
Agas melajukan kendaraanya dengan begitu cepat. Ia benar-benar sudah tidak tahan dengan apa yang di rasakan tubuhnya. Sesampainya di rumah pria itu pun langsung bergegas menaiki anak tangga.
Namun, rasa panas kian menjalar di tubuhnya. Membuat ia langsung mendekati Kayla yang sudah terlelap tidur.
Agas dengan kasar menggagahi tubuh istrinya, yang sama sekali belum ia sentuh selama pernikahan.
Bahkan penolakan Kayla sama sekali tidak didengar oleh Agas. Rasa itu kian bergelora menggerayangi tubuhnya. Ia pun semakin memacu di atas tubuh Kayla. Dan mempercepat tempo permainan panas itu.
'Kenapa harus seperti ini Mas?' Batin Kayla.
Wanita itu hanya bisa memalingkan wajahnya. Sambil terisak. Sedangkan Agas tidak memperdulikan rintihan Kayla. Hingga beberapa saat Agas pun Melakukan pelepasannya. Kemudian terlelap tidur tanpa kesadaran.
***
Pagi hari. Dengan rasa kepalanya yang begitu berat, Agas pun terbangun. Alangkah terkejutnya ia mendapati dirinya tanpa satu helai kain yang menutupi tubuhnya. Hanya ada selimut yang menutupi setengah tubuh pria itu.
"Apa yang terjadi?" Tanya Agas. Menatap Kayla yang masih terisak di sampingnya.
"Ada apa dengan mu Mas? Apa harus dengan kasar seperti ini?" Lirih Kayla. Dengan derai air mata membahasi pipinya.
Agas terdiam. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Mengapa tubuhnya merasakan hal seperti itu.
"Maafkan aku Kay" Ucap Agas.
"Aku tidak sadar melakukan itu terhadapmu, aku pun tidak tahu kenapa bisa aku seperti itu?" Sambung Agas.
"Sungguh aneh! Tanpa kau paksa aku, dengan perlakuan mu sekasar itu. Aku tahu kewajiban ku sebagai seorang istri Mas!" Tukas Kayla. Wanita itu pun berdiri bangkit untuk membersihkan diri dengan jalan tertatih. Sakit di daerah intinya. Yang Ia rasakan, karena ini pertamanya ia melepas keperawanan nya.
Agas hanya menarik napas panjang saat melihat bercak darah di sprei yang di tiduri Kayla.
'Apa yang terjadi denganku. Apa ini perbuatan Cantika' Batin Agas. Pria itu pun mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
***
Sedangkan Cantika masih dengan rasa kesal terhadap kegagalan rencananya semalam.
"Apa Agas melakukannya dengan wanita kampung itu?" Gumamnya.
"Sial.. Sial" Teriak Cantika.
Wanita itu pun akan mengatur strategi baru agar Agas kembali padanya. Ia akan menghalalkan berbagai macam cara. Supaya kemauannya terpenuhi.
Setelah membersihkan diri. Agas berniat mengantarkan Dito. Karena Kayla memilih berbaring di tempat tidur. Wanita itu masih sangat kecewa kepada Agas.
"Om yang antar Dito sekolah." Ucap Agas saat menuruni anak tangga.
"Kemana Aunty?" Tanya Dito. Mata anak kecil itu pun berkeliling mencari keberadaan Kayla.
"Aunty sedang sakit Boy," Ucap Agas menuntun Dito ke kamar Bu Isma.
"Jangan nakal ya Sayang!" Ucap Bu Isma kepada Dito. Kemudian mereka bergegas untuk ke sekolah Dito.
Selesai mengantarkan Dito. Agas pun menepikan mobilnya di depan rumah Cantika. Pria itu berniat menanyakan kejadian semalam. Ia yakin ini adalah perbuatan Cantika.
Agas pun mengetuk pintu rumah Cantika. Rumah itu terlihat begitu sepi. Seperti tidak berpenghuni.
Setelah beberapa saat Cantika pun membukakan pintu untuk Agas.
"Hei Gas, tumben ada keperluan apa?" Tanya Cantika dengan suara di manjakan. Senyum pun berkembang dari bibirnya. Menyambut kedatangan Agas.
"Ada yang ingin aku bicarakan padamu!" Tukas Agas. Wajahnya pun seperti menyimpan amarah.
"Oh, kalau begitu silahkan masuk!" Ucap Cantika berbasa-basi.
__ADS_1
"Tidak usah, biar di luar saja!" Ucap Agas. Kemudian mereka pun duduk di depan teras.
"Apa yang kau lakukan semalam Cantika?" Tanya Agas menatap tajam ke arah Cantika.
"Maksudmu?" Cantika bersandiwara. Ia pura-pura tidak memahami pertanyaan Agas.
"Tidak usah berpura-pura Cantika. Aku tahu, kau yang sudah memberikan obat itu kepadaku!" Hardik Agas.
"Aku tidak mengerti ucapan mu Gas!" Jawab Cantika. Wanita itu masih berusaha berkelit.
"Terimakasih Cantika. Apa yang telah kau lakukan, berhasil membuatku tambah membencimu. Hal yang paling ku sesali dalam hidup adalah bertemu wanita murahan seperti dirimu" Hardik Agas kemudian berlalu dari hadapan Cantika.
Cantika menatap kepergian Agas. "Aku akan membuatmu kembali kepadaku Gas," Ucap Cantika. Ia pun masuk ke dalam rumahnya. Wanita itu pun membanting pintu rumahnya dengan sangat kencang.
Agas menepikan kembali kendaraanya. Ia berniat membelikan sarapan untuk Bu Isma dan Kayla. Setelah itu Ia pun kembali melajukan kendaraanya sampai rumah.
Agas membantu Bu Isma untuk sarapan. Biasanya semua itu Kayla yang melakukan tetapi wanita itu sedang sangat kecewa terhadap Agas. pria itu pun sadar ini semua adalah kesalahannya.
Setelah membantu Ibunya. Agas mengantarkan makan yang ia beli untuk Kayla ke kamarnya. Saat ini perasaan Agas tidak karuan bahkan Ia malu berhadapan dengan istrinya itu. Perasaan bersalah mendera di hatinya.
"Ini aku bawakan sarapan!" Ucap Agas. Menaruh makanan di atas nakas.
Kayla hanya terdiam tubuhnya berbaring membelakangi pintu. Bahkan wanita itu tidak menghiraukan ucapan Agas.
"Aku minta Maaf Kay. Atas kejadian semalam! Aku di jebak seseorang. Hingga melakukan itu padamu. Aku sangat menyesal" Ucap Agas. Ia pun berlalu dan bergegas keluar kamar.
Kayla masih terisak bukan karena kehilangan kesuciannya. Ia pun sadar itu sudah kewajibannya sebagai seorang istri terhadap seorang suami. Akan tetapi mengapa itu terjadi dengan perlakuan Agas seperti semalam. Bukan selayaknya seperti suami istri yang di lakukan atas dasar saling mencintai.
...****************...
Next episode selanjutnya βοΈπππΏπΏπΏ
__ADS_1
Mohon dukungannya. Agar Kaya ini lebih baik. Salam hangat dariku. Rahellya Sella Hidayat. πΊπΊπΊπΊπΊπΉβ€