Catatan Harian Kayla

Catatan Harian Kayla
Bertemu Tika


__ADS_3

Pagi hari, setelah berkemas. Aku pun bergegas pergi untuk bertemu Tika. Ku temui Ibuku yang sedang membereskan kue dagangannya.


"Aku pamit ya Bu," Ucapku meraih tangan Ibuku untuk menciumnya.


Ibuku tertunduk lalu terisak"Hati-hati ya Kay, maafkan Ibu yang selalu memaksakan kehendak Ibu," Ucapnya air matanya pun membasahi pipi.


Aku terhambur ke pelukan Ibuku"Aku yang harusnya minta maaf Bu belum bisa membahagiakan Ibu," Tangisku pun pecah melihat Ibuku setua ini tapi aku belum bisa memberikan yang terbaik di hidupnya.


"Doakan aku ya Bu," Sambungku melepas perlahan pelukan Ibu.


"Doa Ibu selalu di setiap langkahmu Kay," Ucap Ibu sambil mengusap air matanya.


Setelah itu aku pun menghampiri Bapak yang baru saja datang mengantarkan dagangan.


"Aku pamit ya Pak," Ku cium punggung tangan Bapakku.


"Hati-hati di kota orang Kay! Kabari adikmu bila sudah sampai," Ucap Bapakku sambil mengelus bahuku. Kemudian beliau menarik napas panjang seakan-akan berat melepaskan kepergian ku.


"Mbak Kay, mau kemana?" Tanya adikku yang baru saja keluar dari kamarnya.


"Mbak mau ke kota Tia, Mbak titip Bapak sama Ibu. Kamu yang baik di rumah," Ucapku sembari memakai sepatu.


"Iya Mbak" Jawab Tia.


Setelah itu, ku langkahkan kakiku ke depan jalan raya. Untuk menaiki angkutan umum yang akan menuju terminal pertama. Karena aku harus melewati dua terminal untuk sampai ke kota.


Tika akan menungguku di terminal kedua, kebetulan hari ini jadwal ia libur bekerja. Setelah menempuh perjalanan akhirnya aku sampai di terminal dan bergegas menaiki bus yang akan menuju ke terminal kedua.


Setelah menempuh perjalanan hampir tiga jam syukurlah aku pun sampai di terminal kota. Tika pun sudah menunggu di tempat berhentinya bus yang ku tumpangi.

__ADS_1


"Kayla!" Sahut Tika melambaikan tangan ke arahku.


"Tika," Jawabku berlari menghampirinya. Kami pun berpelukan seperti Teletubbies. Maklumlah kami jarang bertemu setelah Tika bekerja di kota.


"Sudah lama ya?" Tanyaku.


"Tidak kok Kay, baru beberapa menit saja," Jawab Tika.


Kami berjalan bergandengan bergegas menaiki angkutan umum yang menuju ke kosan Tika. Setelah menempuh perjalanan kami pun sampai.


"Masuk Kay!" Ucap Tika.


"Maaf ya Kay, tempatnya sempit," Sambung Tika.


"Iya tidak apa-apa Tik, aku malah terimakasih banyak sama kamu di perbolehkan tinggal di sini, selama aku belum dapet kerja," Ucapku.


Kemudian aku masuk, lalu mendaratkan bokongku ke lantai dan melepas tas ransel milikku, kami pun duduk lesehan di lantai kemudian Tika menyuguhkan minum untukku.


Aku mengiyakan ucapan Tika, meluruskan kedua kakiku, yang terasa cukup pegal setelah berjam-jam di bus. Kemudian aku membuka layar ponselku untuk mengabari Tia, kalau aku sudah sampai.


Tidak beberapa lama Tika pun kembali dengan membawa lauk makan yang sudah di belinya.


"Ayo, makan dulu Kay!" Ucap Tika sembari membuka ikatan plastik yang berisi sayur.


"Iya Tik," Aku memulai menyantap makananku hingga tandas, karena aku belum sarapan dari rumah tadi pagi.


Setelah selesai makan, aku membereskan piring kemudian mencucinya. Walau Tika melarang aku harus tau diri karena Tika sudah berbaik hati padaku.


Kemudian aku bergegas mandi, karena waktu sudah sore hari setelah itu kami merebahkan diri sembari bertukar cerita. Hingga tidak terasa waktu sudah malam kami pun memutuskan untuk tidur.

__ADS_1


🌱🌱🌱


Setelah pagi hari selesai sarapan Tika pun bergegas untuk berangkat bekerja.


"Aku pergi dulu ya Kay, istirahat juga aku pulang kok," Ucap Tika.


Aku pun mengiyakan ucapan Tika.


"Jangan lupa tanyakan lowongan kerja untukku ya Tik!" Sahutku saat Tika akan keluar pintu.


Tika pun menoleh ke arahku "Oke" Sambil mengangkat Ibu Jari miliknya.


Hingga siang hari Tika pun kembali pulang untuk istirahat. Karena tempat kerja dan kosannya lumayan dekat. Ia


membawa lauk untuk makan siang. Karena untuk nasinya sudah ada di penanak nasi.


"Kay, tadi sewaktu aku beli lauk tetanggaku di depan sana bilang padaku. Kalau sedang mencari asisten rumah tangga apa kamu berniat? Lumayan menurutku sembari menunggu pekerjaan yang lain," Ucap Tika memberi saran padaku.


Aku pun terdiam kemudian mengiyakan ucapan Tika.


"Iya Tik, aku mau. Dari pada aku tidak ada kerjaan kan?" Jawabku. Karena aku tidak mau terlalu lama membebani Tika apa lagi aku hanya membawa uang hanya untuk ongkos bus kemarin.


"Betul, nanti kamu minta pulang setiap hari kalau di izinkan" Ucap Tika.


"Iya Tik,"


"Ya sudah nanti aku beritahu tetanggaku sekalian lewat" Ucap Tika. Kemudian ia bergegas kembali pergi untuk bekerja.


...****************...

__ADS_1


Mohon dukungannya untuk karyaku lebih baikπŸ™πŸ˜ŠπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΉ


__ADS_2