Cara-ku.....Mencintai-mu.....

Cara-ku.....Mencintai-mu.....
Apartement Marsya


__ADS_3

Marsya mengemudikan mobilnya meninggalkan mansion milik Maxx.


Tak berapa lama marsya memarkir mobilnya di depan sebuah apotik.


"Siang mbak....saya mencari Pill kontrasepsi darurat." Ucap Marsya pada penjaga apotik.


"Mau yang botol atau pack?" Tanya penjaga apotik itu.


"Botol saja." Ucap Marsya


Setelah  Marsya membayar-nya.Penjaga itu langsung  memberikan bungkusan berisi botol obat beserta uang kembalian-nya.


Marsya kembali melajukan mobilnya ke arah apartement-nya.


Tak berapa lama Marsya pun sampai apartement-nya.


Marsya menutup pelan apartement-nya.kemudian melangkahkan kaki-nya dengan pelan-pelan menuju sofa.


"Huft....kenapa rasanya sakit sekali." Keluh Marsya.


Marsya termenung melihat botol obat yang dia beli di apotik.


"Minum atau jangan yach." Ujar Marsya sambil memutar-mutar botol obat-nya.


"Kalau ngga di minum nanti hamil bagaimana?Kalau diminum aku kan pengen punya bayi.Kapan lagi coba ini satu-satunya kesempatan yang aku punya." Ucap Marsya pada dirinya sendiri.


Marsya meletakkan botol itu kemudian mengambil minum di lemari pendingin.


 


Marsya memasukan roti ke dalam pemanggang roti elektrik.Marsya menunggu roti-nya matang sambil membuat susu.


Tak lama roti panggang pun matang.Marsya mengolesi roti itu dengan selai nanas kesukaan-nya.


Setelah selesai sarapan.Marsya meminum vitamin-nya.


Marsya masuk ke dalam kamarnya.

__ADS_1


Mengganti bajunya dengan daster kebesaran miliknya.


"Akh....lebih baik aku tidur dulu.Untung hari ini libur jadi aku bisa malas-malasan." Ucap Marsya seraya merebahkan tubuh-nya di kasur.


Sore hari pun tiba.


"Hoam....jam berapa ini.Nyenyak sekali tidur_ku." Ucap Marsya seraya melihat jam di atas nakas.


"Hem...sudah jam 5 sore.Sebaik-nya aku mandi setelah itu aku mau makan sepuasnya." ucap  Marsya sambil mengelus-elus perut datar_nya.


Drtt....drtt....


Coz I love you....


Coz I need you....


"Hallo....." Ucap Marsya setelah menggeser icon berwarna hijau di layar handphone-nya.


"........." Tidak ada suara dari seberang sana.


"Hallo....." Ucap Marsya sambil mengamati no yang tidak di kenal-nya.


Dengan kesal Marsya pun mematikan panggilan-nya.


"Ngga jelas banget sich.Nelpon tapi ngga ngomong.Ngapain nelpon coba kalau ngga mau ngomong.Bikin kesal aja...." Gerutu Marsya.


Seminggu telah berlalu.


Semenjak kejadian itu Marsya memiliki semangat baru.


Setiap hari dia tidak pernah melewatkan sarapan pagi,makan siang dan makan malam.Marsya selalu menjaga pola makan-nya dengan teratur.


Livia  yang senang melihat perubahan itu sedikit penasaran.Tetapi tidak berani untuk bertanya.


Siang ini Sharon  menemui Marsya di kantor-nya. Sambil membawakan Marsya menu makan siang spesial kesukaan Marsya.


Tokk....tokk....tokk....

__ADS_1


"Masuk....." Ucap marsya.


"Haii....bee....tebak aku bawa apa?" Ucap Sharon.


"Makanan untuk makan siang.Iya Khan....?" Ucap Marsya.


"Iya...tapi ngga tahu Khan menu-nya apa?" Timpal Sharon.


"Bebek goreng?" Tanya Marsya.


"Salah....aku bikinin kamu Gurame nanas madu.Nanas-nya masih mengkel.Kesukaan kamu banget bee...."Ucap Sharon.


"Makasih banyak yach beeibb....Tapi aku khan lagi program hamil.Kalau aku keguguran gimana coba?" Ucap Marsya dengan wajah serius.


"Jangan gila dech kamu bee....Mana ada perawan tulen kayak kamu hamil.Kalau ngomong jangan suka ngadi-ngadi dech...." Gerutu Sharon.


"Ehmm.....seriusan beeibb....aku pengen punya anak.Lihat aja nanti...kalau aku hamil pasti perut aku buncit.Aku jadi kelihatan sexy....kamu pasti iri sama aku beeibb...." Ucap Marsya dengan wajah berbinar.


"Kebanyakan halu kamu bee....Kayak-nya efek belum makan siang dech....Yuk kita makan dulu...Aku udah capek-capek masak.Masa ngga di makan sich...." Cerocos Sharon.


"Oke bee....tapi aku ikan-nya aja yach...." Ucap Marsya sembari tersenyum.


"Up to you dech beeibb...." Sahut Sharon kesal.


Marsya memanyunkan bibirnya pada Sharon.


"Aku menyuruhmu makan bukan mainan bibir seperti itu....." Ucap Sharon.


"Siap laksanakan....." Ucap marsya sambil menahan tawanya.


"Ngga lucu...." Ucap Sharon sambil melotot.


"Aku memang bukan pelawak.bee...." Timpal Marsya.


"Sudah....buka mulutmu...." Perintah Sharon sambil menyodorkan sendok berisi makanan ke depan mulut Marsya.


Marsya dengan senang hati menerima-nya.

__ADS_1


Sharon pun makan sambil menyuapi Marsya.


__ADS_2