
Maxx menoleh ke arah Sharon.
"Sepertinya kalian sudah saling mengenal." Ucap Marsya sambil menyodorkan segelas air kepada Maxx.
Maxx mengambil gelas itu lalu meminumnya setengah.
"Terimakasih..." Ucap Maxx sambil mengembalikan gelas itu.
"Kau tidak menjawab pertanyaanku...?" Ucap Marsya.
"Beeibb....apa kamu tahu siapa dia...?" Tanya Sharon.
"Owner AMC group.Iya Khan...." Jawab Marsya sambil melirik Maxx.
"Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya...?Tapi di mana yach..." Tanya Maxx pada Sharon sambil berusaha mengingat.
"Pernikahan Jordy dan Chintya.Aku tunangannya James." Jelas Sharon.
"Owh iya....aku baru mengingatnya." Ucap Maxx.
"Beeibb...aku pulang dulu yach...." Pamit Sharon pada Marsya.
"Koq buru-buru sich....Jangan pulang dulu....sebentar lagi dokter datang.Temenin aku dulu lah bee...." Mohon Marsya kepada Sharon.
"Habis itu aku langsung pulang yach..." Ucap Sharon.
"Iya...bee..." Ucap Marsya sambil tersenyum.
Tak lama kemudian yang di tunggu-tunggu akhirnya datang juga.
Dokter Alvian mengecek kondisi Maxx.
"Kapan terakhir kali kamu makan?" Tanya dokter Alvian.
"Tadi siang." Jawab Maxx.
__ADS_1
"Sepertinya Maxx hanya kelelahan dan kurang istirahat.
Aku akan menginfus-nya dengan vitamin.serta menyuntikkan antibiotik.Semoga Maxx akan segera sembuh." Jelas dokter Alvian pada Marsya.
"Terimakasih banyak yach dokter...." Ucap Marsya.
"Sudah....jangan kebanyakan mengobrol.Cepat suntik aku..." Ucap Maxx pada dokter Alvian.
"Maxx....yang sopan kalau bicara..." Tegur Marsya.
Maxx hanya mendengus kesal.
Setelah menginfus dan menyuntik-kan beberapa obat-obatan.Dokter Alvian berpamitan.
"Aku sudah mengambil sampel darah-nya.Hasil-nya akan keluar besok pagi.Semoga saja tidak ada penyakit yang serius." Ucap dokter alvian.
"Oh..ya...Apa perlu aku memanggilkan bik Cha kesini...?" tanya dokter Alvian.
"Tidak perlu.Aku bisa menjaganya." Ucap Marsya.
"Pasti....Terimakasih banyak dokter...." Ucap Marsya.
"Panggil saja Alvian.Seperti Maxx memanggilku." Ucap dokter Alvian.
"Iya....terimakasih banyak Alvian...." Ucap Marsya sekali lagi.
"Santai saja...tidak perlu sungkan." Ucap dokter Alvian.
Setelah dokter Alvian pergi.Sharon pun ikut berpamitan.
"Kamu tidak mau menemaniku bee...?" tanya Marsya.
"Kamu kan sudah ada temannya.Yang ada aku jadi obat nyamuk disini." Ucap Sharon.
"Aku minta maaf atas ucapan-ku tadi di meja makan.Untung saja dia tidak mendengar-nya.Apapun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu.Kamu berhak bahagia beeibb...." Lanjut Sharon.
__ADS_1
"Bee....aku akan menjelaskan semuanya nanti.Beri aku waktu sampai projects dengan AMC group ini selesai." Ucap Marsya menggenggam erat tangan Sharon.
"Aku selalu bersamamu beeibb....Aku yakin kamu punya alasan untuk itu.Aku pamit dulu beeibb...." Ucap Sharon sambil memeluk Marsya erat.
"Thanks bee...." Ucap Marsya.
"It's okay...No problem." Ucap Sharon seraya meninggalkan Marsya.
Setelah mengunci pintu apartementnya.Marsya kembali ke kamar-nya.
Maxx telah tertidur.Mungkin efek dari obat yang berikan.
Marsya mendekatkan sofa di kamarnya ke samping ranjang.
Mengambil bantal serta selimut untuk-nya tidur.
Marsya tidak tega jika harus meninggalkan Maxx sendirian di kamar.
Sementara untuk tidur satu ranjang Marsya merasa sungkan karena Marsya tidak memiliki hubungan apapun dengan Maxx.
Tak lama Marsya pun menyusul Maxx ke alam mimpi.
Keesokan paginya
Marsya terbangun kemudian melirik ke sampingnya.
Maxx masih terlelap tidur.Marsya bangkit mengecek suhu tubuh Maxx.
"Sudah tidak panas...." Gumam Marsya.
Marsya menatap Maxx dengan perasaan bersalah.
Kalau saja Marsya tidak membiarkan Maxx tidur di sofa.
Mungkin Maxx tidak akan seperti ini.
__ADS_1