Cara-ku.....Mencintai-mu.....

Cara-ku.....Mencintai-mu.....
Aku Masih perawan


__ADS_3

Kamar utama Maxx


"Apa yang kamu minum di club tadi Maxx?" tanya dokter Alvian


"Tolongg.......panass...banget.....padahal aku udah berendam air dingin.Tapi tetep aja....panass....aku....udah ngga tahan...."Rintih pria bernama Maxx pada dokter Alvian.


"Apa yang harus aku lakukan.Sepertinya ada yang menaruh obat perangsang di minuman-mu.Kenapa kamu bisa ceroboh." Ucap dokter Alvian menahan kesal.


"Tolongg....beri aku suntikan seperti biasa.Aku sudah tidak tahan." Teriak Maxx pada Alvian.


"Tidak semudah itu Maxx.Dosis obat yang diberikan terlalu tinggi.Itu bisa merusak sel-sel saraf pusat dalam tubuh-mu." Ucap dokter Alvian seraya memijat keningnya.


Tokk....tokk....tokk....


Suara ketukan pintu membuat mereka menyelesaikan pembicaraan.


"Permisi tuan...nona ingin menemui tuan." Ucap bik Cha.


"Masuklah bik Cha...." Ucap dokter Alvian memberikan ijin.


Bik Cha membukakan pintu.Marsya melangkah masuk ke kamar Maxx.


"Maaf....bagaimana keadaan tuan.Apakah sudah selesai  di suntik dokter alvian?" tanya bik Cha.


"Panass.... Panass....banget bik...." Ucap Maxx sambil melepaskan kaos-nya.


Seketika Marsya tercengang melihat-nya.

__ADS_1


"Aa...apa yang terjadi?kenapa dia harus di suntik?" tanya Marsya penasaran.


"Apa kau masih perawan?" Tanya dokter alvian sambil melihat Marsya dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Ap...apa maksud-mu menanyakan keperawanan-ku?" Ucap Marsya sambil merapatkan kedua kakinya.


"Jawab saja....aku tanya apa kau masih perawan atau tidak?" Ucap dokter Alvian sedikit kesal.


"Tentu saja aku masih perawan.Memang kau pikir aku apa hah...?Jangan seenaknya saja kamu merendahkan-ku." Geram Marsya marah.


"Bagus...kalau kau masih perawan.Bik Cha cepat bantu aku memeriksa-nya.Kita lihat kau masih perawan atau tidak?" Ucap dokter Alvian tersenyum sinis.


"Heii....siapa kau berani-beraninya mau memeriksa-ku.Aku tidak akan mengijinkan kalian memeriksa ku." Teriak Marsya.


Saat Marsya akan berlari.Bik Cha dan para maid yang lain sudah lebih dulu memegang  Marsya.Mereka membawa Marsya ke sebuah ruangan.Dan mulai memeriksa Marsya.Tak lama mereka pun membawa Marsya ke kamar utama.


"Bagaimana bik Cha?" tanya dokter Alvian.


"Kalian keterlaluan.Memang-nya kalian pikir aku wanita murahan apa hah....?" Teriak Marsya.


"Bekerjasama_lah dengan kami.Kami mohon tolong bantu Maxx.Kami akan memberikan apapun yang kamu mau." Ucap dokter Alvian sambil berlutut di hadapan Marsya.


"Apa...apaan kamu berlutut segala.Aku ngga mau yach harus menjadi pelampiasan tuan-mu itu." Geram Marsya marah.


"Saya mohon nona....kalau tidak tuan bisa mati nona.Efek dari obat perangsang yang sudah sering tuan minum bisa membuat sel-sel saraf tuan rusak nona.Bik Cha mohon bantuannya nona...." Ucap bik Cha memohon sambil berlinang air mata.


Marsya melangkah mundur.Hingga membentur tembok.

__ADS_1


"Jangan memohon kepada-ku.....Aku tidak bisa melakukan-nya....."


Ucap Marsya.


"Tolong-lah....nona....Aku tahu nona orang baik." Ucap bik Cha langsung memeluk Marsya.


"Aku tidak bisa melakukan-nya bik...." Ucap Marsya sambil berlinang air mata.


Marsya sangat merindukan pelukan hangat seorang ibu.Ketika bik Cha memeluk-nya Marsya merasa nenek-nya lah yang memeluk-nya.


"Bik Cha...." Ucap dokter Alvian memberi kode pada bik Cha.


Bik Cha & Dokter Alvian langsung meninggalkan kamar Maxx.Lalu menguncinya dari luar.


"Bik Cha....Dokter Alvian.....kenapa kau mengunci pintunya.....Aku mau pulang...."Teriak Marsya.


"Tolongg....panass....tolong aku...." Teriak Maxx.


"Tuan Maxx.... cobalah anda berendam air dingin." Ucap Marsya memberi saran.


"Aku sudah melakukan-nya....tapi tetap saja.... pengaruh obat-nya tidak hilang...." Ucap Maxx frustasi.


"Tenanglah  tuan....coba kau tarik napas dalam-dalam kemudian kau keluarkan perlahan." Ucap Marsya seraya mendekati Maxx.


Saat Marsya sampai di tepi ranjang.Maxx langsung memeluk-nya.Kemudian Maxx mencium bibir-nya lembut.Lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut.


"Tuan....sadarlah...."ucap Marsya panik ketika ciuman itu terlepas.

__ADS_1


"Bantu aku....please....aku akan memberikan apapun yang kamu mau...." Ucap Maxx memaksa.


"Jangan tuan....Aku...."Ucapan Marsya terbungkam oleh ciuman Maxx.Marsya terus meronta. Tapi Maxx terus mencium-nya dan mengunci tangan Marsya dengan tangannya.


__ADS_2