Cara-ku.....Mencintai-mu.....

Cara-ku.....Mencintai-mu.....
Menginap di Apartement


__ADS_3

Maxx menghentikan ciumannya.lalu mengusap bibir Marsya yang basah.


"Ikut aku pulang....atau aku akan menginap disini." Ucap Maxx tegas.


"Tidak keduanya Maxx...." Ucap Marsya lembut.


"Pilih salah satu....." Ucap Maxx tajam.


"Kau boleh tidur di ranjang-ku....Aku akan tidur di sofa." Ucap Marsya mengalah.


"Tidak....Biar aku saja yang tidur di sofa." Ucap Maxx.


Marsya hanya menganggukkan kepalanya.


Marsya melangkah menuju sofa mengambil laptop-nya kemudian menyimpan-nya di kamar.


Tak lama Marsya pun keluar dengan membawa bantal dan selimut.


"Ini untukmu tidur." Ucap Marsya pada maxx yang terus memperhatikannya.


Maxx mengambil-nya tanpa berkata apapun.


Marsya pun masuk kembali ke kamar-nya.Merebahkan tubuh-nya hingga pagi menjelang.


Marsya terbangun saat jam di atas meja menunjukkan pukul 5 pagi.


Marsya mencepol rambut-nya.Lalu mencuci muka dan menggosok gigi-nya.Setelah itu Marsya melangkahkan kakinya keluar kamar.


Marsya melihat Maxx yang tidur diatas sofa.Maxx terlihat tidak nyaman.


Marsya mendekati Maxx.

__ADS_1


Menatap dalam lelaki yang telah mengambil keperawanan-nya itu.


Entah mengapa hati Marsya menghangat hanya dengan memandang wajah lelaki itu.


"Maxx...." Ucap Marsya seraya menepuk pelan tangan Maxx.


Maxx hanya merubah posisi tidur-nya.


"Maxx.....bangun sudah pagi....." Ucap Marsya menepuk tangan Maxx sekali lagi.


Maxx membuka matanya. Melirik jam di pergelangan tangannya.Lalu menatap Marsya.


"Ayo bangun....Cuci muka lalu gosok gigi.Aku akan menyiapkan sarapan." Ucap Marsya seraya bangkit berjalan menuju dapur.


Setelah menyelesaikan masakan nya.Marsya memanggil Maxx untuk sarapan.


"Makanlah dulu....Aku sudah memasak sarapan." Ucap Marsya.


"Sok sibuk...." Cibir Marsya.


Maxx melirik Marsya lalu tersenyum.


"Tunggu sebentar..."ucap Marsya sambil melangkah menuju dapur mengambil kotak makan lalu memasukkan  masakan-nya ke dalam kotak itu.kemudian menyusunnya di dalam tas bekal makanan.


"Aku titip ini untuk pak Ujang." Ucap Marsya memberikan tas bekal itu pada Maxx.


"Untukku mana....?" Tanya Maxx.


"Tadi katanya tidak mau....Lagian masakanku tidak seenak masakan koki di mansion-mu." Sindir Marsya.


"Aku akan langsung ke kantor tidak pulang dulu istriku....." Ucap Maxx menjelaskan.

__ADS_1


"Pergilah....aku mau siap-siap ke kantor." Ucap Marsya.


"Ya sudah....ini untuk-ku saja...." Ucap Maxx sambil tersenyum.


"Up to you....." Ucap Marsya.


Maxx meninggalkan apartment Marsya sambil membawa tas bekal.


"Seperti mau sekolah saja...." Gumam Maxx sambil tersenyum sendiri menatap tas bekal makanan.


"Tuan kelihatan bahagia sekali.Saya ikut senang tuan." Ucap pak Ujang.


"Nyonya-mu itu unik sekali.Dia memberikan tas bekal makanan ini padaku." Ucap Maxx.


"Nyonya memang sangat mandiri dan rendah hati.Nyonya memang berbeda dari yang lain." Ucap pak Ujang.


"Tentu saja berbeda....itu sebab-nya aku ingin menjadikan dia sebagai nyonya di mansion-ku. Meskipun dia selalu menolak-ku." Ucap Maxx penuh keyakinan.


Maxx tidak habis pikir banyak wanita di luar sana yang menginginkan menjadi istrinya.Bahkan puluhan wanita rela melakukan one night stand dengan-nya.Tetapi Marsya berbeda.Ketika Maxx menawarkan pernikahan Marsya selalu menolak-nya.


"Saya pasti akan mendukung tuan untuk mendapatkan hati nyonya." Ucap pak Ujang dalam hatinya.


Gedung AMC group.


"Bagaimana monica....ada berapa perusahaan yang ikut dalam tender ini?" Tanya lelaki yang tidak lain adalah Maxx.kepada asistennya Monica.


"Kurang lebih ada 10 perusahaan.Itu semua adalah perusahaan terbaik di Indonesia.Kita bisa menseleksi ulang apabila belum sesuai dengan keinginan tuan Afanesei." Ucap Monica menjelaskan.


"Jam berapa meeting di mulai?" Ucap Maxx sambil membuka tas bekal makanan-nya.


"Pukul 10.Sesuai dengan jadwal di agenda.Tumben sekali tuan membawa bekal. "Ucap Monica.

__ADS_1


"Sedang ingin saja...." Ucap Maxx sambil melahap makanannya.


__ADS_2