
Marsya hanya tersenyum sambil bangkit hendak membuka pintu.
"Jangan....biar aku saja." Ucap Maxx menahan Marsya.
Marsya hanya menganggukkan kepalanya.
Baru saja Maxx membuka pintu apartement.
"Kenapa lama sekali....?" Tanya Sharon yang belum sadar siapa yang membuka pintu.
"Mengganggu saja...." Ucap Maxx setelah tau yang datang Sharon.
"Ekhh....kenapa kau ada disini?Marsya mana...?" Tanya Sharon sambil melirik tajam Maxx.
"Ada di dalam." Jawab Maxx cepat.
"Jangan di tutup pintunya.Leo sebentar lagi sampai." Ucap Sharon ketika melihat Maxx akan menutup pintu.
Maxx pun meninggalkan sharon di sofa.
"Ada...Sharon." ucap Maxx memberitahu Marsya.
"Mandi dulu sana....Aku mau menemui Sharon dulu." Ucap Marsya.
"Iya....." Sahut Maxx sambil melangkah menuju kamar Marsya.
"Hai....bee...." Sapa Marsya pada Sharon yang tengah fokus pada handphone-nya.
"Beeibb.... sebentar lagi leo kesini.Kita makan malam di luar yuk....?" Ajak Sharon.
__ADS_1
"Makan malam di sini saja.Nanti biar aku pesan dari luar menu-nya.Gimana bee...?" Usul Marsya.
"Tunggu leo saja.Katanya dia mau traktir seafood.Lagian ngidam dedek bayi Khan belum kesampaian." Sahut Sharon.
Tak lama Leo pun datang.
"Hai semua-nya...." Ucap leo menyapa Marsya dan Sharon.
"Ini aku bawakan donat dan pizza." Lanjut leo.
"Makasih....papi leo....." Ucap Marsya.
"Sama-sama.Gimana khabar-nya kesayangan papi...." Tanya leo sambil mengelus lembut perut Marsya.
"Ikhh....curang.Aku aja belum nyapa.Halo sayang-nya mami Sharon...." Protes Sharon sambil ikut mengelus lembut perut Marsya.
"Afan udah tau kamu hamil?" Tanya Sharon.
Marsya menganggukkan kepalanya pelan.
"Kamu yang kasih tau?" Tanya Sharon lagi.
"Bukan.Pas pulang dari ulang tahun Shakila.Aku pingsan di parkiran.Beruntung ada pak Ujang yang lihat.Pak Ujang nelpon Maxx.Trus aku di bawa ke mansion.Aku ngga ingat apa-apa.Pas bangun dah di infus.Maxx marah banget pas tahu aku hamil." Ucap Marsya.
"Bastard....Yang bikin kamu hamil Khan dia.Harus-nya kamu yang marah." Ucap leo emosi.
"Aku Khan dah bilang.Aku sama Maxx hanya hubungan saling menguntungkan.Ngga lebih.Aku yang salah di sini." Ucap Marsya.
"Bela aja terus....Lama kelamaan bisa besar kepala tuch Tuan muda." Ujar Leo kesal.
__ADS_1
"Bukan aku membela Maxx.Tapi posisinya memang aku yang salah.Harusnya aku minum pill control brith.Dari awal Maxx selalu bilang kalau aku ngga boleh melahirkan anaknya.Apapun resikonya aku terima.Asal Maxx membiarkan dedek bayi tetap hidup." Jelas Marsya penuh keyakinan.
"Aku bakal selalu dukung apapun keputusan kamu beeibb...." Ucap sharon.
"Aku yang akan maju paling depan.Kalau maxx minta kamu menggugurkan dedek bayi." Ucap leo.
"Makasih....tanpa kalian.Aku ngga yakin bisa melewati semua ini dengan mudah." Ucap Marsya sambil memeluk kedua sahabatnya.
"Itu gunanya sahabat beeibb...." Ucap sharon membalas pelukan Marsya.
"Aku buatkan minuman dulu sebentar." Ucap Marsya pada Sharon dan leo.
Maxx menghampiri Marsya yang sedang membuat minuman.
"Sayang....Aku pergi dulu....." Ucap Maxx sambil ngelus rambut Marsya.
"Mau kemana....?" Tanya Marsya.
"Ada urusan sebentar.Mau sekalian aku belikan sesuatu....?" Ucap Maxx sambil mengelus perut Marsya lembut.
"Tidak...usah...Tadi Leo juga bawa donat dan pizza." Ucap Marsya sambil meletakkan minuman di atas nampan.
"Leo owner Axel corporindo?" Tanya Maxx sambil mengerutkan keningnya.
"Iya....Leo adalah sahabat-ku dari sekolah dasar." Jelas Marsya.
"Owh...ya sudah.Aku pergi dulu..." Ucap Maxx sambil mencium kening Marsya.
Marsya menatap kepergian Maxx dengan perasaan tak rela.Kalau boleh jujur Marsya ingin menahan Maxx.Tapi apa hak Marsya melarang maxx pergi.
__ADS_1