Catatan Harian Kayla

Catatan Harian Kayla
Pov Agas.


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu bersama Kayla. Hatiku rasanya tidak menentu. Ada perasaan salah mendera di hatiku. Tetapi aku bingung dengan perasaanku. Apa lagi di tambah dengan rasa kecewaku terhadap Cantika. Membuat aku tidak percaya akan cinta.


Sedangkan Ibu berkali-kali, menasihati untuk aku agar mencoba menerima Kayla, dan mencoba membuka hatiku, kepada wanita yang kini telah menjadi istriku.


Dadaku bergemuruh bila mengingat apa yang di lakukan Cantika malam itu. Wanita itu memberikan obat perangsang agar aku meniduri dia. Sungguh memalukan, apa yang telah di rencanakan wanita murahan itu. Sungguh bodoh, mengapa dulu aku sempat begitu mencintai dia. Ada keberuntungan yang aku rasakan karena kegagalan rencana Cantika. Karena bila itu terjadi aku akan mengutuk kebodohan kepada diri ini.


Tetapi semua terjadi kepada Kayla. Aku merasa bersalah kepada wanita yang kini telah menjadi istriku itu. Walaupun dalam hukum agama Kayla adalah wanita yang halal untuk ku gauli. Tetapi aku belum bisa menerimanya sebagai istriku. Terlebih aku tidak menjalin kasih dengannya terlebih dahulu. Semua semata-mata ku lakukan hanya untuk Ibu. Perasaanku begitu bergejolak memikirkannya.


Memang tidak bisa ku pungkiri, Kayla sangat baik. Ia begitu menyayangi Ibuku dan Dito. Walau di mataku dia sedikit keras. Mungkin karena rasa kesal menghadapi sifat ku.


Pagi itu setelah kejadian panas yang terjadi antara aku dan Kayla. Dia memilih membaringkan tubuhnya di kamar. Matanya begitu terlihat sembab dan sendu. Ia tidak lagi mengurus Dito dan membantu Ibu. Aku pun mengerti karena rasa kecewanya kepadaku. Aku yang mengambil alih mengantarkan keponakanku itu. Dan sehabis itu aku menemui Cantika sebentar. Rasanya muak melihat drama yang di lakukan wanita itu.


Aku langsung bergegas pulang ke rumah sambil membawakan sarapan untuk Ibu, dan tak lupa juga untuk Kayla. Aku tidak mau menambah kesalahanku karena membiarkan dia tidak mengisi perutnya.


"Gas, apa yang terjadi kepada Kayla? Tidak biasanya dia seperti ini?" Tanya Ibu mencecar pertanyaan kepadaku. Saat aku membantu menyiapkan sarapan untuk Ibu.


"Dia tidak apa-apa Bu, hanya sedikit tidak enak badan!" Jawabku. Tentu saja aku berbohong. Aku tidak mungkin jujur kepada Ibu dengan segala yang telah terjadi antara aku dan Kayla.


"Tidak usah berbohong kepada Ibu Gas!" Ibu menatapku lekat.

__ADS_1


"Iya Bu, aku tidak berbohong. Sekarang Ibu makan ya!" Jawabku mengalihkan pembicaraan. Setelah di rasa beres aku pun mengantarkan sarapan yang ku beli kepada Kayla. Ia tetap tidak mau berbicara denganku.Terkadang pertanyaan ku, di jawabnya dengan ketus dan selalu memojokkan kesalahan kepadaku. Sehingga membuat kami selalu berdebat.


Dua hari aku memilih libur dari pekerjaanku. Dan kembali masuk setelah pikiranku tenang. Aku setiap hari menjalani rutinitasku dengan bekerja. Sore itu aku memutuskan untuk pulang lebih awal. Saat aku akan melewati taman kota, aku melihat seorang wanita dan pria di pinggir trotoar jalan. Aku pun mengenal wanita itu. Dia adalah Kayla yang sedang menggenggam tangan Dito. Tetapi siapakah lelaki itu? Pikiran tentang buruknya masa lalu. menggerayangi otakku.


Tidak banyak berpikir aku pun langsung menepikan kendaraan tidak jauh dari keberadaan mereka. Aku langsung bergegas turun dari mobil dan menghampirinya. Entah mengapa ada rasa kesal menyelimuti relung hatiku saat aku melihat Kayla. Berbicara dengan laki-laki lain. Apa karena perasaan cintaku telah tumbuh untuk Kayla. Tetapi ku tindas semua pikiranku dan mengajak Dito untuk pulang. Aku juga meninggalkan Kayla. Karena ia membawa sepeda motor.


Setelah beranjak malam. Saat Kayla sedang membaringkan tubuhnya aku pun, memulai pembicaraan. Entah mengapa aku sangat ingin mengeluarkan pendapatku. Rasa kesal menuntunku untuk menegur Kayla.


Lagi-Lagi Kayla memojokkan kesalahanku. ia juga mengungkit kejadian malam itu. Saat aku menemui Cantika. Kayla tidak tahu yang sebenarnya alasan mengapa, aku bisa bertemu dengan wanita itu. Ia terlalu jauh memikirkan buruk tentangku. Lagi pula aku tidak menjelaskan rinci alasan mengapa itu terjadi


Aku mengalah pergi dari kamar itu. Setelah berdebat dengan Kayla. Aku tidak mau Ibu mengetahui masalah yang terjadi antara kami. Aku takut itu membuat Ibu menjadi terbebani. Ku lajukan mobil untuk pergi ke kantor malam itu. Aku berniat menenangkan pikiran. Hingga tidak sadar aku tidur hingga pagi menjelang.


"Gas, ko tumben sudah pulang pagi-pagi?" Tanya Ibu. Saat melihat kedatanganku.


"Iya, Bu. aku mau istirahat!" Jawabku.


"Apa kamu sakit? Makan dulu Gas, kamu pasti belum sarapan! Wajahmu juga pucat," titah Ibu.


Aku hanya mengiyakan ucapan Ibu. Dan bergegas menaiki anak tangga untuk ke kamar. Tubuhku rasanya semakin tidak karuan, sepertinya aku demam. Ku baringkan tubuh di atas tempat tidur dengan selimut erat menutupi seluruh tubuh ini.

__ADS_1


Terdengar Kayla menawariku sup. Aku pun mencoba menurutinya karena ia mengatakan bahwa Ibu yang menyuruh membuatkan sup untukku. Kuraih sup dan sepiring nasi itu dari atas tempat tidur. Ternyata tanganku gemetar. Aku begitu lemas, sehingga Kayla membantu menyuapiku makan dan memberiku obat.


Demam di tubuhku malah makin tinggi Kayla dengan lembut mengompres keningku. Ada hangat yang ku rasakan melihat perlakuan Kayla terhadapku. Seperti inikah rasanya di perhatikan seorang istri?


Wanita itu berkali-kali menempelkan tangannya di keningku. Tetapi suhu badanku semakin tinggi. Membuat aku sudah tidak ada kekuatan, rasanya tenagaku terkuras habis. Ia pun dengan sigap memapah sampai ke teras karena kami bergegas ke rumah sakit.


Walaupun masih dengan sungkan melayaniku, tetapi ia dengan sabar menemaniku menginap di rumah sakit. Sesekali ku pandangi wajah cantiknya yang begitu tentram saat ia sedang tertidur di sofa. Kayla memang terlihat begitu cantik. Dengan hidung mancung, kedua matanya bulat dan manik matanya juga kecoklatan. Bahkan bibirnya tipis berwarna merah merekah. Setiap mata yang memandangnya takan pernah bosan. Tetapi mengapa aku belum bisa mencintainya?


Rupanya tanpa sadar aku sudah mengagumi wajah istri yang belum kucintai itu. Lagi-lagi aku menepis segala perasaan yang mendera di relung hati. Kemudian aku pun memejamkan mata hingga pagi menjelang. Aku begitu malu saat terbangun aku menggenggam tangan Kayla erat. Lalu mengapa Kayla tidur di sampingku?


Siang harinya saat aku membuka kedua mataku. seusai tidur karena setelah meminum obat. Aku begitu di kejutkan dengan keberadaan Cantika di sampingku. Mataku berkeliling mencari keberadaan Kayla, kemana Kayla? Dia tidak ada terlihat di ruangan ini? Aku pun tidak mengerti dari mata Cantika tau keberadaan ku.


Terdengar derap langkah memasuki ruangan tempatku dirawat. Kayla yang saat itu baru datang, wajahnya langsung menggambarkan kebencian, ia pun menatap sinis ke arahku. Dan bergegas meninggalkanku. Aku tidak mau Kayla melakukan itu. aku nyaman dia berada di sini, ku usir Cantika dari ruangan ini. Aku sudah tidak butuh wanita murahan itu. Aku tidak banyak bicara setelah kepergian Cantika. Karena terlihat Kayla begitu kesal dan tak mau menatapku. Mungkin Kayla berpikir aku yang memberi tahu Cantika tentang keberadaan ku.


...****************...


Bersambung✍️❤🌺🌺🌺


Next episode selanjutnya 🌿🌿mohon dukungannya🙏🌹agar karyaku lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2