Catatan Hati Aurora

Catatan Hati Aurora
11. Paman Gio & 2 bocil


__ADS_3

Selama di Tk, hanya Aura dan Ekhsan yang mau berteman dengan Hanbin karena banyak yang gak suka sama orang asing.


"Oh ya kita berteman ya untuk selamanya, Aura, Ekhsan" Kata Hanbin.


"Iya aku mau kok" Balas Aura.


"Iya aku juga" Tambah Ekhsan.


"Gak masalah kalian berteman denganku?" Tanya Hanbin.


"Gak papa kok Hanbin. Kami senang kok" Jawab Aura yakin.


"Kita akan selalu ada untukmu" Tambah Ekhsan.


Lalu mereka berpelukan dan bertos ria. Walaupun Hanbin orang asing, keduanya tidak pernah membedakan pertemanan bahkan tidak pernah mengacuhkannya.


Di lain kesempatan mereka pernah pergi ke rumah masing-masing pada hari raya idul fitri dan Natal. Karena orang tua mereka bertiga temanan, jadi mereka dekat bahkan seperti saudara.


Lalu tiba-tiba ketika Hanbin dibully oleh anak-anak yang lainnya di kelas A1, ada Ekhsan dan Aura jadi pelindung tapi sayangnya karena pembullyan, ibu Hanbin keluar dari pekerjaannya dan kembali ke Korsel.


Dia tak tahan sang anak dibully walaupun ada Ekhsan dan Aura yang jadi pelindung. Jadi mau tak mau, Auta dan Ekhsan menerimanya.


Sebelum Hanbin pindah, pada siang hari jam 1, Aura datang ke rumah Hanbin.


"Hai Hanbin" Panggil Aura di depan pintu.


Keluarlah Hanbin dan tersenyum menyambut Aura.


"Hai Aura, ayo masuk" Ajak Hanbin.


"Kita keluar yuk!" Ajak Aura.


"Keluar dimana?" Tanya Hanbin.


"Kita keliling kampung ini" Jawab Aura dan Hanbin mengangguk menyanggupi. Tak lupa Hanbin minta izin ke ibunya.


"Ibu aku mau jalan-jalan dengan Aura" Izinnya. Dan ibunya keluar dan menyambut Aura dengan hangat.


"Oh sama Aura, boleh jangan lama-lama ya sayang" Kata ibunya.


Lalu keduanya jalan-jalan mengelilingi kampung Padang dengan jalan kaki. Mereka juga mengobrol.


"Hanbin apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Aura.


"Gak papa tapi maaf ya kita harus pisah" Jawabnya dan Aura hanya mengangguk. Mereka terus berjalan sambil bergandengan tangan. Mereka tak malu karena masih kecil.


Sampai di sebuah taman bermain, mereka duduk di sebuah ayunan dan sambil mengobrol.


"Kapan perginya?" Tanya Aura.


"Sore jam 5" Jawab Hanbin.


"Oh ya mana Ekhsan?" Tanya Hanbin.


"Dia lagi jalan-jalan sama orang tuanya" Jawab Aura.


"Oh ya aku ada sesuatu buat kamu" Ujar Hanbin lalu berdiri di depannya memberikan sesuatu dari dalam tasnya. Ternyata sebuah jepitan rambut yang lucu dan cantik. Lalu dia memasangkannya di tepi rambut Aura.


"Wah cantiknya" Gumam Hanbin.


"Apa aku cantik?" Tanya Aura.


"Iya kamu cantik" Jawab Hanbin dengan pipi memerah.


Mendengar pujian itu, Aura tersenyum malu.

__ADS_1


"Oh ya Aura" Panggilnya dan Aura memandang Hanbin.


"Semoga kita ketemu lagi ya" Ucapnya.


"Iya dan juga kita menikah ya Hanbin" Balas Aura sambil tersenyum malu.


"Tapi kita kan beda agama, ra" Balas Hanbin.


"Tapi aku bermimpi kamu nikah sama aku ketika kita sudah dewasa" Kata Aura dengan yakin dan Hanbin tetap menggeleng.


"Itu tidak mungkin" Balas Hanbin dengan tegas.


"Lihat saja nanti aku akan jadi cantik dan buat kamu menikah denganku" Balas Aura dengan tegas. Matanya tetap menatap ke arah bocah tampan itu.


"Tapi kamu tetap cantik kok" Balas Hanbin.


"Oh ya kamu mau jadi apa waktu dewasa?" Tanya Aura dengan tatapan lembut.


"Aku mau jadi penyanyi" Jawab Hanbin. "Kalo kamu mau jadi apa?" Tanya Hanbin.


"Aku mau jadi artis" Jawab Aura.


"Cocok tuh karena kamu cantik" Kata Hanbin.


"Aku gak mau jadi artis sekarang" Kata Aura sambil menggeleng.


"Kenapa?" Tanya Hanbin.


"Karena gak dibolehin papa dan mama aku masih kecil" Jawab Aura.


"Iya benar. Kita harus sekolah bukan artis" Tambah Hanbin mengganggu setuju.


"Kapan kamu kembali?" Tanya Aura.


"Lama atau gak mungkin aku gak kembali lagi ke sini" Jawab Hanbin.


Melihat teman ceweknya berwajah sendu, Hanbin langsung menggenggam kedua tangan Aura dan bocah perempuan itu kembali menatap Hanbin.


"Tenang saja kok aku usahakan untuk kembali ke sini dengan wajah tampan dan sukses" Kata Hanbin dengan tatapan dalam ke Aura.


"Tapi apa kamu tetap di sini SDnya?" Tanya Hanbin.


"Gak tahu" Jawab Aura sambil mengedikkan bahunya.


"Kan kita mau tamat, kenapa gak mau selesaikan dulu?" Tanya Aura.


"Oh itu karena mereka menghinaku dan ibuku harus kembali lagi karena ayahku tidak kerja lagi di sini" Jelas Hanbin. Lagi-lagi Aura menunduk.


"Oh ya bagaimana kita foto-foto, aku bawa kamera" Ujar Hanbin. Aura mengangkat kepalanya lagi dan mengangguk.


"Memangnya kamu tahu gimana cara fotonya?" Tanya Aura.


"Tahulah diajarin ayahku" Jawab Hanbin santai.


Mereka berselfi ria dan membuat rekaman itupun dengan bantuan seorang paman yang berjalan di sekitar taman.


"Paman bisa gak rekam kami berdua?" Tanya Hanbin kepada paman yang duduk di kursi taman.


"Oh bolehlah dek" Jawab paman itu lalu paman itu meraih kamera Hanbin dan mulai rekaman tentang kegiatan 2 anak yang berbeda jenis kelamin itu.


Ketika merekam mereka, paman itu tersenyum gemas kepada keduanya.


"Aduh gemasnya, apa mereka sepasang kekasih kecil?" Gumam paman itu. Nama paman itu adalah paman Gio. Untungnya paman Gio itu adalah seorang kameramen, jadi bisa ahli dalam kamera.


"Kurasa mereka akan jadi terkenal suatu saat nanti" Tambahnya.

__ADS_1


Setelah selesai, paman Gio itu mengembalikan kameranya ke Hanbin.


"Ini sudah selesai" Kata paman Gio.


"Terima kasih paman" Jawab Hanbin dengan tersenyum manis.


"Oh ya kalian mau jalan-jalan lagi gak?" Tanya Gio.


"Mau paman" Jawab keduanya lalu ikut dengan paman itu. Dan untungnya paman itu tidak aneh-aneh. Mereka berjalan tidak terlalu jauh dan belanja dari uang paman Gio. Padahal keduanya menolak pemberian dari Gio.


"Ayo kita belanja dan makan. Biar paman yang traktir" Ujar Gio ramah.


"Gak usahlah paman, kita ada uang kok" Jawab Hanbin dan Aura pun mengangguk setuju dengan Hanbin.


"Gak papa dek soalnya paman habis diselingkuhi oleh pacar paman" Jawabnya dan keduanya mengangguk setuju.


Mereka akhirnya masuk ke dalam swalayan dan belanja yang gak berlebihan. Mereka berdua hanya belanja snack dan minuman susu.


Setelah belanja selesai, mereka makan di bangku di depan swalayan itu.


"Oh ya paman, kok diselingkuhi pacar?" Tanya Aura sambil mengunyah.


"Oh itu karena paman gak seganteng selingkuhan paman" Jawab Gio.


"Paman ganteng kok" Tambah Hanbin.


"Iya mungkin menurut kalian ganteng sedangkan menurut dia gak ganteng" Balas Gio sambil ketawa miris.


"Dia cantik gak paman?" Tanya Aura.


"Cantik tapi setelah selingkuh jadi hilang cantiknya" Jawab Gio santai dan kedua anak itu ketawa. Mereka bertiga lanjut makan.


"Oh ya nama paman siapa dan umur berapa?" Tanya Hanbin.


"Gio usia paman 20 tahun" Jawab Gio.


"Kalo kalian namanya siapa dan usianya berapa?" Tanya Gio.


"Aku Sung Hanbin dan ini Aurora Angela Zefanya Khansa, panggilan Aura. Dan kami 5 tahun" Jelas Hanbin.


"Jadi kamu orang Korea ya Hanbin?" Tanya Gio.


"Iya paman dan jam 5 sore aku akan kembali ke Korea Selatan" Jawab Hanbin dan Gio mengangguk mengerti.


Asik berbicara dan tiba-tiba datang seorang wanita menepuk meja bangku tempat ketiganya makan sambil marah. Ketiganya menatap kaget kepada wanita itu.


"Heh Gio ternyata kamu sudah punya anak padahal kata kamu masih bujang!"


Tak terima langsung Gio berdiri dengan marah.


"Eh lo jangan ngadi-ngadi kalo ngomong! Ini bukan anak gue dan lo jadi cewek tukang selingkuh!" Bentaknya sambil menatap tajam.


"Wah memangnya ada bukti kalo gue selingkuh dari lo?" Tanya wanita itu dengan songongnya.


"Gue lihat dengan mata kepala gue sendiri lo habis berpelukan dengan suami orang dan diberikan uang. Dan gue dengar lo habis menjual keperawanan kan? Dasar cewek murahan! Gue sudah kasih apa yang lo mau! Dan ini balasannya! Cewek gak tahu diuntung! Murahan lo ******!" Bentaknya dan membuat wanita itu terdiam.


Kedua anak itu yang memperhatikan pasangan berantem itu jadi takut dan turun dari kursinya lalu pergi sambil bergandengan tangan tanpa Gio sadari.


"Kamu tahu kan aku itu sudah bosen sama kamu!" Balas wanita itu.


"Kalo sudah bosen, bilang ******!" Balas Gio dengan bentakan.


"Gak ada untungnya gue kasih ke semua yang lo mau!" Tambahnya lalu pergi meninggalkan wanita itu.


Gio tak sadar ketika pergi karena amarah kepada mantan pacarnya.

__ADS_1


Untunglah kedua anak itu sudah kembali ke rumah dengan selamat. Mereka merenung kejadian itu tapi akhirnya tenang.


Next part 12


__ADS_2