
Setelah Alan, Anan dan Nanda sudah pulang dari sekolah masing-masing, mereka menyambut kedatangan orang tua dari Khansa.
"Ya Allah ini cucu kita ya Khansa?" Tanya mami Khansa.
"Iya mi, yang tinggi ini anak pertama ku namanya Alan, dan yang ditengah namanya Nanda dan yang ketiga namanya Anan" Jelas Khansa sambil merangkul ketiga anaknya.
"Oh ya ini oma dan opa kalian namanya opa Endra dan oma Endah" Kata Khansa sambil memperkenalkan kepada ketiga anaknya dan ketiganya menyalami oma dan opa dengan sopan. Dan mereka duduk bersama di bawah sofa.
"Kebetulan nih nak Alan, sebentar lagi kamu mau kuliah nih kamu mau ambil jurusan apa?" Tanya opa Endra.
"InsyaAllah saya akan mengambil jurusan bisnis opa karena saya ingin membuka usaha restoran" Jelas Alan dengan lembut.
"MasyaAllah semoga keinginan kamu terwujud ya nak" Balas opa Endra sambil merangkul pundak Alan dengan lembut dan Alan tersenyum manis.
"Kami minta maaf ya karena tidak pernah datang ketika kamu lahir di dunia pertama itu karena kami egois selama pernikahan papamu selama 19 tahun ini" Jelas oma Endah.
"Kami maafkan oma dan opa karena alhamdulillah papa kami menjadi seorang ayah yang bertanggung jawab di usianya yang muda untuk menikah padahal nikah muda itu gak mudah" Jelas Alan.
"Kamu gak tahu ya jika yang rawat kalian berlima itu nenek kalian?" Tanya oma Endah.
"Tahu kok oma karena almarhumah nenek yang selalu menemani mereka dari nol sampai sekarang bahkan beliau juga merawat kita ketika kedua ortu kita sibuk bekerja" Jelas Alan. Mendengar itu kedua pasangan tua itu terdiam merasa bersalah karena jadi orang tua dan kakek nenek yang egois dan sekarang mereka berdua jadi kena batunya.
"Dan juga terima kasih telah minta maaf dan ini bukan salah oma opa kok karena ini takdir sebab jika mereka gak menikah mungkin kita berlima gak lahir di dunia" Jelas Alan menenangkan keduanya.
__ADS_1
"Kenapa kalian ngomong seperti itu nak?" Tanya Khansa kepada Alan.
"Karena kita berlima beruntung punya orang tua yang baik dan bertanggung jawab di usia yang masih muda ini" Jelas Anan.
"Itu karena kita saling menyukai nak jika kita gak saling menyukai mungkin beda rasanya" Jawab Fanny.
"Tapi ada yang bilang Alan anak yang lahir di luar nikah makanya papa dan mama cepat menikah" Kata Alan.
"Gak nak, papa dan mama nikah karena melanggar aturan di desa ini seperti bicara dengan lawan jenis makanya dengan cepat dinikahkan supaya tidak menimbulkan fitnah dan waktu itu setelah menikah, 2 tahun kemudian lahir Nanda, setahun kemudian lahir Anan, lalu 7 tahun kemudian, lahir Aksa dan yang terakhir 3 tahun kemudian lahir Aura, si bungsu yang cantik dan pintar" Jelas Khansa.
"Kenapa Aksa dan Aura lama lahirnya?" Tanya opa Endra.
"Itu karena kita sibuk kerja pi, mi, makanya kita gak ada waktu buat anak dan juga untuk biaya sekolah mereka bertiga sebesar itu jadi dengan kerja keras kami membiayainya. Tapi tenang saja kok kita gak menyesal membesarkan dan merawat kelima anak kita kok" Jelas Khansa dengan tenang dan tersenyum bangga.
"Sebenarnya untuk Fanny apa yang membuat kamu memilih menikah dengan anak kami?" Tanya oma Endah.
"Awalnya saya ingin setelah Alan lahir saya ingin punya anak perempuan tapi yang lahir 3 anak laki-laki dan saya gas saja terus sampai lahir Aura" Tambah Khansa dan membuat oma dan opa tertawa sementara Fanny malu. Dan 4 anak laki-lakinya hanya bengong serta Aura sibuk bermain boneka pemberian oma dan opanya di pangkuan Fanny.
"Kenapa ingin punya anak perempuan?" Tanya opa Endra.
"Kebetulan aku kan anak sulung jadi aku ingin punya adik perempuan tapi waktu remaja sekitar 16 tahun aku berharap jika sudah menikah aku ingin punya anak perempuan suatu saat nanti" Jelas Khansa.
"Jadi gimana perasaanmu setelah Aura lahir?" Tanya oma Endah.
__ADS_1
"Alhamdulillah aku senang jika ada anak perempuan secantik dan sepintar Aura dan kita menamakannya Aurora itu karena dulu Fanny ngidamnya random ingin menonton film princess Aurora di TV dan terpaksa membeli kasetnya untunglah kasetnya harganya Rp10.000 jadi dia bisa menonton princess itu pada tengah malam jam setengah 4" Jelas Khansa.
"Dan juga aku menamakannya Aurora karena aku ingin Aura jadi anak cantik dan baik hati sesama manusia, berbakat yang disukai orang-orang yang mencintainya dengan tulus" Tambah Fanny.
"Dan juga sebelum Aura lahir, mama suka tidur seperti karakter princess Aurora yang tertidur karena racun padahal tertidur karena ngidam" Tambah Alan.
"Mama gak tahu kenapa suka tidur mulu padahal dulunya mama aktif" Balas Fanny.
"Aksa gimana ma?" Tanya Aksa.
"Oh Aksa waktu kamu lahir itu kamu yang paling tampan di sini mirip dengan papa kamu loh dan juga kamu orangnya aktif banget di kandungan mama membuat mama kewalahan" Jelas Fanny.
"Dan sekarang makin lama makin aktif tapi untung tidak bandel tapi suka usil sama Aura mi, pi" Tambah Khansa ngadu kepada kedua ortunya. Dan kedua ortunya Khansa hanya tertawa gemas sambil oma Endah mrncubit pipi Khansa.
"Oh ya kami bertiga mau ke lapangan dulu ya mau latihan sepak bola" Kata Alan.
"Wah kalian bertiga mau latihan? Padahal beda sekolahnya" Kata oma Endah.
"Iya mi, soalnya mereka bertiga ikut ekskul sepak bola jadi ketiga sekolah mereka digabung dan akan melawan sekolah di luar Padang" Jelas Fanny dan oma Endah mengangguk mengerti.
Lalu ketiganya pergi dengan menggunakan motor Khansa. Setelah peninggalan ketiga anak laki-laki nya, mereka lanjut bercerita dan kedua ortunya bermain dengan kedua cucunya yang masih kecil bahkan mengajak keduanya untuk pergi ke mall di kota Padang. Sementara Fanny dan Khansa kerja jualan soto.
Selama 19 tahun mereka terbayar karena kehadiran ortunya Khansa yang datang. Kedua ortunya menyesal atas keegoisan mereka telah memaksa hidupnya Khansa, jadi dengan menebus kesalahan, pasangan tua itu tinggal di rumah Khansa selama setahun. Jadi setelah setahun itu, Aura lulus dari TK nya dan Khansa kerja di Korea Selatan karena diterima menjadi staff marketing di acara TV yang dinamakan Mnet.
__ADS_1
Lagi-lagi Fanny harus merelakan kepergian suaminya yang kerja jauh dari Indonesia yaitu negara Korea Selatan, negeri yang melahirkan idol k-pop dan drakor keren yang disukai banyak negara.
Next part 11