
Agas
Namaku adalah Bagaskara Yudha. Aku anak kedua dari pasangan Didi Irawan Yudha dah Isma kartika. Ayahku sudah meninggal dari dua tahun terakhir akibat sakit jantung.
Sedangkan Kakak laki-lakiku sudah meninggal juga menyusul Ayahku. Kakakku mengalami kecelakaan tunggal bersama keluarga kecilnya. Kecelakaan tragis yang merenggut nyawa Kakak dan istrinya. Hanya keponakanku yang selamat yaitu Dito.
Anak berusia lima tahun itu harus menjadi Anak yatim piatu. Sungguh malang nasib keponakanku.
Kejadian itu sangat membuat Ibu trauma. Belum lama Ayah pergi meninggalkan kami. Satu tahun kemudian anak laki-laki tertuanya pun harus pergi menyusul Ayah. Kejadian itu membuat Ibu jatuh sakit karena belum bisa menerima kepergian mereka. Tetapi Ibuku mencoba terlihat tegar karena harus mengurus Dito. Anak kecil itu tidak mempunyai siapa-siapa lagi selain kami.
Begitu pula aku. Harus menelan pil pahit saat aku kehilangan Kakakku. Kisah percintaan yang telah ku jalin selama tiga tahun terakhir bersama wanita pujaanku. Cantika namanya cantik pula wajahnya tapi tak secantik hatinya. Hubungan kami harus kandas karena Cantika memilih berselingkuh bersama pria lain. Padahal aku sudah berniat untuk serius dan menjadikan dia istriku. Kejadian itu sungguh membuat hidupku hancur.
Setelah kejadian buruk itu menimpa kehidupanku. Aku menjadi pendiam. Aku berjanji untuk menutup diri dari Wanita mana pun. Aku pun menjadi pria yang sangat dingin aku tidak lagi percaya pada wanita. Hari-hari ku habiskan dengan bekerja dan bekerja. Bahkan aku jarang pulang ke rumah Ibu. Karena terkadang aku bekerja hingga larut malam. Di pikiranku hanya untuk membahagiakan Ibu dan membesarkan Dito.
Hari itu. Aku mendengar bahwa Cantika akan menikah dengan pria selingkuhan nya. Mendengar kabar itu. Cukup sakit untukku. Tapi aku sudah mencoba mengubur dalam perasaanku kepada wanita murahan seperti Cantika.
Setelah beberapa bulan. Aku mendengar lagi kabar Cantika yang bercerai dengan suaminya. Karena ternyata lelaki yang di pilih Cantika adalah pria beristri. Aku cukup puas dengan kabar yang sangat membahagiakan hatiku. Bukan karena aku masih berharap untuk kembali kepada wanita murahan itu.
Aku justru puas dengan perceraiannya. Wanita murahan itu pantas mendapatkan karma karena telah menyia-nyiakan ketulusan dariku. Tidak jarang Cantika mendatangi kantor tempat ku bekerja. Wanita murahan itu mencoba mendekatiku lagi. Setelah pernikahannya hancur, sungguh wanita ini tidak punya harga diri.
Hari itu aku berniat pulang ke rumah karena sudah satu minggu. Aku tidak pulang menemui Ibu, Rasanya juga aku kangen kepada Dito apalagi anak kecil itu tumbuh menjadi pribadi baik dan penurut juga menggemaskan. Dito sudah ku daftarkan sekolah taman kanak-kanak. Aku sangat menyayangi Dito. Dan berjanji memberikan yang terbaik bagi Dito.
Setelah sampai ku ketok pintu. Dan wanita yang tidak ku kenal membukakan nya. Padahal biasanya Bi Atun yang membukakan pintunya. Bi Atun adalah asisten rumah tangga yang bertugas mengurus Ibu dan Dito.
Saat aku bertanya dia siapa? Wanita itu malah balik bertanya siapa aku? Sungguh aneh.
Dito mendengar kedatanganku dan berlari ke dalam pelukanku. Ia juga memperkenalkan wanita yang ada di hadapanku. Dia adalah asisten rumah tangga baru yang membantu mengurus Dito. Lalu kemana Bi Atun? pikiranku.
Ku langkahkan menuju kamar Ibu yang sedang berbaring.
"Kemana Bi Atun Bu?" Tanyaku saat mencium punggung tangan Ibu.
__ADS_1
"Bi Atun pulang kampung Gas. Katanya suaminya sakit,"
"Lalu itu siapa yang menggantikan Bi Atun?"
"Oh, itu Kayla baru satu minggu di sini," Jawab Ibu.
"Apa dia bisa mengurus Ibu dan Dito? Kenapa tidak mencari yang berpengalaman seperti Bi Atun si Bu?"
"Memang kalau Kayla kenapa Gas? Dia rajin dan telaten pada Ibu dan Dito. Malah Dito cepat dekat dengan Kayla," Ucap Ibu.
"Ya sudah kalau menurut Ibu baik" Jawabku karena aku tidak pernah membantah Ibuku.
Setelah bermalam di rumah Ibu. Pagi hari aku pun mengantar Dito untuk ke sekolah. Ia di pun di antar Kayla asisten rumah tangga Ibu. Walau rasanya aku ragu dengan kinerjanya. Karena biasanya wanita yang belum merasakan punya anak tidak peka terhadap anak kecil. Apa lagi seusia gadis itu. Setelah mengantarkan Dito aku pun kembali melajukan kendaraan untuk sampai ke tempat kerjaku.
Hari-hari biasa ku lalui dengan bekerja dan jika satu minggu ku sempatkan pulang ke rumah Ibu. Malam itu waktu sudah hampir larut. Aku pun baru menyelesaikan pekerjaanku. Ibu menghubungiku mengabarkan Dito demam dan aku pun langsung bergegas ketempat Ibu. Saat di perjalanan ponselku pun berbunyi. Ibu meneleponku kembali. Memberitahu kalau Dito sudah di rumah sakit. Kayla yang membawanya. Aku pun menyusul ke rumah sakit dan melajukan cepat kendaraan.
Setelah sampai di ruangan unit gawat darurat ku lihat Dito sedang berbaring dan sudah di pasang infus di tangan kecilnya. Rasa sesak menyeruak memenuhi rongga dadaku. Sedih, cemas dan takut melihat keponakanku seperti ini. Ku rengkuh tubuh kecil Dito kemudian anak kecil itu pun menangis di pelukanku.
Hari pun berlalu Dito sudah pulih dan aku kembali ke rutinitasku bekerja.
Hari ini aku berniat pulang ke rumah Ibu. Karena Dito mengabari kalau Omahnya tidak bisa bangun karena penyakitnya semakin parah. Ibu terkena syaraf terjepit dan harus segera di lakukan operasi. Akan tetapi Ibu bersikeras tidak mau.
Sesampainya di rumah Ibu. Aku langsung bergegas menemui wanita yang melahirkanku di kamarnya. Ku cium punggung tangan beliau. Ibu terlihat agak kurus sekarang. Mungkin karena rasa sakit akibat penyakit yang di deritanya.
"Bu lebih baik kita ke rumah sakit," Ucapku duduk di samping Ibu.
"Tidak usah Gas. Capek Ibu ke rumah sakit terus!"
"Kan harus di obati Bu, supaya cepat sembuh," Aku terus merayu Ibu sambil memijit kakinya.
"Gas, Ibu mau kamu menikah. Ibu sudah seperti ini takut Allah akan memanggil Ibu. Sedangkan kamu belum menikah," Ucap Ibu menatap ke arahku.
__ADS_1
"Jangan bicara seperti itu Bu, menikah sama siapa Bu? Kekasih pun tidak ada," Jawabku.
"Gimana mau punya kekasih Gas. Kamu menutup diri dari wanita. Apa kamu masih mengharapkan Cantika Gas? Wanita yang telah menyakitimu?"
"Tidak Bu, aku sudah tidak mengharapkan Cantika. Wanita masih banyak di luar sana yang lebih baik dari Cantik," Jawabku.
"Kalau begitu. Tunjukan kepada wanita itu kamu bisa mendapatkan yang lebih baik darinya," Ucap Ibu.
Aku hanya terdiam mendengarkan omongan Ibu. Aku tidak tahu lagi harus berkata apa. Rasa sakit di khianati wanita membuatku tidak memikirkan tentang menikah walau usiaku saat ini sudah 26 tahun.
"Kalau Ibu meminta satu permintaan apa kamu mau mengabulkan nya Gas?" Aku pun menoleh ke arah Ibu.
"Apa Bu. Kalau aku sanggup pasti aku berikan pada Ibu," Jawabku.
"Ibu mau kamu menikah dengan Kayla Gas. Ibu mau Dito bahagia, Kayla gadis yang baik ia juga tulus menyayangi Dito. Dan pasti dia akan menjadi istri yang baik untuk kamu!" Aku pun terkejut mendengar ucapan Ibu.
"Bu. Kita saja belum tau tentang keluarganya bagaimana Ibu bisa menilai dia baik jika menjadi istriku. Kalau perhatian dia terhadap Dito memang sudah menjadi kewajibannya. Dia kan bekerja di sini Bu," Tukasku.
"Apa penting semua itu Gas, tentang keadaan keluarganya? Derajat manusia sama di hadapan Allah Gas! Dan ketulusan seseorang tidak bisa di nilai dari uang Karena Ibu sudah memperhatikan Kayla. Ia memang tulus menyayangi Ibu dan Dito," Rona wajah Ibu terlihat begitu sedih.
Aku pun terdiam tidak menjawab ucapan Ibu. Selama ini aku tidak pernah membantah perkataan Ibu. Bahkan Ibu juga tidak pernah menuntut apa-apa dariku. Aku harus bagaimana? Apa harus ku turuti permintaan Ibu. Menikahi wanita yang tidak ku cintai.
"Kalau menurut Ibu itu baik. Aku akan menuruti permintaan Ibu. Semua ku lakukan demi kebahagiaan Ibu dan Dito," Jawabku.
"Benarkah Itu Gas? Ibu akan membicarakan ini kepada Kayla. Jika ia menyetujui. Secepatnya kita temui orang tua Kayla." Ucap Ibu rona bahagia terpancar dari wajah yang sudah menua itu.
Biar semua ini ku lakukan. Demi bakti ku sebagai seorang anak. Aku hanya ingin melihat Ibu bahagia di masa tuanya. Dan juga aku ingin yang terbaik untuk Dito.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Bersambung ✍️👋 Terimakasih untuk yang sudah mampir🌺🌺🌺🌺🌺 Mohon dukungannya untuk karya ini lebih baik🌺🌺🌺🌺🌹🌹🌹
__ADS_1