Catatan Hati Aurora

Catatan Hati Aurora
13. Perpisahan dengan papa untuk kedua kalinya


__ADS_3

Selama di TK itu, Gio jadi dekat dengan Aura dan Ekhsan. Gio jadi guru TK yang baik dan sabar dalam mendidik murid A1. Awalnya Aura takut dengan Gio akibat insiden Gio marahin mantan, tapi jadi nyaman ketika bersama Gio.


Di TK, mereka juga membuat kenangan dalam membuat video. Setelah lulus TK, mereka berfoto bersama dalam acara kelulusan.


Dan juga sedihnya, Khansa diterima kerja di Korea Selatan dan harus berpisah dengan keluarganya. Awalnya rencananya orang tua Khansa kembali ke Bandung tapi gak tega meninggalkan menantu dan kelima cucunya di rumah sendirian jadi mereka berdua tetap menemani.


Sebelum kepergian Khansa, pria itu dibantu oleh istrinya mengemasi barang-barang. Mereka juga mengobrol supaya tidak hening.


"Kapan mas pulang?" Tanya Fanny.


"Gak tahu sayang, tapi tenang saja aku akan mengabari kalian ya" Jawab Khansa sambil mengelus pipi kanan istrinya dengan lembut.


"Aku gak tahu kapan kita akan ketemu dan semoga saja mas menemuiku lagi dalam keadaan hidup" Tambah Fanny sambil tersenyum tipis.


Khansa yang mendengar itu, mengangguk dan tersenyum manis lalu mencium kening istrinya.


Setelah mengemasi barang-barang, kedua orang tua Khansa berbicara pada anaknya di ruang makan tanpa Fanny karena Fanny menidurkan Aksa dan Aura.


"Apa gak ada tempat pekerjaan lain?" Tanya oma Endah.


"Gak ada mi, aku hanya ingin di Korea Selatan" Jelas Khansa.


"Kan kamu bisa saja membawa mereka ke Korea Selatan" Tambah opa Endra.


"Tapi mereka gak mau karena tetap di sini, mi, pi" Jawab Khansa.


"Dan juga mami, papi gak mau pulang ke Bandung mengurus perusahaan?" Tanya Khansa.

__ADS_1


"Gak nak soalnya ada adikmu yang urus tuh kami menikmati masa tua kami di sini bersama menantu dan 5 cucu kita" Jelas oma Endah cuek.


"Jaga mereka ya mi, pi, kasihan mereka termasuk Fanny dia yang urus sendirian 5 anak kita setelah kehilangan kedua orang tuanya" Kata Khansa dengan mata memohon.


"InsyaAllah nak kami akan jaga mereka sesuai dengan janji kami" Balas opa Endra dengan tersenyum sambil merangkul pundak Khansa.


"Mami juga ikut menjaga mereka karena merasa pernah bersalah sama kalian selama 19 tahun ini sekaligus menikmati masa tua di kampung yang indah ini" Tambah oma Endah dengan tersenyum meneduhkan.


Acara pembicaraan itu selesai, mereka tidur di kamar masing-masing.


Keesokan paginya jam 9, sekeluarga itu kecuali Aksa, Aura dan kedua orang tua Khansa pergi menuju bandara. Sebelum pergi, Khansa memberikan sebuah kalung emas berinisial K&F dan memasangkannya di leher istrinya yang dibalut hijab.


"Ini untuk kamu istriku sayang semoga kita bisa bertemu lagi setelah aku sukses. Maaf selama kita menikah aku tidak akan memberikan kamu perhiasan seperti wanita lainnya" Katanya dan istrinya itu mengangguk. Lalu memeluk sang istri dan dibalas pelukan kasih sayang.


Pelukan terlepas beralih ke Akhsan dan di peluklah saudara iparnya.


"Anak-anak ku, jaga mama, diri kalian dan kedua adik kalian dengan baik ya, InsyaAllah papa akan kembali lagi" Katanya dan ketiganya mengangguk.


Setelah itu pria itu pergi meninggalkan keluarganya dengan membawa koper dan barang-barang lainnya lalu naik pesawat tapi tak lupa menatap keluarganya termasuk sang istri tersayang yang pernah bersama dengannya baik dalam duka maupun suka selama 19 tahun. Wanita yang membuatnya jatuh cinta ketika di masa sekolah dan sekarang mereka bersama tanpa restu kedua orang tuanya sampai punya 5 anak yang sebagian sudah dewasa dan masih kecil. Dan dia bersyukur dan sedih di saat bersamaan.


Setelah kepergian suaminya yang berada dalam pesawat, mereka pergi meninggalkan arena bandara itu dengan tegar. Akhsan merangkul kakak kandungnya untuk menguatkan sementara Alan merangkul kepada kedua adiknya yang menangis. Di dalam mobil, Akhsan yang menyetir dan Fanny duduk di sampingnya hanya termenung menatap kalung yang bertengger di lehernya.


Walaupun sibuk menyetir, Akhsan selalu menatap wajah sang kakak dibalik cermin. Tapi tak bisa mengajaknya berbicara karena kakaknya lagi keadaan sedih.


Sampai di rumah, mereka masuk ke dalam rumah dan tak lupa Akhsan sebelum pulang ke rumahnya dia juga menyalami kedua orang tua kakak iparnya. Setelah sang adik pulang ke rumahnya, wanita itu sibuk berjualan di warung dibantu dengan Inah, Nanda dan Anan. Alan gak ikut membantu karena akan ujian SBMPTN setelah lulus ujian nasional di SMAnya dengan jurusan bisnis di Universitas Padang.


12 tahun kemudian, usia Aura jadi 16 tahun sudah menjadi artis sinetron di masa sekolahnya. Jadi karena keinginan menjadi artis dan pindah ke Jakarta. Awalnya mamanya gak setuju tapi disetujui oleh oma dan opa dan pindah ke Jakarta karena Alan akan menikah dengan wanita muslimah dokter. Banyak terjadi perdebatan antara ibu dan anak perempuannya.

__ADS_1


"Kenapa kamu jadi artis dek?" Tanya mamanya tenang.


"Aku ingin masuk TV ma" Jawab Aura.


"Kenapa mau masuk TV sih dek? Selesaikan sekolahmu dulu baru masuk TV ya"


"Gak mau aku ingin jadi artis pokoknya!" Lalu Aura masuk ke dalam kamarnya dan mengunci kamarnya sembari menangis. Di dalam, dia menangis di atas kasur dan menatap sebuah bingkai foto keluarga kecil di atas nakas lalu diambilnya foto itu dan bergumam.


"Pah, katanya mau ngabarin kita tapi papa mana?"


"Aku ingin jadi artis supaya gak dibully lagi. Aku capek dibully mulu sama temen-temen sekolahku. Mereka mengejek dan menyiksa aku karena gak punya papa" Lalu menaruhnya ke atas nakas dan lanjut menangis lagi.


Di luar pintu, sang abang tertua, Alan mengetuk pintu dengan pelan dan juga ada mamanya di samping. Di atas sofa, ada seorang wanita berhijab yang menyaksikan itu dalam keadaan iba.


"Dek, ini abang buka pintunya ya kita bicarakan baik-baik di ruang tamu ya. Ini ada calon kakak ipar kamu yang pertama ya" Katanya.


"Dek, keluar dan kita bicara ya baik-baik ya nak" Tambah mamanya.


Tak lama kemudian, keluar Aura dengan wajah rambut panjang acak-acakan tapi masih memakai seragam sekolahnya, dia menatap abang Alan dan mamanya serta memeluk keduanya. Tapi ketika dipeluk, Alan melihat leher sang adik kelihatan lebam. Dengan cepat, dia membalikkan tubuh adiknya khawatir. Karena melihat kekhawatiran calon suaminya, wanita berhijab itu langsung berdiri dan berjalan melihat keadaan calon adik ipar yang terluka.


"Dek di lehermu kenapa?" Tanya Alan.


Aura hanya terdiam dan membuat mamanya dan orang-orang di rumah jadi khawatir.


Kenapa ya?


Next part 14

__ADS_1


__ADS_2