
Pada pagi harinya jam 9, di mulailah unboxing kado dari tamu pesta pernikahan Alan dan Halwa. Dan juga Aurora tak lupa dengan kameranya untuk membuat vlog.
"Assalamu'alaikum Hai guys, kembali lagi dengan Aurora, mr. Khansa's Daughter, hari ini aku akan membangunkan pasutri baru guys, ayo ikutin aku ya" Salamnya sambil membuka pintu kamar pasutri itu dan mengetuknya terlebih dahulu.
"Tok! Tok! Assalamu'alaikum bang Alan, kak Halwa, aku buka ya!" Salamnya.
Gak ada sahutan dan ternyata keduanya berasa di belakang Aura. Lalu tanpa sadar, mereka mengagetkan Aura dsn gadis itu menoleh ke belakang dengan kaget.
"Waalaikumsalam!" Kompaknya.
"Astaghfirullah al'azim!" Kagetnya sambil memegang dadanya.
"Lagi buat vlog dek?" Tanya Halwa lembut.
"Iya dong seperti perjanjian kita kemarin malam" Jawab Aura santai.
"Iya deh ayo masuk!" Ujar Alan lalu membuka pintu kamarnya dan tibalah mereka membuat video unboxing kado dari pernikahan Alan dan Halwa.
"Assalamu'alaikum guys kembali lagi dengan aku, Aurora hari ini aku akan unboxing kado dari abangku, Alan dan ini kakak iparku namanya Halwa"
"Sapa abang, kak Halwa!" Ujarnya dan keduanya menyapa sambil tersenyum malu.
"Hai assalamu'alaikum untuk subscribers adik kita!" Sapa Alan dengan ceria.
"Hai assalamu'alaikum untuk subscribers adik ipar ku tercinta!" Sapa Halwa dengan tersenyum lembut.
"MasyaAllah sosweet banget sih kalian. Dan ini guys, mereka ini sudah menikah kemaren dan akan kita unboxing kado pernikahan dari para tamu undangan yang hadir ya" Jelas Aura sambil menatap kamera.
Mereka bertiga lalu membuka kado satu persatu dengan gembira. Bahkan sampai kado dari Aura pun mereka antusias. Yang nemu kan kado dari Aura adalah Alan. Kado itu dilapisi dengan cantik dan di luar ada tulisan.
"Dari adik bungsu cantik"
Alan dan Halwa tersenyum menatap tulisan.
"Tumben pede sebut cantik?" Tanya Alan sambil tersenyum setengah meledek.
__ADS_1
"Kan aku wanita makanya cantik, kalo cowok ya ganteng" Balas Aura santai. Dan keduanya tertawa.
Lalu keduanya melihat kado yang dibawa oleh Aura ternyata album foto kenangan. Baik Alan dan Halwa terdiam terpaku.
"Oh itu aku beli album dan foto itu aku dapat dari kamera HP dulu dari HP mama dan album foto jadul di rumah kita dulu" Jelas Aura.
"Aku gak tahu mau hadiah apa tapi aku hanya buat hadiah seperti itu karena aku gak banyak uang" Tambahnya sambil menunduk malu sekaligus tertawa kecil. Pasutri itu mengangguk mengerti. Lalu Alan memeluk adik bungsunya bergantian dengan Halwa.
"MasyaAllah adik bungsu abang sudah besar dah bisa cari uang sendiri, abang dan kakak iparmu sudah bangga sama kamu. Kamu adalah seorang gadis yang mandiri tanpa papa, manjanya ada, pintarnya dan bakatnya" Kata Alan sambil menatap Aura dan menahan air matanya supaya tidak jatuh. Yang ditatap hanya tersenyum menahan tangis haru.
"Ya semoga kamu sehat selalu dan jadi sukses untuk dunia dan akhirat" Tambah Halwa dan ketiganya berpelukan. Tak sadar, Fanny menatao dari luar pintu bersama opa Hendra dan Oma Endah. Ketiganya menangis haru bahkan tak lupa Fanny mengabadikan momen dengan HP pemberian dari suaminya dulu.
"Lihatlah mas, sekarang Aura bisa membeli hadiah untuk anak kita yang pertama ya mas, tapi kamu gak pernah datang lagi ke tempat kita lagi dan gak pernah mencari kita dimana kita berada" Batinnya dengan meneteskan air mata dan kedua bahunya ditenangkan oleh mertuanya.
Tersadar, Aura mengajak ketiganya untuk ikut unboxing kado yang tersisa. Hadiahnya yang sudah dibuka yaitu hadiah piring, kompor, kuali, pakaian couple, hijab untuk Halwa, alat-alat makan, sprei, dll.
"Ya Allah berantakan ini rumah ya" Kata oma Endah sambil tersenyum ikut duduk dekat Aura.
"Opa ikutan ya?" Tawar opa ikut duduk dekat istrinya. Sedangkan Fanny duduk di antara Halwa dan Alan. Sebenarnya itu suruhan Halwa supaya ibu mertunya duduk di tengah mereka.
"Oh ya hari ini cukup sampai di sini ya, jangan lupa like, komen, and share untuk motivasi aku untuk membuat video lainnya, bye, bye, assalamu'alaikum" Salamnya lalu menutupi videonya. Setelah itu dia memeluk semuanya.
"MasyaAllah kamun hebat ya nak bisa buat album ini" Puji Oma Endah.
"Dan juga kalo 3 abang yang lainnya sudah menikah, aku akan membuat album versi mereka juga" Ujar Aura sambil ketawa dan yang lainnya pun ketawa.
"Bagus dek supaya ini jadi kenangan buat mereka" Tambah Alan dan keduanya bertos ria.
"Oh ya bang Nanda, Anan, bang Aksa, kemana ya?" Tanya Aura.
"Mereka berdua kan kuliah dek" Jawab Fanny.
"Oh iya lupa, kan mereka kuliah pula padahal pasti capek urus pernikahan abang" Balas Aura, sambil tersenyum cengir.
"Iya baguslah jangan seperti mama dan papa dulu yang menikah ketika di masa sekolah" Kata Fanny dengan tersenyum tegar.
__ADS_1
"InsyaAllah mah, kita akan sukses" Balas Alan sambil memeluk mamanya dan Fanny juga memeluk Halwa.
"Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah dan pernikahan kalian langgeng dunia akhirat" Ucap Fanny.
"InsyaAllah mah" Jawab keduanya kompak.
"Melihat ketiganya berpelukan, Aura juga memeluk oma dan opanya.
Adegan berpelukan berakhir dan mereka membantu membersihkan bekas kadonya dsn melakukan pekerjaan yang lainnya. Sekarang Aura akan pergi ke acara musik Inbox bertemu dengan pameran lainnya.
Dia akan pergi dengan sepedanya dengan penampilan seadanya tapi tetap cantik dan stylish. Sampai di panggung itu, dia memarkirkan sepedanya dan masuk ke backstage serta bertemu dengan pameran mermaid in love yang lainnya.
"Hai guys, i am coming!" Sapa Aura dengan ceria.
"Hai!" Balas pameran lainnya dengan senang.
"Oh ra, lo make up dulu ya" Ujar Manda, pameran utama yang dekat dengan Aura.
"Siap kak man!" Jawab Aura dengan semangat. Melihat antusias Aura, pameran yang lainnya hanya terkekeh gemas. Gadis itu disuruh duduk oleh penata rias untuk merias wajah gadis itu serta memilih outfit yang cocok untuk gadis itu.
Ketika dirias, penata rias itu berbincang dengan ramah.
"Oh ya nama kakak Aurora Angela Zefanya Khansa ya?"
"Iya mbak" Jawab Aura ramah.
"MasyaAllah bagus sekali namanya, mana cantik lagi ada aura bintangnya" Puji penata rias itu dan Aura hanya tersenyum manis.
"Alhamdulillah saya bersyukur atas hal itu, Terima kasih atas pujiannya, mbak" Jawab Aura lembut.
"Iya sama-sama atuh, semoga sukses" Balas penata rias itu yang sibuk memoles wajahnya. Gadis itu dirias dengan foundation, bedak tabur, pensil alis, maskara, blush on dan liptint berwarna pink.
Selesai dirias, gadis ini diberi outfit kemeja pink lengan panjang serta rok pendek sesuai dengan konsep remaja yang mereka gunakan.
Selesai berias, gadis itu sudah masuk ke atas panggung menyusul pameran-pameran lainnya. Tujuan mereka datang ke acara musik bukan untuk bernyanyi, tapi untuk bertemu dengan penggemar penonton setia mereka serta acara berfoto bersama.
__ADS_1
Next part 20