
"Kalian jangan sampai gagal" Ucap Cantika pada dua pria bertubuh besar yang ada di hadapannya.
"Beres Bos!" Jawab pria itu. Mereka pun berlalu dari hadapan Cantika. Setelah menyepakati perintah wanita itu.
Cantika menginginkan Agas kembali padanya. Wanita itu menghalalkan berbagai macam cara, agar tujuannya tercapai. Hari ini dia berniat menjebak Agas. Untuk membuat Agas kembali padanya.
'Aku akan membuatmu kembali padaku Gas. Dan akan ku buktikan pada istri kampungan mu itu' Batin Cantika.
Setibanya waktu sore terlihat Agas yang sedang membereskan pekerjaannya. Lelaki itu berniat untuk pulang. Sudah dua hari ini pekerjaannya di kantor tidak terlalu banyak.
Kemudian ia bergegas keluar kantor. Dan melajukan kendaraanya menuju rumah.
Sedangkan Cantika. Sudah siap menggencarkan aksinya. Ia sudah menunggu Agas. Ia berdiri di tepi jalan yang biasa di lewati Agas. Orang suruhan Cantika pun sudah bersembunyi di tempat yang tidak jauh dari Cantika.
Tidak beberapa mobil Agas sudah terlihat dari kejauhan. Kedua pria itu langsung mendekati Cantika. Dan berpura-pura ingin merampas tasnya miliknya.
"Tolong tolong" Teriak Cantika. Agar Agas mendengarnya.
Melihat kejadian itu. Agas dengan cepat menepikan mobilnya untuk membantu Cantika.
"Berhenti" Teriak Agas.
"Tolong Aku Gas, hiks..!" Cantika berlari ke belakang tubuh Agas.
"Tidak usah jadi pahlawan kesiangan, kalau lu mau hidup!" Hardik lelaki bertubuh besar itu.
Tidak banyak bicara. Agas pun melayangkan kepalan nya ke wajah pria itu. Membuat pria itu tersungkur ke aspal. Agas dengan paksa merebut tas Cantika. Kedua pria itu berlari setelah mendapat kedipan mata dari Cantika.
__ADS_1
"Terimakasih Gas," Ucap Cantika dan terhambur di pelukan Agas. Senyum menyeringai berkembang dari bibirnya.
"Ya," Ucap Agas melerai pelukan dari Cantika.
"Biar, aku antar kamu pulang! " Ucap Agas. Melihat Cantika masih ketakutan. Padahal wanita itu sengaja memasang wajah takut. Agar Agas mau mengantarkan dia pulang. Kemudian Cantika pun masuk ke dalam mobil Agas. Dan pria itu melajukan kendaraannya.
Tidak beberapa lama. Mereka sampai di depan rumah Cantika.
"Terimakasih Gas, aku tidak tahu bagaimana jadinya, kalau kamu tidak datang untuk menolongku" Ucap Cantika.
"Ya, Aku hanya kebetulan lewat, bukan hanya kepadamu. Jika ini terjadi pada orang lain, aku pun akan melakukan hal yang sama!" Tukas Agas. Cantika hanya tersenyum mendengar ucapan Agas.
Kemudian Cantika pun turun dari mobil Agas. Dan lagi-lagi wanita itu bersandiwara. Ia berpura-pura akan terjatuh sembari memegangi keningnya. Semua dia lakukan agar Agas mengantarnya masuk ke dalam rumahnya.
"Kau baik-baik saja Cantika?" Tanya Agas yang kemudian turun dari mobilnya. Ia pun membantu memapah Cantika masuk ke dalam rumahnya.
"Tolong temani aku sebentar Gas! Sampai Bi Yani datang menemaniku" Pinta Cantika. Bi Yani adalah perempuan yang membantu membersihkan rumah Cantika.
"Ya," Jawab Agas.
Cantika pun berdiri bangkit dari duduknya."Aku akan membuatkan minum untuk mu!" Ucap Cantika.
"Tidak perlu, kau istirahat saja. Aku tidak lama di sini! Sesampainya Bi Yani aku akan pulang!" Tukas Agas.
"Tidak apa-apa Gas, anggap saja ucapan terimakasihku," Cantika pun menuju dapur Ia berniat membuatkan minum untuk di campuri serbuk perangsang untuk Agas. Ia berniat membuat Agas menidurinya. Agar tidak ada lagi alasan yang membuat pria itu menolak untuk kembali padanya.
Setelah membuatkan minum yang sudah di racik olehnya. Cantika pun meletakan di atas meja. Ia membawa dua gelas teh untuk mereka.
__ADS_1
"Di minum Gas!" Ucapnya. Tanpa berpikir macam-macam. Agas pun meminum teh yang telah Cantika buatkan untuknya.
"Tok.. tok"
Suara ketukan pintu.
"Oh, kamu Eni. Ada apa?" Cetus Cantika. Wajahnya tampak kesal dengan kedatangan sepupunya itu. Ia takut rencana yang telah dia susun akan gagal.
"Maaf Mbak, aku tidak bilang dulu mau kesini! Aku hanya mau mengantarkan ini! Ada titipan dari Ibu" Jawab Eni menyodorkan paper bag yang ia bawa. Kepada Cantika.
"En, tolong temani Cantika. Tadi dia hampir saja kecopetan! Aku permisi" Ucap Agas berdiri bangkit dari duduknya.
"Oh, ya ampun Mbak tapi baik-baik saja kan?" Tanya Eni. Yang tidak di hiraukan olehnya Cantika.
"Tapi Gas." Sahut Cantika mengejar Agas. Tetapi pria itu sudah terlihat menaiki mobilnya.
"Sial!' Geram Cantika. Ia benar-benar kesal. Karena gagal melancarkan niatnya.
"Ini gara-gara kamu!"Hardik Cantika kepada Eni. Kemudian masuk ke kamarnya dengan perasaan marah.
Sedangkan di perjalanan. Agas merasakan Ada yang berbeda pada tubuhnya. Panas yang ia rasakan saat ini Keringat pun bercucuran membasahi tubuhnya. Hasrat kelelakian nya pun bergejolak.
'Apa yang terjadi denganku' Batinnya. Ia pun melajukan kendaraanya dengan cepat. Agar sampai ke rumahnya.
...****************...
Bersambungโ๏ธ๐ Next episode selanjutnya ๐๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ Mohon dukungannya untuk karyaku ini lebih baik. Reader. Salam hangat dari ku๐๐๐๐น
__ADS_1