
Selesai perayaan ultah Aura, gadis itu sarapan dibuat oleh sang mama karena dia akan mulai sekolah. Ada juga yang masih memotret Aura yang lagi makan namanya Aksa. Bahkan keseharian adik bungsunya juga dipotret.
"Duh bang gue jelek loh" Kata Aura risih tapi tetap ketawa.
"Gak lah, lo cantik alami dek" Jawab Aksa santai.
"Semoga gue dapat istri secantik lo dek" Kata Aksa.
"Duh gimana dengan kak Aisha?" Tanya Aura.
"Oh dia... Ya gak tahulah. Cepatlah dek biar gue yang antarkan" Ujarnya.
"Iya deh bang" Jawab Aura pasrah. Lalu dia dan Aksa menyelesaikan makanannya. Selesai, mereka berpamitan dengan mama. Sedangkan 3 abangnya sudah pergi kerja. Aksa mengantarkan sang adik dengan menggunakan motor.
Tak lama kemudian, sampailah mereka di SMAN 01 Nusa Bangsa. Setelah itu, Aura turun dari motor dan mencium tangan Aksa.
"Belajar yang rajin ya dek, kalo ingin pulang bilang ke abang" Nasehat abangnya dan Aura mengangguk.
Tinggallah Aura seorang diri dan dia berjalan dengan santai menuju arena sekolah. Di sana banyak orang yang menatapnya seperti dirinya seorang artis padahal memang artis. Meskipun begitu, gadis cantik itu tersenyum manis menyapa mereka.
Dan tibalah ada seorang cowok menyapanya ramah.
"Hai apa kamu Aurora si pameran Mitha di mermaid in love?" Tanyanya dengan agak gugup. Matanya tak berhenti menatap gadis itu.
"Iya kak saya, ini siapa ya?" Tanya Aurora.
"Oh ya kenalkan nama saya Muhammad Fahri Zayyan, panggilan Zay, saya senior di sini, salam kenal ya" Jelasnya lalu menjulurkan tangan kanannya, berkenalan.
"Oh iya kak salam kenal juga" Ucapnya antusias sambil membalas juluran tangan cowok ganteng itu. Lalu kembali melepas tangan mereka. Dan mereka jalan bersama.
"Kamu mau ke kelas mana?" Tanya Zay ramah
"Kebetulan kak saya mau cari kelas 11 IPS 3" Jawab Aura.
"Boleh deh biar saya antarkan" Ujarnya.
"Oh ya kakak kelas berapa?" Tanya Aura ramah.
"Saya kelas 12 IPA 3, jadi kelas 3 gak terlalu jauh" Jelas Zay dan Aura mengangguk.
Akhirnya sampai di kelas yang ditujukan. Aura tak lupa mengucapkan terima kasih ke Zay. Lalu masuk ke kelas dengan santai. Di dalam, banyak temannya menyapanya.
"Hai Aura!" Seru semuanya.
__ADS_1
"Hai teman-teman" Balasnya ceria lalu dia duduk di kursi depan. Dia berkenalan dengan teman ceweknya yang ternyata rekan syutingnya namanya Beca.
"Hai Aura!" Panggil Beca senang dan menawarinya duduk di sampingnya.
"Hai juga Beca!" Balas Aura senang.
"Happy birthday!" Seru Beca sambil menyodorkan bungkus kue agak kecil warna cokelat karena Aura suka rasa cokelat. Melihat itu, Aura menitikkan air matanya terharu. Dan teman-teman sekelasnya dibelakang Aura juga bersorak menyatakan selamat ultah ke dirinya.
"Ya Allah kok lo tahu gue ultah, padahal gue gak tahu lo sekolah di sini?" Tanya Aura.
"Nanti gue ceritain , lo harus tiup lilin dulu ya!" Ujar Beca dan Aura mengangguk setuju lalu meniup lilin diatas kue kecil itu. Selesai meniup lilin, dibalas sorakan oleh semua teman sekelasnya.
"Thank you make a suprise for me" Kata Aura sambil tersenyum terharu.
"Do you know, this is the first time all my classmates celebrate my birthday. Thank you to all of you" Jelasnya sambil terisak dan dipeluk oleh Beca.
Setelah kejadian itu, mereka pun berfoto bersama. Dan membuat Aura tersenyum bahagia dia punya teman yang baik di sekolahnya beda dengan sekolahnya yang dulu di Padang. Di sana, dia diejek bahkan dibully karena tidak punya papa, padahal punya karena belum pernah kembali.
Sementara itu di rumah, ada Fanny, Alan&Halwa, Anan, Nanda dan Aksa yang mengurus pesta ultah Aura yang ke-17 tahun. Ketika sibuk mendekorasi, tiba-tiba bunyi bel pintu rumah yang dibuka oleh Alan.
Setelah dibuka menampilkan seorang kurir yang memberikan sebuah paket yang diterima bingung oleh Alan.
"Ini paketnya mas untuk mbak Aurora" Sapanya.
"Ini dikirim dari Pak Khansa, mas" Jawab kurir itu.
"Waduh terima kasih mas" Balas Alan sambil menerima paket itu. Setelah kepergian kurir itu, Alan menutup pintu dan berjalan menemui yang lainnya.
Kedatangan Alan dengan membawa paket itu mengundang tanda tanya yang lainnya.
"Itu dari siapa ya, nak?" Tanya Fanny sambil memandang paket itu.
"Katanya paket ini dikirim dari papa, mah" Jawab Alan.
Dan jatuhlah sebuah surat lalu diambilah surat itu dari tangan Fanny serta membacanya dan didengarkan dengan saksama.
"Dear My daughter, Aurora Angela Zefanya Khansa dan seluruh keluargaku di sana :
" Happy birthday my lovely daughter. Gak nyangka kamu berusia 17 tahun dan maaf papa gak pernah datang diacara apapun tentang kalian.
" Maafkan papa yang mengabaikan pesanmu di WA, dan papa melihat semuanya tentang kalian baik di sosial media maupun berita di TV. Kalian rutin memberikan kabar kepada papa. Papa bangga sama kalian berlima. Kalian dibesarkan dengan baik oleh mama, oma dan opa kalian".
"Alasan papa tidak pernah memberikan kabar kepada kalian tentu saja papa sibuk dan papa sedang mengabarkan berita gembira akan jabatan papa. Tapi mungkin kalian semua tidak peduli akan hal itu.
__ADS_1
"Dan juga selamat menikah untuk anak laki-laki pertama papa dan mama, semoga pernikahan kalian langgeng sampai till jannah"
Setelah dibaca, surat itupun dirobek oleh Aksa dan membuat kaget semuanya.
"Eh kok dirobek sa?" Tanya Alan kaget dan Aksa ditenangkan oleh Anan dan Nanda.
"Itu pria tak tahu malu kok bisa menelantarkan keluarganya sendiri?" Marahnya.
"Dan juga papa gak pernah datang dan datang karena demi jabatan kerja di Korsel, gila!"
"Lihat itu karena beliau, oma dan opa sakit dan malah menyalahi kesalahan mereka sendiri akibat menelantarkan kita dulu!"
"Bro tenang, istri gue lagi hamil muda!" Kata Alan dengan tenang lalu dia memeluk istrinya untuk menenangkannya.
"Kok bisa ada seorang ayah seperti itu demi jabatan, bajingan emang!" Tambah Aksa.
"Istighfar bro!" Ucap Anan.
"Sayang sekali suratnya robek karena lo sa, nanti Aura sedih kalo surat dari papa dirobek karena lo!" Tambah Nanda.
"Lebih baik surat itu gak boleh dibaca oleh Aura daripada buat dia sedih dan melamun mulu!" Tegas Aksa.
"Kan Aura tambah gak tahu kebenarannya!" Kata Alan.
"Gak boleh!" Tegas Aksa.
"Aksa benar, lebih baik surat itu dirobek daripada Aura sedih dan melamun terus" Ujar mamanya dan membuat yang lainnya menatap ke arah ibunya kaget.
"Mama tahu kok Aura terus sedih cari papanya dan dia terus dibilang sebagai anak buangan oleh tetangga karena dianggap seperti itu padahal tidak. Biarkan saja dia tak tahu dan kita doakan semoga papa bisa kembali ke kita dalam keadaan sehat" Ujar mamanya sambil tersenyum tulus.
"Terus gimana dengan hadiah papa yang ini?" Tanya Anan sambil memegang kotak paket itu.
"Itu kita simpan saja beserta suratnya di laci kamar mama, pokoknya jangan sampai Aura menemukan itu!" Pinta mamanya dan keempatnya mengangguk. Dan Aksa menawarkan diri untuk menaruh hadiah itu di dalam lemari kosong di gudang padahal seharusnya di kamar mamanya.
"Maaf Aura, dengan ini lo gak pernah tahu papa sebejat ini demi jabatan" Gumam Aksa lalu menaruh paket itu kedalamnya dan menguncinya.
Kemudian, cowok itu keluar dan menemui keluarganya. Sebelum itu, dia memberi pesan ke nomor Aura.
"Assalamu'alaikum dek, lo sepulang sekolah bawa teman sekelas lo untuk datang ke rumah kita ya untuk makan bersama ya. Hari ini mama masak yang banyak"
(Terkirim).
Next part 25
__ADS_1