Catatan Harian Kayla

Catatan Harian Kayla
Pembantu manis


__ADS_3

"Mbak Kay, tungguin Dito kan di sekolah?" Ucap Dito saat aku sedang menyuapinya sarapan. Dito pun sudah bersiap masuk sekolah mulai hari ini. Aku sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumah. Dan bersiap mengantar Dito ke sekolah.


"Iya Dito, Mbak tungguin Dito kok sampai pulang," Jawabku.


"Om anterin Dito ya!" Ujar Dito kepada Mas Agas.


"Oke Boy," Jawab Mas Agas sembari mengangkat Ibu jarinya.


"Ibu tidak apa-apa sendiri di rumah?" Tanya Mas Agas kepada Bu Isma. Pria itu terlihat sangat menyayangi Bu Isma.


"Tidak apa-apa Gas, sebentar juga Bi Sum datang!" Jawab Bu Isma.


"Sayang hati-hati ya. Jangan nakal nanti di sekolah!" Ucap Bu Isma mengelus kepala Dito.


"Iya Omah," Jawab Dito turun dari meja makan.


"Titip ya Kay!" Ucap Bu Isma kepadaku.


"Iya Bu. Kalau Ibu perlu apa-apa telepon aku saja!" Ucapku.


Setelah selesai sarapan. Kami pun bersiap untuk pergi. Aku dan Dito di antar Mas Agas. Sedangkan Mas Agas setelah mengantar kami. Ia pergi untuk bekerja.


"Aku di belakang ya Om!" Ucap Dito saat kami hendak menaiki mobil milik Mas Agas.


"Boy di depan saja sama Om!" Ucap Mas Agas. Mungkin dia tidak mau duduk dekat denganku.


"Biar Mbak Kay di belakang Dito!" Ucapku.


"Mbak Kay, di depan saja." Tukas Dito kemudian langsung naik di bangku belakang.

__ADS_1


Aku pun mengiyakan perintah Dito dengan terpaksa. Walau rasanya segan duduk di dekat pengemudi yang sombong ini. Setelah di rasa siap, Mas Agas pun melajukan kendaraannya. Sepanjang jalan kami pun tidak ada obrolan hanya sesekali Dito berceloteh riang.


Beberapa menit di perjalanan. Akhirnya kami pun sampai di sekolah Dito.


"Jaga Dito yang benar!" Seloroh Mas Agas. Saat aku membuka pintu mobil hendak turun.


"Baik Mas." Jawabku.


'Sekalinya mau bicara pria ini sangat ketus' Batinku.


Dito pun berpamitan pada Mas Agas. Kemudian kami masuk ke gerbang sekolah Dito. Sedangkan Mas Agas berlalu pergi ke kantornya.


Dito pun masuk ke kelas yang di arahkan oleh gurunya. Aku menunggu bersama Ibu-ibu murid yang lainnya. Suasana pun begitu riuh pada hari pertama masuk sekolah banyak siswa yang menangis ingin di temani Ibu mereka. Tetapi untunglah Dito sangat baik dia sangat mandiri. Dan menuruti arahan dari gurunya.


"Kamu antar Dito sekolah?" Tanya Bu Tri yang tiba-tiba ada di dekatku. Ia pun masih seperti hari lalu memandangku dengan tatapan tidak suka.


"Iya Bu" Jawabku mencoba untuk ramah. Padahal aku sangat tidak suka dengan kehadirannya.


Aku pun hanya mengangguk mengiyakan ucapannya.Apakah di kota memang kebanyakan perlakuan mereka seperti ini kepada orang yang baru mereka kenal.


Aku pun berlalu sedikit menjadi lebih jauh dengan Bu Tri. Malas rasanya mendengar obrolan Ibu-ibu itu. Yang ujung-ujungnya ngomongin kejelekan orang lain. Kemudian aku pun melangkah ke depan gerbang sekolah. Ku lihat ada penjual es dawet. Aku pun menghampiri untuk membelinya. Rasanya haus ketika bertemu Bu Tri tadi.


"Pak mau satu ya!" Aku pun memesan es kepada penjual es dawet.


"Siap Neng, nganter anak sekolah ya Neng?" Tanya penjual es. Sembari membuatkan pesanan ku.


"Tidak kok Pak, bukan anakku tapi anak majikan" Jawabku jujur.


"Oh Neng jadi asistennya? Eh bukan tapi pembantu manis," Ucapnya terkekeh.

__ADS_1


"Ikh, si Bapak bisa saja. Manis kali kaya es dawet" Ujarku membuat penjual es pun semakin terkekeh.


"Panggil Mang Cungkring saja Neng! Udah viral di sini denger Mang Cungkring" Ucap Mang Cungkring memperkenalkan diri.


"Iya baik, Mang Cungkring" Jawabku.


"Nah gitu kan lebih akrab ya kita Neng," Ucapnya lalu kembali terkekeh


Kemudian Mang Cungkring pun menyerahkan satu gelas es padaku. Setelah itu aku membayarnya dan bergegas ke dekat kelas Dito sambil meminum es dan menunggu Dito pulang. Setelah dua jam. Bel pun berbunyi, aku pun menghampiri Kelas Dito. Takut Dito kesulitan mencariku


"Mbak Kay!" Sahut Dito. Ia pun berlari ke arahku.


"Gimana, Dito bisa tidak belajarnya?" Tanyaku.


"Bisa dong Mbak," Ucap Dito senang.


"Ya sudah. Kita pulang ya, kasian omah sendiri di rumah" Ucapku sembari menggenggam tangan Dito untuk bergegas keluar gerbang. Aku pun memesan ojek online di aplikasi hijau melalui ponselku. Dan beberapa saat ojek online pun datang.


"Omah!" Sahut Dito saat turun dari ojek online menghampiri Bu Isma yang sudah menunggu di teras rumahnya.


"Cucu Omah sudah pulang!" Ucap Bu Isma mencium pucuk kening cucunya.


"Gimana di sekolah?" Sambung Bu Isma.


"Baik Omah" Jawab Dito kemudian menceritakan kegiatan sekolahnya di hari pertama.


Setelah itu aku membantu Dito mengganti pakaian. Dan kemudian bergegas untuk memasak di dapur karena sebentar lagi jam makan siang. Aku harus menyiapkan untuk Bu Isma karena beliau harus meminum obat.


Sedangkan Dito masih di temani Bu Isma di ruang tamu. Bu Isma dengan telaten mendengarkan celoteh Dito saat bercerita. Bu Isma sangat hangat dan sangat menyayangi cucunya.

__ADS_1


...****************...


Bersambung โœ๏ธ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ Next episodenya selanjutnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2