Cara-ku.....Mencintai-mu.....

Cara-ku.....Mencintai-mu.....
Panggil aku Daddy sekali lagi


__ADS_3

"Mandi sana....badanmu bau...." Ucap Marsya.


"Aku tidak memiliki masalah dengan bau badan.Lagi pula aku selalu wangi." Bela Maxx kesal.


"Gitu aja marah....lagi pms yach....?" Marsya terkekeh pelan.Marsya hanya bercanda tapi Maxx malah menanggapinya serius.


"Aku mau kita pulang ke Mansion...." Ucap Maxx terdengar perintah.


"Kalau kamu mau pulang....tinggal pulang saja....kenapa harus mengajakku." Ucap Marsya.


"Karena kamu membawa anak-ku....itu sebabnya kamu harus ikut pulang denganku." Ucap Maxx.


"Ini anak-ku Maxx.Aku yang hamil bukan kamu...." Ucap Marsya.


"Aku yang capek membuat-nya....Kamu hanya diam saja...." Ucapan Maxx membuat pipi Marsya merona.


"Pokok-nya ini anak-ku....aku yang hamil....nanti aku juga yang akan melahirkan.Kalau kau mau anak bikin saja sana sama Shakila." Sindir Marsya.


"Shakila...." Ucap Maxx sambil mengernyitkan keningnya.


"Iya.....Shakila kekasihmu itu... wanita cantik,seksi,body goals plus manja sampai-sampai pemotretan saja minta di tunggui." Sindir Marsya.


"Sepertinya kamu cemburu sama Shakila...?" Goda Maxx.


"Ngapain juga cemburu sama Shakila.Percaya diri sekali anda tuan...." Ucap Marsya kesal.


"Kalau ngga cemburu kenapa ninggalin acara.Pake acara pingsan-pingsan segala." Sindir Maxx tepat.


"Hmm....i..itu....Aku memang kelelahan." Bela marsya.


"Hmm....i...itu....Aku memang cemburu." Goda Maxx menirukan gaya bicara Marsya.

__ADS_1


"Nyebelin...." Lirik Marsya tajam.


Maxx mengambil handphone di  saku celananya.Menelpon seseorang dan meloud speaker percakapan-nya.


"Hallo....afan sayang....kau bisa kesini khan.Aku akan menunggu sampai kamu datang" Cerocos Shakila.


"Apa imbalan-nya kalau aku datang...?" Tanya Maxx.


"Apapun Honey...." Jawab Shakila dengan nada manja.


"Beri aku penawaran yang menarik." Ucap Maxx sambil melirik Marsya.


"Bagaimana kalau kita berolahraga semalaman di atas ranjang.Aku ingin mendesah di bawahmu....Meneriakkan namamu berkali-kali." Ucap Shakila dengan nada menggoda.


"Penawaran yang cukup menarik..." Ucap Maxx lalu mengakhiri sambungan telponnya.


Marsya menatap tajam Maxx.Entah mengapa hati-nya seperti di remas tangan tak kasat mata.Membayangkan maxx bersama shakila semalaman.Apa seperti ini yang namanya cemburu.Marsya membenci rasa ini.


"Wajar aku pria normal.Ekh....apa tadi kamu bilang....Daddy..." Ucap Maxx memastikan.


"Ya...sudah kalau tidak mau di panggil Daddy.Nanti kita cari Daddy baru yang lebih muda dan tampan saja yach nak...." Ucap Marsya lagi sambil terus mengelus-elus perut-nya.


"Mana bisa begitu....Aku yang capek membuat-nya.Orang lain yang memetik hasilnya.Mulai besok aku akan mengikatmu agar tidak bisa kemana-mana." Ucap Maxx tajam.


"Emang-nya aku kambing sampai harus di ikat-ikat segala." Ucap Marsya sambil memutar kedua bola matanya.


Maxx mendekati Marsya.Menatap Marsya penuh arti sambil mengusap lembut perut Marsya yang kelihatan sedikit berisi.


"Berapa Minggu usia-nya?" Tanya Maxx.


"Apa itu penting....?" Bukan menjawab Marsya malah balik bertanya.

__ADS_1


"Tentu saja.Aku akan menyediakan kamar khusus untuk-nya." Yakin Maxx.


"Tidak perlu.Dia akan selalu bersama-ku.Kau boleh bertemu tapi tidak boleh membawa-nya." Ucap Marsya.


"Tapi tadi kau bilang...aku...." Ucapan Maxx menggantung.


"Bilang apa...?" Tanya Marsya mengerutkan keningnya.


"Aku suka tadi kau memanggilku seperti itu." Ucap Maxx.


"Memanggil apa....?" Tanya Marsya.


"Panggil aku Daddy sekali lagi...." Ucap Maxx.


"Owh....panggilan itu." Ucap Marsya  sambil menggaruk tengkuknya.


"Ya sudah....kalau tidak mau...." Ucap Maxx mengalah.


"Daddy....." Ucap Marsya sambil tersenyum.


"Lagi...." Pinta Maxx.


"Daddy Maxx...." Ucap Marsya lagi.


Maxx langsung ******* bibir Marsya.


Tiiingg....Noongg....


Tiiingg....Noongg....


Suara bell apartement menghentikan mereka.

__ADS_1


"Siapa yang bertamu di saat seperti ini...." Ucap Maxx kesal.


__ADS_2