
Keesokan harinya, Ekhsan anak angkat Akhsan dan Inah memulai masuk sekolah di usianya ke-4 tahun bersamaan dengan Aurora. Bocah tampan itu diantarkan oleh ayahnya dengan mobil sedangkan Inah di rumah.
"Assalamu'alaikum bunda, aku pergi sekolah dulu ya" Salam Ekhsan sambil menyalami tangan bundanya.
"Waalaikumsalam hati-hati ya nak" Jawab Inah lalu mencium kening anaknya dan menyalami suaminya.
"Aku pergi dulu ya antarkan Ekhsan" Salam Akhsan lalu mencium kening Inah dengan sayang.
Lalu ayah dan anak itu memulai perjalanannya ke TK Rkhsan. Di dalam, mereka juga berbincang sedikit.
"San, kamu harus baik-baik di sana ya nak termasuk sama kak Aura ya" Kata Akhsan sambil fokus menyetir.
"Siap yah aku akan berteman baik dengan kak Aura" Jawabnya.
"Dan juga jangan suka ganggu teman dan baik sama gurumu ya" Tambah Akhsan.
"Oke ayah" Jawab Ekhsan lembut.
Mendengar itu, Akhsan hanya tersenyum bangga.
Akhirnya sampailah mereka ke lokasi TK-nya. Lalu keluarlah mereka dari mobil dan berjalan sambil bergandengan tangan. Masuk di ruangan kantor guru dan menyapa ibu Hanni. Ibu Hanni menyapa ayah dan anak itu dengan ramah.
"Halo pak, selamat pagi" Sapa ibu Hanni.
"Halo selamat pagi juga buk" Balas Akhsan sambil membungkuk sedikit begitupun dengan Ekhsan. Lalu ibu Hanni mempersilahkan keduanya duduk bersebelahan untuk mendaftarkan Ekhsan sebagai murid baru.
"Ini dengan nama Muhammad Ekhsan ya pak?" Tanya ibu Hanni.
"Iya buk usianya baru 4 tahun" Jawab Akhsan.
"Aigooo ganteng sekali anak ini" Puji ibu Hanni sambil mengelus pipi Ekhsan lembut. Yang dielus tersenyum hangat.
"Oke hari ini mulai ya sekolahnya pak. Kelasnya di kelas A1" Jawab ibu Hanni. Dan ayah dan anak itu keluar dari kantor guru menuju kelas yang dimaksud oleh ibu Hanni. Ternyata Ekhsan sekelas dengan Aura. Mereka pun bertemu dan Aura menyalami omnya itu. Dan juga Akhsan pun menyalami sang ayah.
“Nak, kamu harus belajar dengan baik ya di sini, berteman dengan baik sama kak Aura ya” kata Akhsan menasehati anaknya. Dan Ekhsan pun mengangguk. Setelah itu beliau pergi dari TK anak angkatnya itu.
Setelah ditinggalkan oleh ayahnya, Aura dengan ramahnya menggandeng tangan Ekhsan untuk duduk di bangku yang kosong. Dan juga dia memperkenalkan Hanbin dan Hanbin pun berteman dengannya. Untungnya Ekhsan mau menerima Hanbin tanpa memandang rendah. Jadi Aura, Hanbin dan Ekhsan menjadi teman kecil di masa TK-nya.
“Apa kamu gak malu berteman denganku, Ekhsan?” tanya Hanbin gugup.
“Gak papa kok” jawab Ekhsan. “Memangnya kenapa?” tanya Ekhsan.
“Aku gemuk dan gak ganteng” jawab Hanbin.
“Gak papa kok aku suka berteman” jawab Ekhsan sambil tersenyum lalu merangkul Hanbin akrab.
Lalu datang ibu Hanni untuk memulai pelajaran.
“Halo anak-anak selamat pagi” Salamnya ceria.
__ADS_1
“Selamat pagi juga anak-anak!" Balas bu Hanni dengan tersenyum ramah.
Lalu dia memperkenalkan Ekhsan sebagai murid baru di kelas mereka. Reaksi seluruh muridnya tetap ke arah bocah itu.
"Wah tampan banget" Gumam Alisya, yang berada di bangku samping Aura.
Setelah memperkenalkan diri, Ekhsan duduk di tempatnya dengan Hanbin dan Aura. Lalu pelajaran dimulai. Melihat keakraban ketiga anak itu, bu Hanni tersenyum tipis karena ada yang mau berteman dengan anaknya.
Di warung soto, ada Fanny yang sibuk melayani pembelinya yang mau makan soto. Sekarang pelanggan yang datang ke warungnya lumayan banyak. Dan untungnya ada Inah yang mau membantunya.
Ketika sibuk berjualan, datang seorang pria tampan dengan menyandeng tas di belakangnya dan bawa kopernya mengucap salam dan memanggil namanya.
"Assalamu'alaikum Fanny"
Mendengar ada yang memanggil namanya, wanita cantik itu menoleh ke depan dan kaget sembari membalas salamnya.
"Waalaikumsalam"
"Mas Khansa!" Kata Fanny lalu berlari memeluk pria itu yang ternyata adalah suaminya. Mereka berpelukan dan Inah serta pelanggan yang menyaksikan itu tersenyum haru.
"Ya Allah mas, aku kangen loh" Kata Fanny sambil menangis dalam pelukan suaminya.
"Iya aku juga kangen sama kamu" Jawab Khansa. Dan pelukan mereka terlepas, lalu menatap.
"Gimana dengan keadaan kamu mas di sana dan orang tua kamu mana?" Tanya Fanny.
"Alhamdulillah baik kok dan maaf aku gak bawa mereka dulu panjang ceritanya sayang" Jelas Khansa.
Setelah keduanya masuk ke dalam rumah, Inah kembali melanjutkan aktivitasnya melayani pelanggan di warung soto.
Di dalam, Khansa dan Fanny sudah duduk di sofa memulai pembicaraan.
"Alhamdulillah aku sudah sampai di dalam rumah" Kata Khansa sambil tersenyum.
"Oh ya mana anak-anak?" Tanya Khansa dengan lembut.
"Masih di sekolah mas termasuk Aura sudah masuk TK" Jelas Fanny.
"MasyaAllah gak nyangka si bungsu sudah masuk TK saja ya sayang" Balas Khansa.
"Iya Alhamdulillah mas dan juga dia semakin semangat TKnya" Balas Fanny.
"Aku mau buatkan minuman untuk mas ya" Tawar Fanny.
"Baik sayang" Jawab Khansa.
Lalu Fanny berjalan ke dapur membuat minuman untuk suaminya yang baru pulang dari Bandung.
Tak lama kemudian, datang Fanny dengan membawa minuman 2 gelas sirup dan sepiring snack lalu menaruhnya di atas meja.
__ADS_1
"Oh ya mas, akhir-akhir ini Aura suka berbicara sendiri loh" Tambah Fanny lalu duduk di samping Khansa.
"Wah benaran sayang?" Tanya Khansa kaget.
"Iya mas dikamarnya tapi sama kita baru dia jadi normal" Jelas Fanny.
"Gini aku mau memberitahumu loh" Kata Khansa.
"Oh Oke mas aku dengarkan" Jawab Fanny sambil tersenyum.
"Begini aku sudah pulang ke rumahku dan mereka alhamdulillah menerimaku dengan baik tanpa ada perjodohan karena wanita yang dijodohkan oleh orang tuaku sudah lama menikah"
"Alhamdulillah mas, aku senang dengarnya" Balas Fanny sambil tersenyum senang.
"Dan juga mereka akan ke sini besok untuk melihat keluarga kita sayang sengaja aku di sini lebih dulu karena saking kangennya sama kamu dan anak-anak(sambil mengelus pipi kirinya Fanny dengan sayang)"
"Padahal baru seminggu loh mas sudah kangen saja loh" Balas Fanny sambil tersenyum malu.
"Oh ya jam berapa mereka berlima pulang?" Tanya Khansa.
"Alan pulang jam 3 sore, Nanda pulangnya sama, Anan pulangnya jam 12, Aksa pulangnya sama jam 12 dan si bungsu jam 10" Jelas Fanny dan Khansa mengangguk.
"Jadi Aura pulang apa ya sayang?" Tanya Khansa.
"Oh itu pakai bus sekolah bagi gak bisa dijemput oleh orang tuanya" Jelas Khansa.
"Aku jemput saja Aura ya sayang untuk memberi kejutan untuknya lalu kita beri kejutan untuk 4 jagoan anak cowok kita ya" Ujar Khansa.
"Oke mas" Jawab Aura.
"Nanti kita pergi berdua ya mas?" Tanya Fanny.
"Eh maaf ya sayang aku mau kencan dengan si bungsu kita dulu ya tapi tenang saja aku sudah tahu kok dimana TKnya" Jelas Khansa.
"Darimana mas tahu?" Tanya Fanny.
"Oh itu dari Akhsan, adikmu yang pernah mengirimkan foto TKnya dan ternyata TK tempat Aura sekolah itu adalah tempat kerja Hanni, teman Korea kamu" Jelas Khansa dan Fanny mengangguk mengiyakan.
"Kudengar dia punya anak laki-laki yang seumuran dengan Aura dan dia juga punya anak cewek yang baru berumur setahun loh" Jelas Fanny.
"Wah gak nyangka saja waktu berubah begitu cepat ya sayang dan sekarang dia punya keluarga" Kata Khansa sambil tersenyum menatap Fanny.
"Iya alhamdulillah dan juga dia pernah bercanda jika Aura dan anak cowoknya bertemu dan berteman, dia akan menjodohkan mereka padahal kan gak seiman" Jelas Fanny sambil tersenyum.
"Mungkin nasibnya akan sama kita dulu sebelum kita menikah, kan aku beda agama denganmu dulu loh" Kata Khansa.
"Tapi dia gak mungkin lah mas aku takutnya dia menikah beda agama padahal itu dilarang" Kata Fanny.
"Iya benar juga ya aku takut jika anak kita menikah dengan pria beda agama takutnya tidak ada yang membimbingnya" Kata Khansa menyetujui perkataan Fanny.
__ADS_1
"Kita doakan yang terbaik buat kelima anak kita ya mas supaya mereka dilindungi oleh Allah" Kata Fanny.
Next part 8