
Sesuai dengan janjinya jam 10 pagi, Khansa pergi keluar untuk menjemput Aura ke TK-nya.
"Sayang, aku mau jemput si bungsu kita dulu ya" Kata Khansa meminta izin.
"Iya mas, hati-hati ya" Jawab Fanny lalu mencium tangan suaminya dan suaminya membalasnya dengan ciuman di kening. Di luar rumah, ada 2 orang wanita yang melihat itu dan bergumam.
"Wah padahal sudah 19 tahun bersama masih mesra saja nih"
"Iya ya aku jadi iri lihatnya"
Lalu kedua wanita itu berjalan meninggalkan pasangan suami istri itu.
Setelah peninggalan 2 wanita itu, Khansa pergi meninggalkan istrinya untuk pergi ke TKnya dengan menggunakan motor biasa.
Dimulailah perjalanan itu dengan tenang dan sampai akhirnya di TKnya Aura. Setelah memarkirkan motornya di parkiran, dia berjalan masuk ke arena sekolah.
Dia mencari keberadaan Aura di kelas tapi malah melihat Aura bersama seorang bocah tampan bertubuh lumayan gemuk tapi tampan itu sedang duduk di taman sekolah. Bergegas dia menghampiri anak bungsunya.
"Aurora Angela Zefanya Khansa, anak gadis papa!" Panggilnya. Mendengar namanya dipanggil, Aura menoleh ke arah suara itu dan tersenyum menyebut papanya lalu berlari di pelukan sang papa.
"Papa!" Panggil Aura senang dan langsung memeluk sang papa.
"Anak gadisku" Kata papanya sambil memeluk anak gadisnya.
"Papa ke mana saja aku kangen?" Tanya Aura dengan menitikkan air matanya dan menatap papanya.
"Papa pergi kerja sayang dan alhamdulillah papa kembali lagi" Jawab papanya sembari tersenyum tenang.
"Jangan tinggalkan kami lagi ya pa!" Pinta Aura sambil memeluk papanya.
"InsyaAllah sayangnya papa" Balas Khansa sambil membalas pelukan anak gadisnya.
Sedangkan ada bocah laki-laki yang menatap itu dan itu adalah Hanbin yang tersenyum menatap interakai anak perempuan dan ayahnya.
Tiba-tiba datang seorang wanita merangkul Hanbin dan Hanbin tersenyum manis kepada wanita itu dengan menggunakan bahasa Korea.
"Anggap saja memakai bahasa Korea"
"Hanbin-ah ayo kita pulang!"
"Baik bu" Balas, Hanbin.
Ketika ingin berjalan pulang, wanita itu melihat interaksi ayah dan anak itu dengan kaget.
__ADS_1
"Oh itu Khansa?" Tanya Hanni.
Mendengar ada yang memanggil namanya, Khansa dan Aura menoleh dengan reaksi berbeda. Khansa berdiri dengan ekspresi kaget dan Aura bingung. Begitupun dengan Hanbin yang berekspresi bingung.
"Oh kamu sudah pulang?" Tanya Hanni.
"Alhamdulillah sudah dari tadi" Jawab Khansa.
"Oh syukurlah jangan tinggalkan mereka lagi termasuk Aura, dia selalu kepikiran denganmu, Khansa. Kamu tahu anak seusia Aura itu gak boleh ditinggalkan oleh orang tuanya supaya tidak kekurangan kasih sayang" Jelas Hanni dan Khansa terdiam.
"Iya semoga saja saya bisa menemani keluarga kecil saya sampai akhir hayat" Balas Khansa sambil tersenyum tipis.
"Oh ya itu anakmu ya ni?" Tanya Khansa sambil mengelus rambut Hanbin dengan lembut.
"Iya sa, anak saya yang pertama namanya Sung Hanbin" Jawab Hanni.
"Dan juga ada anak kedua saya yang perempuan yang masih setahun usianya" Tambah Hanni.
"Oh alhamdulillah kalo gitu jadi keluarga berencana ya" Kata Khansa.
"Iya cukup 2 saja" Balas Hanji sambil tersenyum.
"Kalo gitu saya pulang dulu ya" Ujar Khansa.
"Iya hati-hati dan kirim salam untuk Fanny.
"Ibu kenal ya sama papanya Aura?" Tanya Hanbin.
"Iya kenal karena waktu SMP ibu dan ayah Aura pernah sekolah di Korea Selatan tempat kita makanya pernah kenal dan teman dekat" Jawab Hanni dengan lembut.
"Nanti ibu ceritakan di rumah ya sambil makan di rumah"
"Baik bu aku gak sabar di rumah. Aku kangen Ahreum" Balas Hanbin. Lalu mereka melanjutkan perjalanan pulang dengan mobil taksi.
Sementara itu, motor Khansa sudah sampai di rumah. Fanny sudah menunggu di luar rumah dengan cemas. Ketika suami dan anak bungsunya sudah sampai di rumah, wanita itu tersenyum dan menghampiri keduanya..
"Assalamu'alaikum kami pulang" Sapa Khansa dan Aura kompak.
"Waalaikumsalam suami dan anak bungsu ku" Jawab Fanny dengan tersenyum hangat.
"Ayo kita masuk!" Ujar Fanny. Lalu ketiganya masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.
"Oh ya mas, kamu mau jemput Aksa dan Anan juga ya?" Tanya Fanny sementara Aura di kamar mengganti seragamnya dengan baju rumah. Walaupun usianya 5 tahun, dia bisa mengganti bajunya sendiri.
__ADS_1
"Iya sayang jam 12 kan?" Tanya Khansa dan Fanny mengangguk.
"Oh ya mamaku tanya kenapa nama anak kita berawalan A padahal nama orang tuanya huruf K dan F?" Tanya Khansa dan Fanny tertawa pelan.
"Iya benar mas lagipula waktu 5 anak kita baru lahir kamu yang beri nama dengan huruf A semuanya" Balas Fanny.
"Anak pertama kita namanya Alansyah Khansani artinya anak bapak Khansa dan ibu Fanny yang berkah, kegembiraan dan kehormatan, yang kedua namanya Ananda Jaya Khansani, yang artinya anak bapak Khansa dan ibu Fanny yang sukacita dan kekayaan dalam hidupnya, yang ketiga adalah Anan Mahawira Khansani yang artinya anak bapak Khansa dan ibu Fanny yang punya rasa pahlawan dan kebahagiaan, yang keempat adalah Aksa Bagaskara Khansani yang artinya ketika dia lahir, pada saat matahari bersinar dan semoga saja dia menjadi bersinar seperti matahari bersinar itu dan terakhir si bungsu namanya Aurora Angela Zefanya Khansa, yang artinya gadis yang cantik seperti putri disney kesukaan kamu, Fanny yang sifatnya seperti bidadari berhati baik dari anak ibu Fanny dan bapak Khansa" Jelas Khansa.
"Iya benar mas, nama anak kita cantik dan tampan semoga saja mereka berlima jadi anak baik dan sukses" Balas Fanny dan Khansa mengaminkan.
"Oh ya kudengar Alan akan lulus dari sekolahnya kan? Dia akan masuk jurusan apa ya sayang?" Tanya Khansa.
"Dia katanya ingin masuk jurusan ilmu komunikasi gitu loh mas karena dia sukanya yang berbau media gitu" Jawab Fanny.
"Bagus tuh semoga saja dia bisa lulus diterima di Universitas yang baik dengan jurusan yang diminatinya" Kata Khansa.
"Kamu waktu mau ke sini itu karena suruhan orang tua kamu atau kamu sendiri?" Tanya Fanny.
"Mereka yang nyuruh soalnya mereka akan nyusul kita di sini" Jelas Khansa.
"Tapi seharusnya kamu sama mereka saja mas" Tambah Fanny.
"Sebenarnya iya sayang tapi mereka ada urusan dulu soal pekerjaan" Jelas Khansa dan Fanny mengangguk.
"Kamu menunjukkan kelima anak kita dengan apa mas?" Tanya Fanny.
"Dengan foto yang kamu kirim itu loh waktu aku meneleponmu pertama kali" Jelas Khansa.
"Gimana tanggapan mereka?" Tanya Fanny gugup.
"Mereka berdua senang sayang bahkan mereka gak sabar bertemu dengan kelima anak kita tapi sayangnya kesibukan mereka jadi terganggu makanya mereka menyuruhku untuk ke sini dulu" Jelas Khansa.
"Alhamdulillah aku senang banget besok gak sabar aku ketemu sama kedua orang tuamu, mas" Kata Fanny sambil tersenyum hangat.
"Aku senang deh kamu gak sabar bertemu dengan orang tuaku padahal aku takut kamu akan balas dendam sama mereka" Balas Khansa.
"Iya gak mungkin aku mau balas dendam justru aku merasa bersalah karena telah merebut anak laki-laki kebanggaan mereka jadi menikah dengan aku yang orang kampung mas" Jawab Fanny sendu.
"Gak sayang kamu bukannya merebut justru aku bersyukur bertemu dan menikah dengan kamu itu di masa sekolah kita itu adalah kenangan kita yang terindah" Jelas Khansa sambil tersenyum tulus.
"MasyaAllah mas" Balas Fanny lalu memeluk suaminya dengan sayang begitupun Khansa juga memeluk sang istri.
"Wah kalian berpelukan gak ajak aku ya" Kata Aura yang sudah keluar dari kamarnya melihat kedua orang tuanya berpelukan lalu langkah kecilnya menghampiri keduanya. Khansa dan Fanny yang melihat itupun tersenyum lalu mengangkat Aura untuk ikut berpelukan.
__ADS_1
Dan tak lupa, Khansa mengajak keduanya berfoto dengan HP Khansa dan dikirim ke nomor orang tuanya dengan judul "Ini fotoku dengan istri dan anak gadis bungsu"
Next part 9