
Monica meninggalkan ruangan Maxx untuk mempersiapkan meeting room.
Pukul 9:30 beberapa perusahaan mulai memasuki ruangan meeting.Marsya datang bersama dengan livia.Sementara leo dengan indah.Pukul 10 tepat Maxx memasuki meeting room.
"Perkenalkan ini adalah tuan Afanesei Maxx Crazen owner AMC group." Ucap Monica pada peserta meeting.
Beberapa perusahaan terlihat kagum melihat sosok AMC itu.Lain hal-nya dengan Marsya dia malah tertegun menatap maxx.Tak menyangka pria yang semalam menginap di apartementnya adalah Raja-nya AMC group.
Tanpa sadar Marsya meremas tangan livia.Marsya terkejut ketika tangan-nya di tepuk halus oleh Livia.
"Ibu tidak apa-apa...." Ucap Livia.
"Hhh....I'm fine Livia...." Ucap Marsya mencoba menenangkan diri sendiri.
"Sepertinya ibu mengenal tuan Afanesei?" Ucap Livia.
"Sudah tidak usah di bahas.Lebih baik kita fokus pada Pitching ini." Ucap Marsya.
Livia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum pada Marsya.
Satu persatu perusahaan mulai mempersentasikan projects-nya.
Kini tiba giliran Marsya.
Marsya tidak pernah segugup ini.Marsya selalu bisa mengendalikan emosi-nya.Tapi tidak kali ini saat ada Maxx yang selalu menatap ke arah-nya.
Setelah selesai Marsya Pitching-pun.Maxx masih tetap menatap ke arahnya.
"Bagaimana tuan Afanesei....Apa ada yang ingin disampaikan?." Tanya Monica.
__ADS_1
"Tidak ada." Ucap Maxx sambil melirik Monica sebentar mengalihkan perhatian-nya dari Marsya.
Maxx berdiri dari duduknya.
"Terimakasih atas waktu yang sudah diberikan untuk perusahaan kami.Terimakasih juga untuk pitching terbaik milik perusahaan kalian.AMC group akan segera mengumumkan perusahaan yang akan menangani tender ini secepatnya.Siapapun yang memenangkan tender ini.Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik.Juga untuk perusahaan yang belum terpilih.Bisa mengikuti tender yang akan saya buat untuk bulan depan.Meeting saya tutup sampai disini.Selamat siang." Ucap Maxx menutup acara meeting seraya meninggalkan meeting room.
Satu persatu perusahaan mulai
meninggalkan meeting room.
"Livia....kamu duluan saja.Aku mau ke toilet dulu." Ucap Marsya pada Livia.
"Permisi kalau toilet sebelah mana yach?" Tanya Marsya pada Monica.
"Di lorong sebelah kiri setelah ibu keluar dari ruangan ini." Ucap Monica.
"Terimakasih..." Ucap Marsya.
"Mau saya antar Bu...?" Tanya Livia.
"Tidak usah.Kamu boleh langsung Istirahat makan siang." Ucap Marsya.
"Baik Bu.Saya pamit duluan yach Bu." Ucap Livia
"Iya." Ucap Marsya sambil melangkah menuju toilet.
"Aku ingin sekali mundur dari tender ini kalau saja aku tidak mengingat Leo sedang membutuhkan projects ini." Gumam Marsya pada dirinya sendiri.
Setelah selesai Marsya meninggalkan toilet.Lalu berjalan melewati meeting room.Tetapi langkah Marsya terhenti saat mendengar suara ******* seseorang.
__ADS_1
"Akhh.....akhh.....pelan...pelan....honey...." ******* suara wanita itu terdengar nyaring.
"Kamu sangat nikmat dan sempit.Aku....akhh....." Suara ******* pria itu berbarengan dengan ******* wanita itu.
"Meeting room....berubah menjadi desah room..." Ucap Marsya melanjutkan langkahnya sambil menggelengkan kepalanya.
Sesampainya di lobby Marsya bertemu pak Ujang.
"Kebetulan nyonya ada disini.Bolehkah saya titip makan siang untuk tuan.Saya mau menjemput bik Cha yang sudah selesai berbelanja." Ucap pak Ujang menyodorkan bungkusan makanan pada Marsya.
"Saya sudah mau pulang pak Ujang." Ucap Marsya.
"Tolong saya nyonya....kalau terlambat saya bisa kena omel bik Cha." Ucap pak Ujang bergegas keluar menuju mobil.
"Maxx....kenapa sich hobby kamu itu menyusahkan orang saja." Gumam Marsya.
"Siapa yang membuat susah..." Ucap seseorang yang tak lain adalah Maxx.
"Ekhh....itu tadi aku kesusahan mencari kunci mobil." Ucap Marsya.
"Tadi pak Ujang menitipkan ini untukmu." Ucap Marsya sambil memberikan bungkusan makanan pada Maxx.
"Ikut aku...." Ucap Maxx sambil menarik tangan Marsya.Menuju ke dalam lift khusus-nya.
"Temani aku makan siang.Aku ingin di suapi." Ucap Maxx terdengar seperti perintah.
"Tapi....." Belum selesai Marsya berbicara .
"Ikut aku...." Potong Maxx sambil menarik tangan Marsya.Menuju ke dalam lift khusus-nya.
__ADS_1
"Dasar pemaksa...." Gerutu Marsya.
"Terimakasih atas pujiannya..." Ucap Maxx.