Cara-ku.....Mencintai-mu.....

Cara-ku.....Mencintai-mu.....
Pemilik Jas 600 juta


__ADS_3

Setelah pak Ujang pergi.Sharon meletakkan paper bag itu di meja dekat sofa.


Sharon mengernyitkan dahinya.Melihat ada jas yang menyampir di sisi sofa.


Sharon mengambil dan mengamati jas itu.


Mata Sharon terbelalak melihat merk jas itu.


"Brioni vanquish II.Hanya orang-orang tertentu yang bisa membeli jas ini." Ucap Sharon pada dirinya sendiri.


Sharon meletakkan kembali jas itu.Kemudian berjalan menuju dapur.


Marsya yang sudah selesai makan.Membereskan meja serta piring bekas makan-nya bersama Sharon.


"Siapa bee....?" tanya Marsya.


"Suruhan kekasih-mu.... Membawakan baju untuk tuan-nya." Ucap Sharon.


"Jangan bercanda bee...." Ucap Marsya kesal.


"Siapa yang bercanda.Kalau tidak percaya lihat saja di meja dekat sofa.Di sofa juga aku lihat ada jas.Pasti itu milik kekasih-mu." Balas Sharon.


"Aku tidak punya kekasih bee...Dia bukan kekasih-ku." Ucap Marsya kesal.


"Lalu apa namanya kalau bukan kekasih.Kissmark di leher,Jas di sisi sofa,baju ganti dan kamu lanjutkan saja sendiri beeibb." Ucap Sharon.


"Kamu ngga akan mengerti bee...." Ucap Marsya frustasi.


"Gimana aku bisa mengerti.Kamu aja ngga mau cerita.Seperti-nya kekasihmu bukan orang sembarangan." Ucap Sharon.


"Maksudmu bee...?" tanya Marsya.

__ADS_1


"Merk Jas-nya saja Brioni vanquish II.Harga-nya bisa sampai 600juta.Dan tidak semua orang bisa membeli-nya.Hanya pengusaha-pengusaha terkenal yang bisa membeli-nya." Jelas Sharon.


"Akhh...bisa saja itu kw bee...." Ucap Marsya.


"Mata aku ini belum rabun.Masih bisa membedakan mana yang asli dan kw.sekalipun itu kw super."


Ucap Sharon sambil melirik tajam.


"Miss perfeksionis yang segala tahu." Cibir Marsya.


"Terimakasih....atas pujiannya...." Ucap Sharon membusungkan dadanya.


Marsya hanya memutar kedua bola matanya menanggapi ucapan Sharon.


Sharon mengambil puding di dalam kulkas.Memotong-nya kemudian menaruhnya diatas piring.Lalu menyimpan kembali sisa puding-nya.


Sharon memakan pudingnya sambil memainkan handphone-nya.


"Maxx....bangun sudah malam." Ucap Marsya sambil menepuk pelan tangan Maxx.


Maxx tidak bergeming.Marsya kembali menepuk pelan tangannya.Maxx malah merintih.


"Diinggiin....." Rintih Maxx pelan.


Marsya terkesiap mendengar-nya.Refleks telapak tangan Marsya menyentuh kening Maxx. Telapak tangan Marsya terasa panas.


"Ya Allah.....kamu sakit Maxx." Gumam Marsya.


"Maxx....bangun....Badanmu panas sekali." Ucap Marsya sambil menepuk kedua pipi Maxx.


Kelopak mata Maxx bergerak-gerak.Perlahan Maxx membuka matanya.

__ADS_1


"Kamu sakit....badan-mu panas sekali Maxx...." Ucap Marsya khawatir.


"Aku tidak apa-apa...." Ucap Maxx sambil tersenyum.


"Mana handphonemu...?Aku mau menelpon dokter Alvian." Ucap Marsya.


"Untuk apa menelpon-nya.Aku tidak apa-apa.....aku hanya...." Ucapan Maxx terhenti saat mendapat tatapan tajam dari Marsya.


"Ada disaku celana-ku." Ucap Maxx sambil mengambil handphone-nya.Lalu memberikan-nya pada Marsya.


Marsya mengambil handphone itu lalu mencari kontak dokter alvian.Setelah tersambung Marsya meminta dokter Alvian untuk datang ke apartement-nya.Marsya meletakkan handphone Maxx di atas nakas.


"Aku  tinggal ambil minum dulu sebentar." Ucap Marsya pada Maxx.


Marsya menuju dapur mengambil segelas air hangat.Lalu kembali berjalan menuju kamar-nya.Sharon mengikutinya.


"Beeibb....keluar yuk....kemana gitu..." Ajak Sharon.


"Ngga bisa hari ini bee...." Ucap Marsya.


"Kenapa...?" Tanya Sharon cemberut.


"Maxx sakit bee....badan-nya panas.Pantas saja dia tidak bangun-bangun dari tadi." Jelas Marsya.


"Maxx....?Owh nama kekasih-mu itu Maxx." Sahut Sharon.


"Dia bukan kekasihku bee.... berapa kali aku harus mengatakannya kepadamu." Ucap Marsya.


Marsya berjalan kearah samping ranjang.Maxx duduk sambil bersandar diatas ranjang.


Sharon ikut masuk ke kamar Marsya.Sharon kepo seperti apa wajah pemilik jas seharga 600 juta itu.

__ADS_1


"Afan...." Ucap Sharon sambil mengernyitkan dahinya.


__ADS_2