Catatan Hati Aurora

Catatan Hati Aurora
5. Ekhsan si anak angkat


__ADS_3

“Assalamu ‘alaikum bu, apa ada makanan? Saya lapar” Sapanya dengan sopan dan lemah sambil mengelus perutnya yang keroncongan.


Kedua wanita yang melihat itu merasa kasihan. Lalu keduanya Menghampiri bocah laki-laki tampan itu dan bertanya.


“Waalaikumsalam” jawab keduanya kompak dengan senyuman.


“Ayo masuk nak boleh makan” ujar Inah lalu mengajak bocah itu untuk makan di warungnya.


Bocah itu disuruh makan gratis dan langsung lahap makannya. Setelah selesai makan, bocah itu pamit pergi.


Tapi sebelum itu, Inah dan Fanny berbincang-bincang kepada bocah tampan itu.


“Nama kamu siapa nak?” tanya Fanny.


“Nama saya Muhammad Ekhsan, umur saya 4 tahun” jawabnya.


“Oh Ekhsan” sahut keduanya.


“Dimana orang tuamu nak?” tanya Inah.


“Saya gak tahu buk” jawab Ekhsan sambil menggelengkan kepalanya.


“Kalo begitu saya pergi dulu ya buk cari orang tua saya” izinnya lalu berdiri.


“Gini saja nak, siapa nama ayah, ibu kamu nak?” tanya Inah sambil menahan bocah itu.


“Ibu saya namanya mama Desi buk” jawab Ekhsan jujur. Mendengar itu, keduanya kaget dan bingung.


“Uni Fanny, bukankah uni Desi olun nikah?” tanya Inah pelan.


“Iyo tuh tapi inyo masih marah jika awak merebut mas Khansa dari inyo” jawab Fanny.


“Mungkin saya anak haram buk” jawab Ekhsan tiba-tiba.


Mendengar itu, keduanya melotot kaget.


“Astaghfirullah al'azim nak, jangan bilang seperti itu lagi pula kamu itu anak baik dan suci” balas Inah kaget.


Dan Ekhsan pun mengangguk.


“Ayo biar ibu yang antarkan kamu ke tempat ibu kamu” ujar Inah.


“Maaf buk, saya diusir sama ibu saya karena membuatnya jadi beban di hidupnya” jelas Ekhsan dan membuat kedua wanita itu kaget.

__ADS_1


“Kalo begitu, kamu tinggal dimana nak?” tanya Fanny khawatir.


“Oh saya gak tahu mau tinggal dimana buk, saya hanya berkeliling mencari tempat tinggal” jelas Ekhsan. Dan keduanya mengangguk menatap kasihan.


“Kalo begitu, kamu tinggal di rumah saya ya nak biar kami yang rawat kamu” ujar Inah dan Ekhsan mengangguk setuju.


“Tapi apa gak masalah buk?” tanya Ekhsan khawatir.


"Gak masalah nak kasihan kamu diusir mamamu seperti itu, ayo kita pulang ke rumah" Jawab Inah sambil tersenyum tulus. Lalu keduanya beranjak pergi dari warung dan sudah meminta izin kepada Fanny lalu Fanny mengizinkannya.


Tak lama kemudian, keduanya sudah sampai di sebuah rumah yang cantik tapi sederhana itu dan di sana ada seorang pria yang sibuk memperbaiki sebuah motor di bengkel ternyata itu Akhsan, suami Inah.


"Assalamualaikum uda" Salam Inah sambil menggandeng tangan Ekhsan dan mencium tangan suaminya.


"Waalaikummussalam, eh Inah" Balas Akhsan.


"Oh ya ini anak siapa sayang?" Tanya Akhsan.


"Ini Ekhsan,anak yang diusir dari ini Desi. Itu loh yang pernah suka bergosip buruk tentang uni Fanny" Jawabnya sambil berbisik ke telinga suaminya. Suaminya hanya mengangguk.


"Ayo nak kita masuk" Ujar Akhsan sambil menggandeng tangan Ekhsan dan Inah.


Di dalam, mereka berbincang-bincang sementara tentang rumah yang akan bocah itu tempati. Mereka menyuruh Ekhsan untuk duduk di sofa.


"Muhammad Fahri Ekhsan" Jawab Ekhsan.


"Usia kamu berapa nak?" Tanya Akhsan.


"Usia saya 4 tahun pak" Jawab Ekhsan.


"Oke kami akan angkat kamu jadi anak kita ya, panggil saya dengan sebutan ayah dan ini wanita yang di samping saya adalah bunda ya" Ujar Akhsan sambil mengelus pipi bocah itu dan bocah itu tersenyum manis membuat pasangan suami istri itu tersenyum gemas.


"Oh ya ayo bunda antarkan kamu ke kamar kamu sekaligus mandi ya" Ujar Inah dan Ekhsan mengangguk setuju. Keduanya berjalan meninggalkan Akhsan yang masih duduk di sofa. Melihat istrinya dan anak angkatnya akrab, hatinya jadi hangat.


"Ya Allah terima kasih telah memberikan seorang anak pada kamu. Semoga kami bisa menjaga,membesarkan dan mendidiknya seperti anak pada umumnya" Batin Akhsan.


"Oh tapi dia lahir bulan apa ya?" Tanya Akhsan bingung.


"Dia lahir sebelum Aura lahir tapi gak tahu tanggal berapa dia lahir" Tambahnya semakin bingung.


"Aduh nanti aku tanya sama Ekhsan"


"Tapi namanya hampir mirip denganku" (Tersenyum tipis).

__ADS_1


Lalu pria itu pergi keluar melanjutkan pekerjaan. Pekerjaan Akhsan adalah tukang servis mobil dan motor. Dengan itu, dia bisa memenuhi kebutuhan dirinya dan istrinya sekarang ditambah anak angkat.


Sedangkan Inah kerja sebagai penulis novel dan novel yang dibuat dikirim ke kantor pos. Mereka menikah selama 4 tahun tapi belum punya anak karena keduanya mandul jadi mau tak mau mereka mengadopsi anak dari panti asuhan tapi tidak jadi karena ada Ekhsan, bocah laki-laki yang diusir oleh tetangganya yang suka memojokkan Fanny karena ditinggal nikah oleh Khansa.


Singkat cerita, Rkhsan sudah mandi dan memakai pakaian di rumah pasangan itu.


"Terima kasih bunda" Kata Ekhsan.


"Iya sama-sama anakku sayang" Balas Inah lembut lalu mencium kening bocah itu.


"Oh ya nak kapan kamu ulang tahun? Kamu ingat gak?" Tanya Inah.


"Tanggal 7 Juli bunda" Jawab Ekhsan dan Inah mengangguk.


"Oke deh kamu tidur dulu ya atau mau makan lagi?" Tanya Inah.


"Tidur saja lah bunda aku ngantuk" Jawab Ekhsan sopan.


Lalu Ekhsan naik ke atas ranjang dan tidur dengan lelap. Setelah anak angkatnya tertidur, tak lupa wanita itu mengelus rambut bocah itu dan mencium keningnya. Lalu pergi dan menutup pintu itu dengan pelan supaya tidak mengganggu tidur bocah itu.


Wanita itu keluar rumah dan berbincang pada suaminya di sofa luar untuk membicarakan tentang mendaftar hak asuh Ekhsan.


"Oh ya sayang, kamu tahu ulang tahun Ekhsan?" Tanya Akhsan.


"Oh itu tanggal 7 Juli tahun 2002" Jawab Inah.


"Oke sekarang aku akan mendaftarkan pengadopsian Ekhsan ya" Kata Akhsan dan Inah mengangguk setuju.


"Hati-hati da" Kata Inah sambil mencium tangan suaminya dan suaminya mencium kening istrinya dengan penuh sayang.


Setelah itu, pria itu pergi dan meninggalkan seorang istri sendiri. Setelah suaminya pergi meninggalkannya, Inah menutup pintu bengkel dan masuk ke dalam rumahnya untuk membuat makan siang.


Dia membuat sup ayam dan membuat nasi saja di dapur. Setelah selesai, wanita itu kembali ke kamar Ekhsan untuk menemaninya tidur.


Dia menatap bocah tampan itu dan mengelus rambutnya pelan seraya menggumam.


"Terima kasih ya nak telah hadir di kehidupan kita walaupun bunda gak mengandung kamu tapi bunda dan ayah sangat sayang sama kamu. Semoga kamu menjadi anak sholeh yang bisa mewujudkan cita-cita kamu di masa depan ya" Lalu terlelap setelah membaca doa tidur dan memeluk bocah tampan itu dengan sayang.


Akhirnya Akhsan pulang ke rumah dengan membawa surat hak angkat Ekhsan. Pria itu membawa akta kelahiran dan kartu keluarga baru karena ditambah dengan Ekhsan sebagai anak angkat mereka.


Di dalam, setelah mengucapkan salam, tapi gak di jawab sampai pria itu mencari seluruh isi rumah dan sampai di kamar Ekhsan ternyata istri dan anak angkatnya tidur bersama sambil berpelukan. Melihat itu, Akhsan berjalan ke arah keduanya dan mencium kesayangannya.


Setelah itu pergi masuk ke dalam kamarnya untuk menaruhnya 2 surat penting di lemari kamar pasangan itu.

__ADS_1


Next part 6


__ADS_2