Cara-ku.....Mencintai-mu.....

Cara-ku.....Mencintai-mu.....
Kedatangan Maxx


__ADS_3

"Maxx...." Ucap Marsya sambil mengernyitkan dahinya.Dari mana Maxx tahu apartement-nya.


"Boleh aku masuk....?" Ucap Maxx sambil melihat ke dalam apartement.


"Masuklah...." Ucap Marsya memberi jalan.


"Kenapa tidak pulang ke mansion?" tanya maxx sambil melangkahkan kakinya menuju sofa.


"Mansion?Untuk apa pulang ke mansion?" Ucap Marsya balik bertanya.


"Bukankah sudah kukatakan.Kita akan menikah." Ucap Maxx tegas.


"Hei....tuan muda....siapa yang mau menikah denganmu." Ucap Marsya kesal.


"Kau masih berhutang kepadaku atas kejadian kemarin." Ucap Maxx.


"Maafkan aku....aku sama sekali tidak bermaksud merepotkan-mu.Aku tidak tahu siapa yang memasukkan obat laknat itu.Tapi aku tidak yakin kita melakukan-nya kemarin." Ucap Marsya.


"Yakin atau tidak.Kau harus tetap menikah denganku." Ucap Maxx.


"Tidak....tidak....mana bisa begitu.Aku tidak mau ada pernikahan.Aku akan membayar berapapun yang kamu mau." Ucap Marsya menolak.


"Aku haus sekali.Apakah kau tidak menawari-ku minum?" Tanya Maxx mengalihkan pembicaraan.


"Kau mau minum apa?" Tanya Marsya.Sekesal apapun Marsya tetap saja dia tidak bisa melihat tamu-nya kehausan.


"Kalau boleh aku mau air dingin." Ucap Maxx.


"Sebentar aku ambilkan." Ucap Marsya sambil melangkahkan kakinya menuju dapur.


Saat sedang menuangkan air.Tiba-tiba Maxx menghampiri-nya.

__ADS_1


"Aku lapar.Apakah kamu sudah makan malam?" Ucap Maxx.


"Baru saja aku makan." Jawab Marsya sambil menyodorkan gelas berisi air.


"Terimakasih..." Ucap Maxx lalu meminumnya hingga tandas.


"Lagi....?" Tanya Marsya.


"Tidak.Aku lapar ingin makan." Ucap Maxx sambil mengambil handphone di kantongnya.


"Mau menelpon siapa?" Tanya Marsya.Ketika Maxx akan memencet tombol panggil.


"Pak Ujang.Aku akan menyuruh-nya membelikan makanan." Ucap Maxx lalu memencet tombol panggil.


"Jangan....ini sudah malam.Kasihan pak Ujang harus bolak-balik dari kantor ke mansion.Lalu ke apartement lagi." Ucap Marsya mengambil handphone maxx kemudian memencet tombol berwarna merah.


Setelah itu Marsya pun mengembalikan handphone milik Maxx.


"Tunggu sebentar.Jangan kemana-mana." Ucap Marsya.


Marsya menghangatkan masakan buatan-nya.Niat-nya itu untuk lauk makan pagi-nya biar praktis.


Setelah selesai Marsya menata-nya di meja makan.


"Makanlah....semoga kamu suka...." Ucap Marsya pada maxx.


"Ini masakan buatan-mu...?" Tanya Maxx.


Marsya hanya menganggukkan kepalanya.


"Anggap saja ini balas budi karena aku juga pernah makan di rumahmu." Ucap Marsya.

__ADS_1


"Tidak....ini adalah tugas seorang istri yang baik.Suami pulang kerja di suguhkan minum,di siapkan makan setelah itu pasti di ajak tidur.Oh...indah-nya...." Goda Maxx sambil makan.


"Mesumm...habis makan langsung pulang." Ucap Marsya sambil menatap tajam ke arah Maxx.


Maxx makan dengan lahapnya.


Masakan Marsya sederhana tetapi nikmat sekali rasanya.


Marsya melangkahkan kakinya mengambil laptop-nya lalu duduk di sofa.Hilang sudah waktunya untuk bersantai.Marsya mulai sibuk memeriksa beberapa file-file serta proposal untuk tender AMC group.


"Aku sudah selesai Terimakasih makanan-nya enak sekali." Ucap Maxx lalu duduk di samping Marsya.


"Sudah malam...sebaiknya kamu pulang." Usir Marsya halus.


"Aku akan pulang kalau kamu ikut pulang." Ucap Maxx sambil merebahkan kepalanya dibahu Marsya.


"Maxx....Aku banyak pekerjaan.Pulanglah....aku tidak akan bisa fokus kalau kamu masih disini." Ucap Marsya.


"Memang-nya yang punya banyak pekerjaan kamu saja.Aku juga banyak pekerjaan tapi ngga sok sibuk seperti-mu" Ucap Maxx tajam sambil menegakkan kembali kepalanya.


"Kenapa kamu marah.Aku ngga nyuruh kamu buat datang kesini.Kamu yang datang tiba-tiba....yang harus-nya marah itu aku." Ucap Marsya lembut sambil menatap Maxx.


Maxx ngeraskan rahangnya kemudian mengepalkan tangannya.Maxx berdiri dari duduknya.Melangkahkan kakinya menuju pintu apartement.


Saat tangan Maxx akan mencapai daun pintu.Tangan Marsya menggenggam-nya.


"Jangan pergi....dalam keadaan marah Maxx itu ngga baik." Ucap Marsya.


Maxx menatap Marsya tajam.Kemudian ******* bibir Marsya secara kasar.Lambat laun melembut ketika Marsya juga membalas-nya.


Saat ciuman Maxx akan beralih ke leher Marsya.

__ADS_1


"Akhh....Maxx stopp...." Ucap Marsya meminta Maxx untuk berhenti.


__ADS_2