
Sesampainya di apartement Marsya langsung mandi lalu memakai daster kebesaran milik-nya.
Marsya mengambil vitamin lalu meminumnya.
Setelah itu Marsya merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Lebih baik tidur dulu.Mungkin setelah tidur otak-ku akan mendapatkan ide untuk memenangkan tender ini." Ucap Marsya mulai memejamkan matanya.
Di tempat lain yaitu gedung AMC group.
Maxx yang telah menyelesaikan pekerjaannya.
Memutuskan untuk pulang lebih cepat.
"Antarkan aku ke apartement milik nyonya." Ucap Maxx pada pak Ujang.
"Baik tuan.Mungkin nyonya belum pulang tuan.Ini baru pukul 3 sore." Ucap pak Ujang sambil melihat jam di pergelangan tangannya.
"Aku akan menunggu.Lagi pula aku punya kunci cadangan apartementnya." Ucap Maxx sambil tersenyum.
Maxx sengaja mengambil kunci cadangan apartement milik Marsya.Maxx tahu Marsya pasti akan marah jika mengetahui-nya.
Setelah menyuruh pak Ujang pulang ke mansion.Maxx pun langsung menuju kamar apartement Marsya.
Maxx melepaskan jas-nya menyampirkannya di sisi sofa.Membuka dua kancing teratas kemeja-nya.Lalu menggulung ujung lengan kemeja-nya sampai siku.
Maxx berjalan menuju dapur mengambil air dingin lalu meminumnya hingga tandas.
"Lebih baik aku menunggu-nya sambil tidur di kamarnya.Badan-ku pegal-pegal akibat semalaman tidur di sofa." Ucap Maxx pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Ketika memasuki kamar milik Marsya.Maxx mendapati Marsya yang sedang tertidur dengan memakai daster.
"Rupanya kamu sudah pulang.Aku kira masih di kantor." Ucap Maxx pelan.
Maxx menaiki sisi ranjang sebelah Marsya dengan perlahan.Lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Marsya.
"Maafkan aku membuat-mu tak nyaman.Entah mengapa.... berada di samping-mu membuat-ku nyaman." Ucap Maxx sambil mengelus-elus rambut Marsya.
Maxx memejamkan matanya.Menyusul Marsya ke alam mimpi.
Dua jam berlalu.
Posisi tidur mereka menjadi berhadapan.
Marsya membuka matanya.Pemandangan pertama-nya adalah wajah tampan milik Maxx.
"Bahkan ketika aku tidur-pun kau selalu saja mengganggu-ku" ucap Marsya yang menganggap itu adalah halusinasi-nya.
Marsya bangkit dari tidurnya.
Mengucek matanya lalu menepuk pelan pipinya.
"Sakit....berarti ini nyata." gumam Marsya.
"Darimana dia bisa masuk padahal aku sudah mengunci pintu." Pikir Marsya.
Marsya menatap Maxx dalam.
"Kelihatan-nya dia lelah sekali.Seperti-nya semalam dia tidak tidur nyenyak.Biarkan saja dia tidur aku takkan membangunkannya." Ucap Marsya bangkit dari ranjang menuju ke arah dapur.
__ADS_1
"Lebih baik aku masak dulu.Agar saat dia bangun tidur bisa langsung makan.Perut kenyang tender pun menang." Ucap Marsya penuh semangat.
Tiiingg....Noongg....
Tiiingg....Noongg....
Suara bell apartementnya berbunyi.
Marsya membuka pintu apartement-nya.Sharon meletakkan bungkusan-nya.
"Aku kangen beeibb....." Ucap Sharon sambil memeluk erat Marsya
"Aku juga bee...." Ucap Marsya membalas pelukan Sharon.
"Tumben...kamu jam segini udah pulang.Aku tadi mampir ke kantor kata Livia setelah meeting kamu ngga balik lagi ke kantor.Ya...udah aku langsung kesini aja." Cerocos Sharon.
"Aku hanya sedikit tidak enak badan.kamu mau minum apa bee...?" Tanya Marsya.
"Ngga usah...aku nanti ambil sendiri aja.Aku bawain kamu banyak oleh-oleh lho.Kesukaan kamu semua beeibb...." Ucap Sharon semangat.
"Terimakasih bee....kamu sudah pulang pun.Aku sudah senang." Ucap Marsya.
"Aku lapar.Pengen makan masakan kamu beeibb...." Ucap Sharon.
"Kebetulan aku baru aja siapin bahan mau masak.Aku masak dulu sebentar yach." Ucap Marsya melangkahkan kakinya menuju dapur.
"Kamu memang the best beeibb....Tahu aja kalau aku mau makan disini." Ucap Sharon mengikuti Marsya.
Sharon menemani Marsya masak sambil terus bercerita.
__ADS_1
Terkadang Marsya tertawa lebar menanggapi cerita Sharon.