Catatan Hati Aurora

Catatan Hati Aurora
22. opa dan oma sakit


__ADS_3

Aurora masih di dalam kamarnya melihat sebuah kartu nama yang dikasih oleh pria bernama Khansa.


"Apa gue harus hubungi ni orang?" Tanya Aura.


"Gue hubungi deh". Lalu dia mengetik sebuah nomor di kartu nama itu dan mengirim sebuah pesan.


"Assalamu'alaikum mas Khansa ini dengan Aurora Angela Zefanya Khansa, maaf mengganggu. Kapan ya kita ketemuan untuk membicarakan kontrak?"


Terkirim...


Aurora menunggu balasannya.


Anggap saja Aurora sudah memberitahu kepada mamanya untuk menjadi seorang aktris dan penyanyi di agensi MD Entertainment.


Lalu pesan pun dibalas setelah gadis itu sholat ashar. Selesai merapikan mukena, gadis itu mengambil hpnya dan melihat balasannya.


"Waalaikumsalam oh ya dek Aurora, besok jam 9, kamu boleh ke kantor saya ya"


Melihat itu, gadis itu gelisah dan mengetik sebuah pesan.


"Duh maaf mas, saya besok ke sekolah, jadi jam 2 siang, bisa gak mas?"


Terkirim....


Balasan :


"Boleh dek, btw nama belakangmu mirip dengan nama saya"


Balasan Aura :


"Iya mas itu nama papa saya"


Balasan Khansa :


"Oke deh dek fiks ya kamu ke kantor saya jam 2 siang"


Aura :


"Baik mas InsyaAllah"

__ADS_1


Dan chat pun diakhiri.


"Ya Allah dengan ini papa bisa lihat aku berkarir" Batinnya sambil menghela napas pelan.


Dan dia mengetik di nomor HP papanya.


"Assalamu'alaikum pah maaf mengganggu. Sekarang aku dan 4 abang akan menjadi seorang artis loh , jadi kalo papa gak bisa datang ke rumah ini, papa bisa lihat kami nyanyi dan main sinetron bareng.


" Pah sekarang opa dan oma lagi sakit loh, papa gak mau jenguk kah? Kalo papa jenguk mereka, mereka pasti gak marah lagi karena menyesal telah menelantarkan kita dulu. Nanti aku pergi sama abang-abang yang lainnya untuk menjenguk opa dan oma ke rumah sakit.


"Tentang sakitnya opa, oma, itu ketika setelah bang Alan menikah. Dan soal bang Alan, dia sudah punya rumah sendiri bersama istrinya loh. Aku lihat rumahnya MasyaAllah banget bagus dan sederhana walaupun gak semewah rumah opa dan oma.


" Ini aku kirim rumahnya bang Alan& kak Halwa"


(Mengirim sebuah foto rumah).


"Aku lihat rumahnya ketika selesai syuting acara TV loh. Oh ya pah, aku dinotice sama Justin Bieber loh, itu loh penyanyi barat terkenal dan populer alias my favorit. Semoga papa sehat selalu ya. Doakan opa oma semoga panjang umur, bisa lihat papa kembali ke rumah.


Terkirim...


Setelah mengirim sebuah pesan, gadis itu menulis sesuatu di buku diarynya. Gadis itu menulis apa yang dia ketik di nomor papanya itu. Itu keseharian dia ketika lagi ada peluang.


Dia pergi ke kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi, dia memakai pakaian kemeja dan rok panjang, dan menenteng sebuah tas kecil untuk bepergian ke rumah sakit untuk menjenguk opa dan omanya.


"Ayo dek kita berangkat!" Ujarnya sambil menggenggam tangan adiknya. Adiknya hanya mengangguk lemah karena opa dan omanya dirawat di rumah sakit. Mereka berangkat dengan motor. Sedangkan Anan dan Nanda, berangkat duluan.


Sesampainya di sana, di kamar inap terdapat 2 ranjang pasangan berumur senja tapi kelihatan tampan dan cantik terbaring lemah di rumah sakit. Ada wanita berhijab cantik duduk di samping wanita tua yang terbaring lemah. Mereka berdua tak lupa mengucapkan salam dan mencium tangan ketiganya.


"Assalamu'alaikum kami datang!" Salam keduanya kompak. Lalu mencium tangan ketiganya.


"Waalaikumsalam" Jawab ketiganya.


Fanny membalas keduanya serta oma dan opa melakukan hal yang sama walaupun lagi duduk di ranjang. Setelah itu, keduanya duduk di sofa di belakang mamanya.


"Oh ya mah, mana bang Anan dan bang Nanda?" Tanya Aksa. Menyadari kedua abangnya tidak ada.


"Lagi beli makan di minimarket nak" Jawab mamanya lembut. Dan Aksa mengangguk. Lalu Aura berdiri dan berjalan menuju ranjang keduanya dan duduk di samping kanan mamanya.


"Opa, oma, masih sakit kah?" Tanya Aura dengan mata sedih.

__ADS_1


"Gak sayang, kami baik-baik saja" Jawab keduanya kompak. Mereka tersenyum tulus dan omanya mengelus kedua pipi cucu perempuannya itu.


"Kamu sudah mengirim pesan ke papamu itu ya nak?" Tanya opa agak lemah.


"Sudah opa, tapi sayangnya beliau gak pernah membalas pesan aku" Jawab Aura sambil menunduk menahan sedih. Pasangan tua itu menatap sedih begitupun Fanny dan Aksa.


"Iya lah kan beliau sibuk tuh sama pekerjaanya di Korsel atau jangan-jangan papa punya istri lagi?" Curiga Aksa dan membuat yang lainnya menoleh kaget.


"Astaghfirullah Aksa, gak boleh berprangsaka buruk seperti itu nak" Kata mamanya sambil mengelus rambut anak keempatnya lembut.


"Kalo iya setelah kita mati, dia akan kita gentayangan" Kata oma dengan marahnya.


"Gak boleh ngomong gitu oma, kurasa papa orangnya setia kok, mungkin aku orangnya terlalu manja makanya papa gak pernah balas" Balas Aura menegur neneknya.


"Kamu wajar harus manja kan kamu anak bungsu dan juga terus lah mengirim pesan supaya dia lelah akan gensinya. Apalagi yang besarkan kamu selama ini adalah mama kamu" Balas opa membela istrinya.


"Aku setuju dengan opa, oma, kita buat lelah dengan gensinya supaya dia bisa ke sini, kan di sana gajinya gede kan bisa naik pesawat" Balas Aksa.


"Oh ya dan untuk kamu, Fanny, kamu kalo mau nikah lagi gak masalah kok. Kami setuju ada yang menyayangi dan mencintai kamu dengan tulus tanpa harus pergi dengan berbagai alasan" Ujar oma dengan tatapan serius ke Fanny. Fanny pun terdiam bingung.


"Aku setuju oma, opa, lagian percuma kita kirim pesan tapi gak dibalas bahkan gak pernah mengunjungi kita" Balas Aksa.


"Maaf papi, mami, aku gak bisa mencintai orang lain selain Khansa. Aku tahu itu akan butuh yang lama untuk menunggu papa dari 5 bersaudara ini" Jawab Fanny dengan tatapan tulus. Mereka yang mendengar itu terdiam.


Lalu datang Anan dan Nanda dengan membawa bungkus belanjaan. Mereka pun makan bersama di rumah sakit.


Dan juga Alan dan istrinya akan ke rumah pada nanti malam karena sibuk kerja.


Dan malam itupun selesai isya, Alan dan Halwa pun datang sedangkan Aksa dan Aura pulang karena besok akan ke sekolah dan ke kampus. Padahal Aura rencananya ingin merayakan ultahnya besok tapi karena hasutan Aksa, terpaksa Aura harus pulang dengan abang beda 3 tahunnya.


Di rumah, Aura langsung duduk di sofa dan dia makan camilan di atas meja tamunya. Sedangkan Aksa juga duduk di samping Aura.


"Lo ngambek dek?" Tanya Aksa.


"Pake nanya!" Balas Aura judes lalu berdiri dan berjalan sambil membawa camilannya. Aksa yang melihat adiknya memcuekinya hanya tersenyum tipis.


"Dia pasti ngambek karena gak bisa rayakan ultahnya besok. Lihat saja besok dek" Batinnya. Dan dia tetap duduk di sofa itu bermain HP.


Sedangkan Aura sampai di kamar, gadis itu duduk di kursi dan menaruh camilan di atas meja belajar. Dia makan walaupun dalam hati kesal.

__ADS_1


"Gimana dengan ultah gue? Ini ultah gue ke-17 tahun" Batinnya.


Next part 23


__ADS_2