
Karena perhatiannya itu, gadis itu diundang ke berbagai acara TV dan dijawab berbagai pertanyaan.
"Halo selamat datang Aurora Angela Zefanya Khansa" Salam pembaca acara dengan ramah.
"Halo juga kak" Balas Aurora sambil tersenyum ramah.
"Oh ya boleh perkenalkan diri kamu di depan penonton" Ujar pembaca acara itu. Pembaca acara itu seorang wanita cantik yang seusia abang Alan. Namanya Sarah.
"Baik kak" Jawab Aurora.
"Halo nama saya Aurora Angela Zefanya Khansa, saya berusia 16 tahun dan sebentar lagi 17 tahun pada bulan Mei nanti. Saya dulunya di Padang dan tinggal di sini karena oma dan opa saya" Jelas Aurora.
"Baik". " Oh ya apa arti nama kamu?" Tanya Sarah.
"Yang pertama Aurora, itu ketika mamaku hamil, pernah ngidam nonton disney Aurora makanya papaku belikan kasetnya dan nonton sekeluarga, yang kedua Angela, itu mama dan papaku berharap supaya anak perempuan selain punya wajah cantik tapi juga secantik hatinya, yang ketiga Zefanya itu nama mama dan Khansa itu nama papa" Jelas Aurora dan mendapat sambutan hangat dari Sarah dan penonton lainnya.
"MasyaAllah bagus banget artinya memang kamu secantik bidadari makanya Justin Bieber berkomentar di live kamu ya" Goda Sarah dan Aura tersenyum malu.
"Dia memuji nyanyian saya kak" Jawab Aura.
"Oh ya kita ada tamu 4 cowok tampan nih yang mungkin kenal sama kamu, ayo A4 brother!" Sorakan Sarah dan Aura menoleh ke arah pintu di belakang nya lalu kaget melihat kedatangan 4 cowok tampan itu adalah abang kandungnya.
"Loh abang!" Kagetnya sambil berdiri. Dan 4 abangnya juga kaget tapi tetap berjabat tangan dengan keempatnya mengikuti Sarah. Lalu mereka kembali duduk.
"Halo guys, kita adalah A4 brother ditambah sama cewek cantik dibelakang kita" Kata Alan selalu leader.
"Oh iya kan kalian bersaudara, gimana nih menurut kamu, Aurora kedatangan mereka secara mendadak?" Tanya Sarah.
"Sebenarnya kaget kak mereka gak kasih tahu ke saya jika mereka ke sini" Jawab Aura dan keempat abangnya dibelakang ketawa kecil.
"Oh ya menurut kalian berempat, kalian tahu adik bungsu kalian itu dikomentari oleh Justin Bieber?" Tanya Sarah.
"Iya tahu kak karena tak sengaja melihat siaran livenya pulang kerja kita berempat. Itu dia beritahu" Jelas Anan dan Aura mengangguk mengiyakan.
"Awalnya kita gak percaya tapi baru kita percaya setelah ada berita tentang dia" Tambah Aksa.
"Yang paling suka berantem siapa nih?" Tanya Sarah.
__ADS_1
"Aksa dan Aura, kan mereka berdua itu suka gelut seperti Aura suka mengambil baju Aksa dan Aksa yang suka iseng ke Aura" Jelas Alan.
"Iya benar kak" Jawab Aksa dan Aura kompak sambil ketawa nyengir. Mereka saling menyenggol lengan masing-masing dan diciduk oleh Nanda.
"Lihat itu tetap saja saling usil kak" Kata Nanda dan kedua adiknya melotot, yang lainnya ketawa gemas.
"MasyaAllah pasti ramai banget nih keluarga" Puji Sarah.
"Iya alhamdulillah ya keluarga kami baik-baik saja dan kelihatan ramai, ada oma opa serta ada mama yang sehat wal'afiat" Kata Nanda.
"Oh iya alhamdulillah dan juga maaf nih saya mau bertanya, kemana papa kalian?" Tanya Sarah dengan sopan.
"Papa kami lagi kerja di luar negeri kak" Jawab Aura dengan cepat padahal Alan ingin jawab.
"Semoga bisa kembali ke keluarga kalian ya terima kasih atas partisipasinya" Kata Sarah.
Acara itu selesai dan mereka pun pulang. Sebelum pulang, kelima bersaudara itu sudah dibayar.
Mereka pulang dengan menggunakan taksi. Tapi ketika keluar dari gedung acara TV itu, ada seorang pria berjas memanggil nama Aura dan kelimanya menoleh.
"Halo kak Aurora kan?" Tanya pria itu.
"Oh ya kamu mau gak masuk ke agensi kami, MD Entertainment di situ bukan hanya nyanyi tapi akting, gimana kak?" Tawar pria itu yang namanya Khansa.
Aurora terdiam dan membuat pria itu bingung.
"Apa anda tahu agensi kita?" Tanya pria itu.
"Iya mas saya tahu kok nanti saya pikirkan dulu ya" Jawab Aura.
"Boleh kak ini kartu nama saya di sana ada nomor telepon bisa dihubungi jika mau jadi artis di agensi kita" Jelas Khansa sambil menyerahkan kartu namanya.
"Baik mas terima kasih" Jawab Aura sambil menerima kartu itu dengan kedua tangannya. Lalu pria itu pergi. Sepeninggal pria itu, mereka masuk ke dalam taksi. Di dalam, mereka menggoda adik bungsunya.
"Ciee... Jadi calon artis" Goda Aksa.
"Iya alhamdulillah sih impian aku terkabul" Jawab Aura dengan tersenyum lembut.
__ADS_1
"Tapi seharusnya kita berlima harus dapat gak sih kenapa harus gue saja?" Kata Aura dengan sendu kepada abangnya.
"Lah kita juga kok dek tapi tinggal di rumah" Balas Alan sambil ketawa nyengir begitupun abang yang lainnya. Reaksi Aura hanya melongo.
"Apa nama agensinya bang?" Tanya Aura.
"Jakarta Record entertainment" Jawab Nanda.
"Wah itu bagus bang!" Seru Aura.
"Duh dek jangan keras-keras lah kita di mobil taksi" Tegur Anan dan Aura terdiam. Kelima bersaudara itu jadi tenang sampai di rumah.
Sesampainya di depan rumah, masing-masing mereka membayar dan berjalan menuju ke dalam rumah. Di sambut oleh mamanya.
"MasyaAllah kalian ini benar-benar entertainment sejati mana tahu papa kalian lihat" Puji mamanya sambil menatap kelima anaknya. Ketiga anaknya seperti Alan, Nanda, dan Anan hanya tersenyum lembut sedangkan Aksa dan Aura hanya menghela napas pelan.
"InsyaAllah papa pasti akan lihat kok" Kata Alan.
"Gak mungkin lah mah karena alasan sibuk" Balas Aksa menyindir.
"Iya benar kita sudah pernah kirim pesan panjang lebar tetap saja gak pernah dibalas" Tambah Aura malas. Lalu keduanya masuk ke dalam rumah. Melihat kedua anak bunsunya yang beda usia 3 tahun itu hanya menghela napas berat begitupun ketiga abangnya.
"Yah mungkin mereka lagi malas bahas papa mah tapi semoga saja papa pasti datang" Kata Anan menenangkan mamanya lalu mereka masuk ke dalam rumah itu.
Di kamar, Aura duduk di kursi belajarnya menulis sebuah pesan di hpnyahpnya. Seperti biasa dia mengetik sebuah pesan di whatsapp.
"Assalamu'alaikum pah. Lihat nih pah aku dan keempat abang sudah masuk TV dan aku sebenarnya gak mau memberitahu tentang keburukan papa yang meninggalkan kita selama 16 tahun ini.
" Oh ya pah jika aku ultah, datang yah. Tenang saja aku gak minta apa-apa, aku hanya minta papa datang kok. Dan sekarang aku sekolah di Jakarta padahal awalnya di Bandung. Ini karena karirku dan abang.
"Semoga papa datang ya aku dan yang lainnya ingin sekali melihat papa menginjak rumah ini. Kasihan oma dan opa mereka gak enak badan karena papa gak datang menemui keluarga sendiri"
"Hanya itu saja ya pah semoga papa baca"
Lalu Aura menyudahi menulisnya. Dan dia menulis sebuah nomor telepon di kartu nama Khansa.
"Namanya mirip sama papa tapi bukan papa" Gumam Aura.
__ADS_1
Next part 22