Cara-ku.....Mencintai-mu.....

Cara-ku.....Mencintai-mu.....
Hamil kebo


__ADS_3

"Bik Cha....aku berangkat ke kantor dulu.Kalau Maxx bangun dan menanyakan bilang saja aku ada urusan kantor." Ucap Marsya.


"Tapi wajah nyonya masih pucat.Saya takut tuan akan marah." Ucap bik Cha.


"Aku sudah merasa baikan.Aku yakin Maxx akan mengerti." Ucap Marsya seraya mengelus tangan bik cha.


"Hati-hati di jalan nyonya...." Ucap bik Cha.


"Terimakasih...." Ucap Marsya seraya berjalan menuju pak ujang yang sudah menunggunya.


Pak Ujang mengantarkan Marsya ke kantor.setelah itu pak Ujang kembali lagi ke mansion.


Marsya memasuki ruangan kantor-nya.


"Livia....Bagaimana perkembangan proyek kita...?" Tanya Marsya.


"Meski baru rampung setengah-nya sekitar 55%.Tapi proyek ini terhitung cepat hanya dalam waktu 2 bulan sudah bisa sejauh ini." Jelas Livia.


"Pantau terus perkembangan-nya.Tunjukkan kalau kita orang-orang handal dan profesional." Pinta Marsya.


"Baik Bu..." Jawab Livia.


Marsya menyenderkan punggungnya di kursi kantor.


"Mommy percaya kamu anak yang kuat nak....Apapun hukuman dari Daddy.Akan mommy terima asalkan mommy bisa terus bersamamu nak..."Ucap Marsya sambil mengelus-elus perut-nya.


Setelah mengecek beberapa berkas dan menandatangani-nya.

__ADS_1


Marsya meninggalkan kantor-nya.Marsya mengemudikan mobilnya menuju Resto D&A milik-nya.


Marsya memesan semua makanan kesukaan-nya. Meskipun sedang hamil namun selera makan-nya tak terganggu sama sekali.Marsya tersenyum mengingat ucapan Sharon yang bilang kalau Marsya hamil kebo.Enak saja ini anak-nya bukan anak kebo.


Marsya memandang penuh minat makanan dihadapannya.


Marsya melahap semua makanan itu seorang diri.


Setelah selesai makan.


Marsya mengecek pembukuan Resto D&A di sudut taman resto.


"Hmm....nyaman sekali disini....mommy tidak sabar menunggumu lahir nak...Nanti kita bisa bermain dan bercanda di sini...." Ucap Marsya sambil mengelus lembut perutnya.


Marsya menikmati suasana resto hingga sore menjelang.


Setelah sore Marsya memutuskan untuk pulang ke apartement-nya.


Marsya melangkah menuju sofa.Marsya kaget melihat Maxx sedang duduk bersandar di sisi sofa.


"Pergi kemana saja jam segini baru pulang....?" Tanya Maxx tajam.


"Tadi aku kantor.Tanya saja pak Ujang.Tadi pak Ujang yang mengantarkan." Jawab Marsya.


"Kamu ke kantor hanya sebentar.Setelah itu apakah ada pertemuan bisnis di luar...? atau kencan bisnis....?" Tanya Maxx tajam.


"Aku malas berdebat denganmu Maxx..." Ucap Marsya seraya melangkah menuju kamar.

__ADS_1


"Aku belum selesai bicara Marsya...." Ucap Maxx tegas sambil bangkit mengikuti Marsya.


"Maxx....aku...." Belum Marsya berbicara Maxx sudah memotong.


"Kamu lupa perut-mu....? Kamu sedang hamil Marsya..."


Potong Maxx sengit.


"Aku ke kantor Maxx.Dimana letak kesalahannya....?" Ucap Marsya tajam.


"Setelah makan siang.Aku ke kantor kata Livia kamu tidak ada.Pergi kemana kamu...?Aku khawatir menunggumu..." Ucap Maxx.


"Ini anak-ku Maxx....aku bisa menjaganya dengan baik.Kamu tidak perlu khawatir...." Ucap Marsya melangkah masuk ke kamar mandi.


Selesai membersihkan diri.Marsya keluar dengan wajah segar sambil mengenakan daster kebesaran-nya.


Maxx berbaring telentang sambil menatap langit-langit kamar Marsya.


Suara dering handphone Maxx berbunyi.Maxx langsung mengangkat-nya.


Dari percakapan-nya Marsya bisa menebak kalau yang menelpon itu adalah Shakila.Marsya memilih ke dapur dari pada harus mendengarkan percakapan itu.


Marsya mengambil beberapa buah-buahan di dalam kulkas.Kemudian memotong buah itu sama rata.Menambahkan yogurt,susu dan mayonaise.Marsya mengambil secukupnya salad buah ke dalam piring.Lalu Marsya memasukkan sisa salad buah dalam wadah kontainer miliknya.


"Hmm.....sepertinya enak..." Ucap Maxx tiba-tiba sambil memeluk Marsya dari belakang.


"Kamu mau....?" Tanya Marsya sambil melepaskan pelukan Maxx.

__ADS_1


"Aku mau ini...." Ucap Maxx sambil membalikkan posisi Marsya.Lalu ******* pelan bibir Marsya.


Marsya mendorong pelan dada Maxx.


__ADS_2