
"Bee....kamu yakin mau datang...?" Tanya Sharon memastikan.
"Iya...beeibb....100% yakin." Ucap Marsya mantap.
"Be carefull yach bee....kamu tahu kan Jordy tuch kayak gimana." Ucap Sharon menasehati Marsya.
"Ngga usah khawatir beeibb....Aku bisa jaga diri koq...." Ucap Marsya meyakinkan Sharon.
Pesta pernikahan Jordy & Chintya berlangsung di sebuah hotel bintang lima.
Para tamu undangan berasal dari kalangan atas.
Marsya datang bersama Livia.
Marsya tampak anggun mengenakan gaun rancangan seorang desainer tanah air.
Setelah menyapa kedua mempelai. Marsya berbaur dengan kolega-kolega bisnis-nya yang ikut menghadiri acara.
"Haii...Bee...." Sapa Sharon.
"Beeibb....kamu cantik banget."
Ucap Marsya.
Sharon memang selalu tampil sempurna di setiap kesempatan.
"Akhh....kamu bisa aja bee...Kamu sudah makan?" Tanya Sharon.
"Belum.Ada kolega-kolega aku....Jadi aku nyapa mereka dulu beeibb...." Ucap Marsya.
"Owh...ya sudah nanti aku suruh pelayan anter makanan buat kamu.Kamu lanjut aja dulu ngobrol-nya.Have fun bee...." Ucap Sharon.
"Makasih beeibb....kamu memang paling pengertian." Sahut Marsya.
Dari kejauhan ada seseorang yang memperhatikan Marsya.
"Lakukan sesuai rencana.Awas jangan sampai ada yang tahu." Ucap pria itu pada seorang pelayan.
"Tenang saja.Saya pastikan semua aman." Ucap sang pelayan.
__ADS_1
"Saya permisi ke toilet dulu sebentar." Ucap Marsya berpamitan kepada kolega-kolega bisnis-nya.
Tak sengaja Marsya bertemu dengan dokter Alvian.Marsya kaget tapi marsya berpura-pura tidak kenal.
Dokter Alvian yang mengetahui Marsya ada di acara segera memberitahu Maxx.
"Maxx....tadi aku bertemu dengan gadis-mu itu.Dia kelihatan glamour dan sexy." Ucap dokter Alvian.
"Mungkin kamu salah lihat...." Ucap Maxx.
"Tidak mungkin Maxx.Aku yakin sekali itu gadis yang di rumah-mu." Ucap dokter Alvian mantap.
"Biarkan saja....aku tidak ingin bertemu dengannya lagi." Ucap Maxx.
"Apa kau yakin Maxx....?" Ucap dokter Alvian dengan nada menggoda.
Setelah dari toilet Marsya kembali ke tempat duduk-nya.
Makanan sudah tersedia di meja itu.Sudah pasti pelayan yang Sharon suruh yang menyiapkan-nya.
"Enak makanan-nya...?." Tanya Marsya pada Livia.
Marsya tersenyum menanggapi-nya.
Setelah selesai makan.
Ada seorang pelayan yang membawakan minuman untuk Marsya dan Livia.
"Permisi Bu....ini minuman terbaik disini." Ucap pelayan itu sopan.
"Terimakasih...." Ucap Marsya seraya menerima minuman tanpa curiga sedikitpun.
Setelah setengah gelas meminum-nya.Marsya merasakan kepanasan dan tidak nyaman.
"Di sini panas sekali yach Livia.Kita pulang saja yuk...." Ucap Marsya.
Livia kebingungan karena merasa tidak kepanasan.Tapi Livia tetap menganggukkan kepalanya.
Sesampainya di loby.Livia pamit duluan karena sudah di jemput Marco kakak-nya.
__ADS_1
Marsya berjalan menuju parkiran sambil menahan rasa panas dan tidak nyamannya.
Tiba-tiba tangan-nya ada yang menarik.Tak lama ada yang mencium bibirnya.Bau parfum pria ini Marsya sangat hapal siapa pemilik-nya.
Sekuat tenaga Marsya mendorong pria yang mencium-nya.hingga ciuman itu terlepas.
Tapi pria itu menggendong Marsya seperti membawa karung beras.
"Lepaskan brengsek.Lepaskan....."Teriak Marsya.
"Tidak akan....kita akan berbulan madu sekarang." Ucap pria yang tidak lain adalah Jordy.
"Apa kau mabuk...hah....aku bukan-lah pengantin-mu.Lepaskan...." Ucap Marsya sambil meronta-ronta.
"Aku akan menjadikanmu pengantin-ku setelah ini...." Ucap Jordy sambil terus membawa Marsya ke salah satu kamar hotel.
Di tempat lain.
Maxx menerima telepon dari seseorang.Yang tak lain adalah orang yang Maxx suruh untuk mengawasi Marsya.
Seketika rahang Maxx mengeras.Tangan-nya mengepal menahan emosi-nya.
"Dimana dia...?" Tanya Maxx pada orang suruhan-nya.
"Lantai 6.presiden suite kamar no 03." Jawab orang suruhan-nya.
Tanpa banyak kata Maxx langsung meninggalkan dokter Alvian.Seraya berlari menuju lift khusus.
Tak lama Maxx pun telah sampai di kamar tersebut.
Maxx bisa langsung masuk menggunakan kunci cadangan yang di berikan pengelola hotel kepada orang suruhan-nya.
Maxx samar-samar mendengar suara Marsya.
"Lepaskan aku bastard....Sadarlah....aku bukan kekasih-mu lagi....." Suara teriakan Marsya memenuhi kamar.
Maxx langsung berlari ke arah suara Marsya.
Jordy merobek paksa gaun Marsya lalu mencium bibir Marsya secara kasar.
__ADS_1
Maxx yang melihat itu langsung menarik paksa Jordy. Kemudian mendorong serta memukuli-nya secara brutal.