Catatan Harian Kayla

Catatan Harian Kayla
Kecemburuan Mas Agas.


__ADS_3

Setelah melaksanakan shalat magrib. Seperti biasa aku berniat membantu Ibu. Untuk makan malam, walau ada Bi Emi. Asisten baru yang di pekerjakan Ibu. Aku tetap ingin mengurus Ibu mertuaku.


Aku pun bergegas menuruni anak tangga. Terlihat Dito dan Ibu sedang bersantai di depan televisi.


"Hai Sayang!" Sapaku pada Dito. Ibu mengembangkan senyum kepadaku.


"Om mana Aunty?" Tanya Dito.


"Masih di kamar Sayang!" Jawabku. Aku tadi tidak mengajak Mas Agas untuk turun. Rasanya sungkan melihat wajahnya yang masih dingin terhadapku.


Aku langsung ke dapur membantu Bi Emi menyiapkan makan malam.


"Udah. Mbak Kay biarin, biar Bibi saja yang siapkan!" Ucap Bi Emi.


"Tidak apa-apa Bi. Aku sudah biasa kok!" Jawabku.


Setelah selesai menyiapkan makan malam. Kemudian ku bantu Ibu untuk menuju meja makan.


"Agas tidak mau makan bersama Kay?" Tanya Ibu.


"Tidak tahu Bu. Mungkin sebentar lagi turun." Jawabku.

__ADS_1


"Biar Dito yang panggil Om, Aunty. " Dito langsung berlari menaiki anak tangga.


Terlihat Dito pun turun bersama Mas Agas. Kami pun makan malam bersama. Setelah beres tidak lupa aku membantu Ibu untuk beristirahat di kamarnya. Dan aku pun menemani Dito sampai anak kecil itu tertidur.


Setelah di rasa sudah beres. Aku bergegas menaiki anak tangga. Menuju kamarku. Rasanya tubuh ini terasa lemas. Entah mengapa akhir- akhir ini. Aku merasa tubuhku cepat lelah.


Ku baringkan tubuh membelakangi Mas Agas. Tidak ada obrolan antara kami. Mas Agas sibuk memainkan ponselnya. Dia masih memilih tidur di sofa. Tetapi aku tidak merasa keberatan. Biarkanlah semau dia. Melakukan apa yang menurutnya benar. Walau usia pernikahan kami memasuki dua bulan. Aku tetap merasa asing. Aku seperti tidak mengenali suamiku.


"Aku tidak suka kamu membawa Dito seperti tadi sore" Tukas Mas Agas. Memulai pembicaraan.


Aku terdiam berpura-pura tidak menghiraukan ucapan Mas Agas. Karena aku tau akhirnya pasti kami beradu argumentasi.


"Kalau mau ketemu laki-laki lain. Tidak usah membawa Dito" Sahutnya lagi.


"Apa Maksudmu Mas?" Aku mencoba menyikapinya perkataan Mas Agas dengan baik. Tatapanku sendu kepada Mas Agas. Rasanya lelah menghadapi dirinya. Sikap nya aneh di mataku.


"Tidak usah berpura-pura Kay!" Ucapnya. Menarik sudut bibirnya.


"Apa aku melakukan kesalahan di matamu Mas?" Tanyaku. Menatap sinis kepada Mas Agas. Aku tidak bisa menahan emosi ketika apa yang di tuduhkan seseorang tidak sama sekali aku lakukan.


"Apa kamu melihat lelaki itu sedang menciumiku Mas?" Sambung ku.

__ADS_1


"Tetap saja. Seorang istri tidak pantas menemui laki-laki lain, tanpa seizin suaminya" Seloroh Mas Agas.


Aku terkejut mendengar penuturan Mas Agas. Ada apa dengan suami dinginku ini. Apakah dia cemburu kepada Dika?


"Apa, aku tidak salah dengar Mas? Seorang istri tanpa izin suami? Apa kau menganggap ku sebagai istrimu Mas? Apa kau lupa? Aku adalah seorang istri yang tidak boleh mencampuri urusan suaminya! Apa kau juga lupa. Tentang malam itu saat kau temui mantan kekasihmu?" Pertanyaan bertubi-tubi ku berikan pada Mas Agas.


Dia hanya tertunduk. Tidak menjawab begitu banyak pertanyaanku. Entah dia malu atau marah? aku tidak tahu. Aku pun beranjak dari duduk. Bergegas untuk keluar kamar. Rasanya semakin lama kesabaran ku habis untuk menghadapi Mas Agas.


Saat aku berlalu di hadapan Mas Agas. Dia pun mencekal tanganku. Hingga aku tertarik ke pangkuannya. Wajah kami saling berhadapan begitu dekat. Hingga terasa deru napas Mas Agas.


"Lepaskan Mas!" Sahutku. Berusaha melepaskan cekalan tangannya.


"Kamu adalah istriku Kay! Aku berhak apapun pada dirimu!" Hardik Mas Agas. Melepaskan tanganku kemudian berlalu meninggalkan kamar.


Aku hanya menghirup udara dalam-dalam. Sungguh tidak bisa ku mengerti apa kemauan Mas Agas. Apa benar dia cemburu melihatku bersama Dika sore tadi? Apa dia sudah mulai mencintaiku?


Aku pun kembali membaringkan tubuhku di tempat tidur. Kali ini Mas Agas yang mengalah meninggalkan kamar ini. Biarkan saja Mas Agas pergi. Mungkin ia butuh waktu menenangkan diri. Pikiranku berkecamuk . Aku benar-benar tidak paham dengan suamiku.


Setelah lelah berpikir. Aku pun memejamkan kedua mataku. hingga pagi menjelang. Saat ku membuka mata. Aku tidak melihat Mas Agas di sofa. Apa dia tidak pulang tadi malam? Lalu dimana Mas Agas? Apa dia ke rumah mantan kekasihnya? Aku mencoba menindas semua pikiran buruk terhadap Mas Agas. Kemudian aku pun bergegas untuk membersihkan diri. Lalu membantu Dito bersiap-siap ke sekolah.


...****************...

__ADS_1


Next episode selanjutnya βœοΈπŸ‘‹πŸŒΊπŸŒΊ Terimakasih untuk yang sudah mampir Readers. πŸ™πŸ™πŸŒΉ Mohon dukungannya untuk karya ini lebih baik. πŸ₯°πŸ₯°πŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΉ


__ADS_2