Cara-ku.....Mencintai-mu.....

Cara-ku.....Mencintai-mu.....
Segala sesuatu dinilai dengan uang


__ADS_3

Marsya memutuskan membuat bubur untuk Maxx.


Setelah Marsya membuat bubur.Marsya membersihkan tubuh-nya.


Di bawah guyuran shower.


Marsya masih tidak habis pikir.Kenapa dia bisa terlibat sejauh ini dengan Maxx.


Pupus sudah niatan awal Marsya menjauhi Maxx setelah kejadian itu.Entah mengapa Marsya merasa takdir sedang mempermainkannya.


Sesungguhnya Marsya benci keadaan ini.Kalau bukan demi membantu leo.Marsya tidak sudi lagi berurusan dengan Maxx.


Bagi Marsya lelaki sama saja.Terlahir hanya untuk menyakiti perempuan.


Menjadikannya sebuah mainan.Setelah bosan membuangnya.


Marsya membenci perasaan yang mulai tumbuh di hatinya untuk Maxx.Marsya tidak ingin perasaan itu berkembang.


Marsya belum siap untuk tersakiti lagi.


Setelah selesai membersihkan tubuh-nya.Marsya mengenakan pakaian santainya.


Maxx masih belum bangun juga.


Tiiingg....Noongg....


Tiiingg....Noongg....


Suara bell mengurungkan niat Marsya untuk membangunkan Maxx.


Ternyata yang datang adalah dokter Alvian.


Setelah mengecek kondisi Maxx.Dokter Alvian menyuntikan obat lewat infus perlahan.

__ADS_1


"Kenapa Maxx belum bangun juga..." Tanya Marsya pada dokter alvian.


"Tidak perlu khawatir.Semua hasil test bagus.Maxx hanya kelelahan dan sedikit dehidrasi.Tidur juga salah satu cara memulihkan stamina." Jelas dokter Alvian.


"Baiklah....aku akan menunggu Maxx bangun." Ucap Marsya.


"Aku pamit ke rumah sakit dulu.Nanti siang aku akan mengecek kembali kondisi-nya." Ucap dokter Alvian.


"Terimakasih banyak.... Terimakasih juga buah-buahan-nya." Ucap Marsya.


"Sama-sama.Aku titip Maxx.Maaf  jadi merepotkanmu." Ucap dokter Alvian.


"Sedikit...." Ucap Marsya sambil tertawa.


Dokter Alvian ikut tertawa.


Setelah dokter Alvian pulang.


Marsya menyantap sarapan pagi-nya dengan lahap.Setelah sarapan Marsya masuk kembali ke kamar-nya.


Namun Marsya tidak menemukan Maxx.Selang infus serta jarum infus sudah tergeletak di atas nakas.


Marsya menghela napas.Pasti Maxx mencabut paksa infus-nya.


Suara gemericik air di kamar mandi terdengar.Maxx sepertinya sedang mandi.Tak lama Maxx keluar mengenakan bathrobe milik Marsya.


"Kenapa kau mencabut infus-nya Maxx...?" Tanya Marsya.


"Apa pak Ujang sudah membawakan baju ganti untuk-ku?" Maxx tidak menjawab pertanyaan Marsya malah balik bertanya.


"Itu di dekat meja rias-ku." Jawab Marsya.


"Kau pakai saja dulu baju-mu.Aku akan menyiapkan sarapan untuk-mu." Ucap Marsya.

__ADS_1


"Tidak perlu.Aku akan langsung pulang ke mansion.Maaf merepotkanmu." Ucapan Maxx menghentikan langkah Marsya.


"Sarapan dulu Maxx.Semalam kau tidak makan apapun.Isi dahulu perut kosongmu." Ucap Marsya melanjutkan kembali langkahnya.


{Kenapa Maxx seperti marah padaku.Perasaan kemarin biasa-biasa saja.} Pikir Marsya.


Setelah memakai pakaiannya Maxx mengikuti Marsya ke dapur.


Maxx mengambil gelas lalu membuka kulkas saat hendak menuang air dingin kedalam gelas-nya.Marsya menghentikan-nya.


"Kau baru sembuh.Lagi pula ini masih pagi.Tidak baik minum air dingin.Aku sudah membuatkan susu hangat dan bubur.Makanlah dulu." Ucap Marsya.


Maxx terdiam lalu mengembalikan teko berisi air dingin itu.Menyimpan gelas lalu pergi meninggalkan Marsya.


Hati Marsya merasa tercubit.Kenapa Maxx bersikap seperti itu kepada-nya.


"Maxx...." Seru Marsya sambil mengejar langkah Maxx.


"Ini...." ucap Maxx sambil menyerahkan sebuah cek pada Marsya.


"Aku tau....kau akan meminta bayaran karena telah mengurusku.Seperti  kemarin kau meminta bayaran saat aku memintamu untuk menyuapiku.Tapi maaf masalah tender pembangunan apartement.Kau harus mendapatkannya secara profesional." Lanjut Maxx.


"Apa serendah itu aku di mata-mu Maxx...?Sehingga kau pikir segala sesuatu bisa kau beli dengan uang." Ucap Marsya berusaha menahan amarahnya.


"Cek itu lebih dari cukup.Di bandingkan keuntungan tender dengan perusahaan-ku." Ucap Maxx tajam.


"Aku tidak butuh uang-mu...." Ucap Marsya mengembalikan cek itu ke tangan Maxx.


"Aku tidak pernah mengambil kembali sesuatu yang telah aku berikan." Ucap Maxx meletakkan cek di atas meja sofa lalu pergi meninggalkan apartement milik Marsya.


{Kalau uangku bisa membantu leo.Aku tidak akan perlu repot-repot memohon padamu untuk tender ini Maxx.Leo tidak akan mungkin mau menerima bantuan uangku secara cuma-cuma.Itu sebabnya aku harus mendapatkan tender ini maxx.}


Jerit hati Marsya.

__ADS_1


__ADS_2