
Pengangkatan seorang Ekhsan di keluarga Akhsan diterima jadi sah di mata hukum dan negara. Setelah penerimaan itu, Akhsan dan Inah masuk sekolah TK walaupun masih berusia 4 tahun. Dan untungnya Ekhsan itu gak masalah karena dia senang bisa masuk TK.
"Besok kamu masuk TK, apa kamu mau belajar di sana bersama guru dan teman-teman dan di sana kamu akan bertemu dengan Aurora ya, saudara sepupu kamu ya" Ujar Akhsan sambil mengelus rambut bocah itu dengan lembut. Begitupun dengan Inah yang menatap dengan senyuman lembut.
"Baik yah aku mau" Jawabnya dengan anggukan kecil.
"Alhamdulillah ayo kita ke rumah saudara sepupu kamu, di sana ada abang-abang dan kakak sepupu kamu" Tambah Akhsan.
"Oke yah" Balasnya. Lalu mereka pergi keluar dengan mobil dan memulai perjalanan ke rumah Aurora.
Sesampainya di sana, keluarlah mereka di sebuah rumah sederhana dengan warung soto ayam. Mereka mengucapkan salam diikuti oleh Ekhsan ketika masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum!" Salamnya sambil Akhsan mengetuk pintu dengan pelan.
Lalu terbukalah pintu rumah itu dan keluarlah seorang wanita berhijab cantik menjawab salam keluarga itu.
"Waalaikumsalam, ayo masuk Akhsan, Inah oh ada nak Ekhsan" Ujarnya lalu ketiganya masuk ke dalam rumah itu dan duduk di sofa dengan sopan.
"Oh ya mana anak-anak, ni?" Tanya Akhsan.
"Ini mau awak panggilkan, sebentar ya" Jawabnya lalu bergegas memanggil kan 5 anak-anaknya yang ternyata di belakang rumah sedang memberi makan sapi dan kambing.
"Ayo nak, ada pakwo Akhsan dan makwo Inah!" Panggil Fanny dengan agak keras lalu membunyikan sebuah peluit. Mendengar itu, kelima anaknya menghampiri mamanya dan mereka kembali masuk kedalam rumah.
"Ayo kalian berlima cuci tangan dulu ya di kamar mandi" Ujar Fanny dan kelimanya mengangguk.
Setelah 5 anaknya masuk ke dalam kamar mandi, Fanny berjalan ke dapur untuk membuat minuman untuk keluarga adik laki-lakinya. Setelah selesai, Fanny mengantarkan minuman itu ke ruang tamu dan ada makanan kecil.
Sesampainya di sana...
"Maaf ya lama ya san, nah, dan nak Ekhsan" Kata Fanny lalu menaruh minuman dan makanan kecil di atas meja.
"Ya gak masalah uni, terima kasih ya" Balas Inah.
"Aduh jadi merepotkan uni, terima kasih ya" Balas Akhsan.
"Terima kasih ibu Fanny" Balas Ekhsan sopan.
"Iya sama-sama sayang" Jawab Fanny sambil mengelus pipi Ekhsan dan tersenyum lembut.
Lalu Fanny duduk di soda di samping Inah dan mereka mengobrol ringan.
"Oh ya uni dengar kalian mengangkat Ekhsan sebagai anak kalian kan?" Tanya Fanny.
"Iya uni dan alhamdulillah pengangkatan Ekhsan sebagai anak kami diterima baik hukum dan negara" Jawab Inah.
"Alhamdulillah semoga kalian bisa menjaga amanah yang diberikan oleh Allah walaupun anak ini bukan anak kalian" Balas Fanny.
Lalu datang 5 anak Fanny dan langsung menyalami Akhsan dan Inah, serta berkenalan dengan Akhsan.
"Halo aku Alan, panggil saja bang Alan ya" Kata Alan dan Ekhsan mengangguk.
"Halo aku Nanda, panggil saja bang Nanda" Kata Nanda dan Ekhsan mengangguk.
"Halo aku Anan, panggil bang Anan ya" Kata Anan dan Ekhsan mengangguk.
"Halo aku Aksa, panggil saja bang Aksa" Kata Aksa sambil menaikkan kedua alisnya.
"Halo aku Aura, ya Ekhsan" Kata Aura sambil tersenyum manis dan membuat Ekhsan ikutan tersenyum.
__ADS_1
"Sekarang kita saudara ya dek" Ujar Alan dan Ekhsan mengangguk.
Setelah perkenalan diri, kelima anak itu di samping mamanya yang terdiri dari Alan-Nanda-Anan-Aksa-Aura yang dipangku oleh Aksa.
"Pasti rame ya punya 5 anak ya uni?" Tanya Inah.
"Iya rame tapi untungnya mereka anak yang baik karena ada Alan dan Nanda yang bisa mengatur adiknya" Jawab Fanny.
"Oh ya ini untuk uni" Kata Akhsan lalu memberikan sebungkus tas plastik dan Fanny menerimanya.
"Ya Allah ini apa dek?" Tanya Fanny lalu dia membuka isi tas itu dan melongo kaget ada bungkusan HP.
"Dan juga untuk Alan, Nanda dan Anan ini untuk sekolah ya maksudnya ketika pulang sekolah kalian harus pakai HP ini jika minta dijemput sama pakwo" Jelas Akhsan dan ketiganya menerima dan tak lupa mengucapkan terima kasih.
Sedangkan kedua adiknya hanya bersikap biasa saja karena mereka belum mengerti.
"Kalo untuk Aksa dan Aura kalian tidak dibelikan HP karena bisa dijemput dengan bus sekolah ya" Ujar Inah.
"Iya makwo" Balas Aksa dan Aura dengan mengangguk.
"Oh ya uni, HP ini juga ada nomor telepon mas Khansa sudah awak tambahkan ya" Ujar Akhsan dan Fanny mengangguk senang.
"Oh ya Ekhsan ini dia masih berumur 4 tahun tapi kami sudah mendaftarkannya masuk di TK yang sama dengan Aura, apa kah boleh?" Tanya Akhsan.
"Boleh kok dek mana tahu mereka berteman baik dan juga awak punya seorang teman yang menjadi guru kelasnya Aura" Jelas Fanny.
"Oh yang dari Korea Selatan itu ya yang sudah punya anak seumuran Aura ya?" Tanya Akhsan.
"Iya loh namanya siapa ya? Lupa" Kata Fanny dengan tersenyum cengengesan.
"Sung Hanbin mah!" Jawab Aura.
"Oh ya Sung Hanbin, ganteng lagi" Kata Fanny.
"Oh ya Aura, selain Hanbin ada yang lain gak?" Tanya Fanny kepada Aura.
"Gak ada soalnya mereka suka ganggu Hanbin loh mah" Jawab Aura jujur.
"Itu namanya bully dek" Sahut Alan.
"Bully itu apa bang?" Tanya Aura.
"Itu loh suka ganggu orang lain bahkan sampai mencelakai orang itu, jadi kamu jangan sampai jadi tukang bully dan berteman sama orang itu ya" Ujar Alan.
"Siap bang, aku gak suka punya teman kayak gitu" Jawab Aura. Dan semuanya mengangguk.
"Seperti apa mereka bully Hanbin?" Tanya Inah.
"Mereka mengejek Hanbin itu gendut padahal dia baik dan ganteng makwo" Jawab Aura.
"Tapi tetap saja itu gak baik karena itu membuat orang lain tersinggung. Jadi karena kamu temannya, kamu harus jadi pelindung untuknya supaya dia aman" Ujar Fanny.
"Aku boleh gak menjadi pelindung temanku itu bu?" Tanya Ekhsan kepada Fanny.
"Boleh kok karena kalian di TK yang sama" Jawab Fanny lembut.
"Oh ya kita pulang dulu ya uni" Ujar Akhsan sambil berdiri dan diikuti oleh Inah dan Ekhsan.
"Iya terima kasih hadiahnya ya" Balas Fanny sambil menyalami Akhsan dan Inah di tambah Ekhsan.
__ADS_1
Lalu, ketiganya pergi pulang ke rumahnya. Setelah peninggalan keluarga itu, Fanny membawa bekas minuman itu dibantu oleh Alan, Nanda dan Anan sedangkan Aksa dan Aura disuruh tidur siang.
Selesai pekerjaan rumah, Fanny masuk ke dalam kamarnya untuk mencoba HP pemberian adiknya itu. Dia mencari nomor HP suaminya yang dimaksud Akhsan. Akhirnya ketemu, dan langsung menelepon suaminya dengan HP itu.
Dia menunggu dan 3 detik kemudian tersambung dan terjawab.
"Assalamu'alaikum mas ini aku Fanny" Salam Fanny sambil tersenyum deg-degan.
"Waalaikumsalam eh sayang" Jawab penerima itu.
"Mas apa itu kamu?" Tanya Fanny ragu.
"Iya ini aku" Jawabnya.
"Alhamdulillah aku senang dengar suara mas" Balasnya.
"Kamu lagi ngapain sayang?" Tanya mas Khansa di telepon.
"Aku lagi di kamar, anak-anak lagi tidur siang kebetulan Akhsan, Inah dan anak angkatnya datang ke rumah" Jelas Fanny.
"Oh iya, alhamdulillah kalo begitu" Balas Khansa.
"Oh ya kamu sudah dikasih HP sama Akhsan?" Tanya Khansa.
"Sudah mas" Jawabnya. "Memangnya kenapa ya mas?" Tanya Fanny.
"Gini, sebenarnya aku membelikannya untuk kalian tapi tidak untuk Aksa dan Aura karena mereka masih kecil" Kata Khansa.
"Iya mas gak masalah terima kasih ya"
"Iya sama-sama sayang"
"Oh ya mas sudah sampai di Bandung?" Tanya Fanny.
"Sudah sayang aku sudah sampai taoi aku gak langsung ke rumahku karena baru sampai dan besoknya aku ke sana ya" Jelasnya.
"Alhamdulillah aku senang sekali mas kalo mas sudah sampai dengan selamat"
"Oh ya mas memang tinggal dimana?" Tanya Fanny kepo.
"Aku tinggal di rumah kontrakan selama sebulan ya" Jawab Khansa.
"Oh ya dan juga karena kamu punya HP, bisa fotokan mereka yang lagi tidur ya lalu kirim ke aku, aku kangen anak-anak" Pinta Khansa.
"Baik mas nanti aku foto dan kirimkan foto mereka dan kebetulan Aura sudah masuk TK loh"
"Alhamdulillah si bungsu kita sudah masuk TK. Dan jangan lupa ya foto Aura ya sayang" Pinta Khansa.
"InsyaAllah mas nanti aku lakukan ya"
"Oh ya kalo begitu, maaf ya mas sudahi dulu soalnya ada pekerjaan di rumah" Kata Khansa.
"Dan juga fotokan dirimu juga dong supaya aku bisa mengenangmu, sayang" Pinta Khansa dengan mesra.
"Oke mas nanti aku kirimkan foto ku ya maaf jelek" Jawab Fanny dengan tersenyum malu.
"Gak papa asalkan lihat kamu sudah senang mas kok" Balas Khansa dan Fanny tertawa pelan sambil menahan malu.
"Oke deh mas" Kata Fanny lalu telepon pun diakhiri. Fanny menepati permintaan suaminya berfoto dengan HPnya dan mengirimkan ke nomor suaminya. Lalu keluar dari kamar memfoto ke lima anaknya yang sudah tidur secara berjejer dan mengirimkannya ke nomor suaminya lagi.
__ADS_1
Setelah terkirim, wanita itu kembali ke kamarnya untuk kembali tidur. Dia tersenyum setelah suaminya meneleponnya.
Next part 7