
Tiba saatnya pada sore hari jam 5, perpisahan antara Hanbin dan kedua sahabatnya Ekhsan dan Aurora. Sedih sih tapi mereka harus rela. 2 keluarga itu menemui keluarga Sung di bandara Padang.
"Sung Hanbin!" Panggil Aura lalu memeluk bocah tampan itu dan membuat Hanbin terdiam.
Tak lama pelukan terlepas dan memasangkan gelang warna hitam putih ke tangan kanannya. Hanbin hanya terdiam. Dia membiarkan bocah cantik berkepang dua berponi itu memasangkan sebuah gelang ke lengannya. Gelang itu ada sebuah nama "AHE(Aura, Hanbin dan Ekhsan)
"Ini gelang tanda persahabatan kita ya Hanbin, aku juga ada(menunjukkan lengan kanannya yang sudah memakai gelang dengan warna yang sama)" Katanya.
"Wah aku suka ini" Balas Hanbin sambil tersenyum manis.
"Terima kasih ya Aura" Tambahnya.
"Iya dan juga jangan lupa tentang kita bertiga ya" Kata Ekhsan lalu memeluk Hanbin.
"Iya aku takkan lupa kok" Balas Hanbin membalas pelukan teman cowoknya.
Para orang tua yang melihat kejadian itu tersenyum manis.
"MasyaAllah sosweet nya" Gumam Fanny.
"Gimana mereka waktu sudah dewasa ya?" Bisik Khansa ke Fanny lalu keduanya tertawa pelan.
"Mungkin seperti drama Korea ya dari kecil menjadi teman, dewasa menjadi sepasang kekasih" Tambah Akhsan ke Khansa.
"Tapi mereka kan beda agama, dek ipar" Protes Khansa.
"Kan kalian dulu kan gitu tapi bedanya teman pada masa sekolah atau tiba-tiba menikah karena diciduk berbincang-bincang" Balas Akhsan sambil meledek ke arah Khansa. Yang diledek hanya menatapnya julit.
Setelah itu, keluarga Sung naik pesawat dan meninggalkan kedua sahabatnya yang telah baik dan perhatian. Sayang sekali dia harus pindah ke negeri asalnya padahal TK belum tamat.
Setelah kepergian Hanbin, kedua keluarga itu pulang ke rumahnya masing-masing. Di dalam mobil, Ekhsan dan Aura hanya diam sambil menatap gelang yang mereka beli di pasar sebelum berangkat ke bandara. 2 anak kecil itu duduk di belakang.
"Papa, apa bisa kita ke sana?" Tanya Aura kepada papanya.
"Boleh tapi ketika kalian sudah dewasa ya nak" Ujar papanya sambil menatap ke belakang dan mengelus pipi Aura lembut.
"Yah lama nanti" Keluh Aura.
"Kata kamu mau sukses dulu ya bisa samperin Hanbin ke sana" Kata papanya dengan senyuman lembut.
__ADS_1
"Aku mau jadi artis boleh gak pah?" Tanya Aura dengan tersenyum senang.
"Boleh tapi ingat jadi artis tidak selamanya baik tapi kalo kamu bisa menjadi artis yang baik bisa sukses" Jelas papanya dan Aura tersenyum mengangguk.
Mobil itu sudah sampai ke rumah keluarga Khansa dan keluarga Akhsan pergi ke rumahnya. Di dalam, mereka disambut oleh opa dan oma atau orang tua Khansa serta 4 abang Aura. Mereka menggoda Aura, sang adik.
"Ya Allah kayaknya ada yang ngambek ditinggal cinta pertama nih" Goda Alan.
"Maksudnya nak Alan?" Tanya oma Endah.
"Ada temannya namanya Hanbin kayaknya Aura suka deh dengan Hanbin" Jelasnya.
"Duh sudah keduluan nih dengan Aura padahal kita sudah remaja belum cinta-cintaan" Tambah Nanda.
"Mungkin kalian ada tapi belum ada rasa atau jangan-jangan ada yang suka dengan kalian" Kata Oma Endah dengan tatapan curiga.
Mendengar itu, ketiganya terdiam dan Aura ketawa menggoda sang abang.
"Ya sudah yuk sama oma dan opa kita makan!" Ajak oma sambil menggandeng tangan Aura.
"Baik oma" Jawab Aura semangat.
"Eh siapa yang dapat gebetan cewek?" Tanya Anan.
Kedua abangnya hanya terdiam membisu.
"Kalo diam berarti iya, hahahaha" Kata Anan sambil ketawa meledek.
"Oke aku ngaku, tapi jangan kasih tahu semuanya ya adik-adik!" Ujar Alan terpaksa.
"Iya deh bang" Jawab keduanya kompak.
"Untung gak ada Aksa dan Aura, 2 bocil itu suka ngomporin bahkan jujur banget" Tambah Alan.
"Iyalah karena mereka masih bocil" Timpal Nanda.
"Oke aku kasih tahu ya. Aku sukanya sama murid dari jurusan IPA. Aku pernah nembak dia tapi ditolak karena dia gak mau pacaran. Alhasil ya sudahlah diam-diam saja" Jelas Alan dengan sendu.
"Wah miris banget bang" Kompak keduanya sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.
__ADS_1
"Mungkin dia berhijab kali bang makanya gak mau pacaran" Kata Alan dengan tatapan curiga dan Alan mengangguk.
"Tenang bang, jodoh gak kemana asalkan kita harus sukses nantinya waktu sudah dewasa. Dan juga abang kan mau ujian akhir nih jadi makanya ayo semangat supaya bisa lulus" Ujar Nanda bijak sambil merangkul abang tertua mereka. Anan mengangguk setuju.
"Oke deh abang mau belajar dulu ya adek-adek!" Sapanya lalu berjalan ke kamar untuk belajar.
Pada maghrib, mereka melakukan sholat bersama secara berjamaah. Setelah sholat, berzikir dan berdoa mereka pun berfoto bersama dengan kamera yang diberikan oleh opa dan oma untuk Fanny.
Keseharian mereka selama berada di kampung Padang pun diabadikan dalam kamera dan dibuatlah album untuk kenangan.
Walaupun Aura masih sedih karena kangen dengan Hanbin, tapi dia tetap ceria bermain dengan teman-temannya. Dia juga punya teman baru cewek dari kelas sebelah namanya Puji Lestari panggilan Uji. Gadis cantik dan manis yang pintar.
Uji ini juga dekat sama Ekhsan karena seumuran. Dia juga sedih ketika Hanbin pindah. Walaupun Uji tidak pernah terlibat dalam persahabatan mereka, tapi Uji juga dibuatkan gelang persahabatan dengan inisial "AP(Aura Puji)".
Puji adalah anak juragan kain dan anak ketua RT di kampung Padang jadi tak heran dia ini anak bungsu yang terkenal dari kalangan desanya. Bahkan kedua orang tuanya berteman dengan orang tua Ekhsan dan Aura. Puji punya 3 abang yang sayang dan baik padanya.
Walaupun berstatus sebagai anak ketua RT, tapi Puji gak malu berteman dengan anak-anak yang tidak setara dengannya. Bahkan suka membantu dengan ikhlas. Tapi yang lucunya nih, Puji suka dengan Aksa, abang keempatnya Aura. Tapi Aksa hanya menganggapnya sebagai seorang adik.
Dan sekarang, di kelas A1 guru Hanni digantikan oleh seorang pria yang Aura kenal namanya Gio. Melihat kedatangan Gio, Aura melotot kaget begitupun Gio.
"Wah kok ada paman Gio?" Gumamnya.
"Assalamu'alaikum anak-anak!" Salamnya.
"Waalaikumsalam pak!" Balas semua murid.
"Oke perkenalkan nama bapak adalah Gio, saya berusia 20 tahun dan hanya sementara menggantikan posisi guru Hanni. Salam kenal anak-anak!" Sapanya dengan ceria.
"Salam kenal juga pak!" Jawab mereka kompak.
"Oke saya akan mengabsen nama-nama kalian dan kalian maju kedepan memperkenalkan diri" Ujar pak Gio dan semuanya mengangguk setuju. Satu persatu maju ke depan dengan suruhan pak Gio.
Sampai akhirnya nama Aura di sebut dan dia maju ke depan dengan percaya diri dan membuat Gio tersenyum bangga menatapnya.
"Anak ini aura artisnya kuat tapi gue gak mau dia jadi artis dulu soalnya masih kecil" Gumam Gio.
Setelah selesai memperkenalkan diri, Aura kembali duduk di bangkunya dan pak Gio melanjutkan mengabsen nama-nama murid lainnya. Selesai mengabsen, dilanjutkan dengan proses belajar. Dan untunglah Gio walaupun masih magang bisa menghandle murid-murid TK ini dengan baik.
Gio menjadi guru TK setengah tahun setelah anak-anak TK ini lulus, dia akan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kuliahnya.
__ADS_1
Next part 13