikit panik.
"Sepertinya Livia mabuk berat.Maaf apakah bisa anda menjemput-nya.Karena saya kebagian shift malam jadi tidak bisa mengantar_nya pulang" ucap laki-laki itu.
"Baiklah saya akan menjemput-nya.Tolong kirimkan alamat-nya ke WhatsApp saya."Ucap Marsya seraya mengambil kunci mobil-nya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Bu.Akan saya kirimkan segera alamat-nya." ucap laki-laki itu kemudian.
Marsya bergegas menuju alamat yang dikirim.Suasana tengah malam yang lenggang memudahkan Marsya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Tak lama Marsya pun tiba di Martinez club's & barr.Setelah memarkirkan mobilnya.Marsya bergegas masuk mencari keberadaan Livia.
Ketika Marsya melewati meja ketiga.Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.Refleks Marsya yang kaget langsung membalikkan badannya.
"Maaf membuat anda kaget.Apakah anda Bu Marsya atasannya Livia?" Tanya laki-laki yang menepuk pundak Marsya.
"Iya.Dimana Livia?" Ucap Marsya.
"Saya Dinan teman Livia yang menelpon ibu tadi.Livia sudah di jemput oleh Marco kakaknya.Baru saja Marco membawa Livia pulang."Ucap laki-laki yang mengaku teman Livia.
"Maaf saya jadi mengganggu waktu ibu.Saya pikir Marco tidak akan menjemputnya.
Oleh karena itu tadi saya menghubungi ibu." Ucap Dinan pada Marsya.
"No problem....Kalau saya ada di posisi kamu. Saya pun akan melakukan hal yang sama.Ok...kalau begitu saya pulang dulu.Ini kartu nama saya.Kalau ada apa-apa dengan Livia Jangan sungkan segera hubungi saya." Ucap Marsya seraya memberikan kartu namanya.
"Terimakasih Bu.Benar kata Livia ibu memang atasan yang sangat baik serta humble.Sekali lagi saya mohon maaf telah mengganggu waktu ibu." Ucap Dinan seraya mengambil kartu nama Marsya.
__ADS_1
"Livia terlalu berlebihan memujiku.Permisi Dinan....saya pulang dulu." Ucap Marsya seraya melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu.
Sesampainya di tempat parkir. Tiba-tiba tangan-nya di tarik seseorang.Marsya meringis kesakitan.Tangan-nya di cengkram dengan sangat kuat oleh orang itu.
"Tolong.....tolong....saya....."Ucap seorang pria yang mencengkram erat tangan-nya.
"Sakitt....bisakah kamu melepaskan cengkraman tangan-mu ini...." Ucap Marsya sambil meringis.
"Please....tolong saya....." Ucap pria itu melepaskan cengkraman-nya.
"Apa yang harus saya lakukan untuk menolong-mu?" Tanya Marsya.
"Tolong antarkan saya pulang." Ucap pria itu seperti menahan kesakitan.
"Bagaimana kalau saya panggilkan taksi untuk anda tuan?" Tanya Marsya.
"Saya sudah sangat kesakitan.... tolong antarkan saya.Saya bayar berapapun yang kamu mau.Tolong saya....." Ucap pria itu.
"Ba.... baiklah..." Ucap Marsya yang tidak tega melihat pria itu seperti kesakitan.
"Terimakasih....Ayo cepat-lah. Aku akan menunjukkan jalan-nya." Ucap pria itu bergegas masuk ke dalam mobil Marsya.
__ADS_1
Sambil menahan kesakitan pria itu memberikan arahan jalan pada Marsya.Marsya mengikuti arahan pria itu seraya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata sesuai permintaan pria itu.