Catatan Hati Aurora

Catatan Hati Aurora
3. Dijodohkan?


__ADS_3

Sekarang selepas kepergian Khansa, Fanny dan kelima anaknya sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Fanny sekarang bekerja sebagai penjual soto ayam bersama Alan dan Nanda, anak pertama dan keduanya.


Pada hari senin ini, paginya kedua anak itu membantu sang ibu untuk berjualan soto ayam di warung yang berada di samping rumah mereka padahal mereka akan pergi sekolah.


Mereka mempersiapkan persiapannya setelah sholat shubuh.


Fanny : "Nak, nanti jangan lupa ke sekolah ya?"


Alan&Nanda : "Baik mah"


Lalu sang ibu tersenyum dan melanjutkan masak sotonya. Jam 6 pagi, mereka sudah selesai membuat sotonya dan kedua anak itu kembali masuk ke dalam rumah untuk pergi ke sekolah. Tak lupa, Fanny berpesan kepada kedua anak itu untuk membangunkan kedua adiknya untuk pergi ke sekolah.


Fanny : "Alan, Nanda, jangan lupa bangunkan Anan dan Aksa ya untuk ke sekolah!"


Keduanya mengangguk.


Alan : "Oh ya mah, gimana dengan Aura, dia kan masuk TK sekarang?"


Fanny : "Tenang nak, nanti mama bangunkan soalnya dia masuknya jam setengah 8"


Nanda : "Terus siapa yang jaga warung mah?"


Fanny : "Nanti pakwo Akhsan dan Mak wo yang jaga warung"


Fanny : "Pergi sarapan sana dan bangunkan adikmu supaya gak telat atuh!"


Kedua anak itu berlari cepat masuk ke dalam rumah dan ke kamar untuk membangunkan kedua adiknya. Ternyata ketiga adiknya sudah bangun yang lagi berkumpul di sofa.


Alan : "Loh sudah bangun kalian bertiga?"


Nanda : "Cepat amat bangunnya?"


Anan : "Gak bisa tidur kita bang"


Aksa dan Aura mengangguk.


Alan dan Anan duduk di sofa menenangkan ketiga adiknya termasuk Aura duduk di pangkuan Alan.


Alan : "Kok gak bisa tidur dek?"(tanyanya lembut sambil mengelus rambut Aura)


Aksa : "Kami kangen papa bahkan Aura nangis teriak panggil papa"


Baik Alan dan Nanda menengok ke arah Aura dengan muka sendu. Terlihat matanya bengkak habis menangis.


Mendengar itu, Alan dan Nanda terdiam.


Alan : “Adik-adik ayo mandi dan sarapan, kita harus ke sekolah sekarang!”


Nanda : “Oh ya dek Aura, kamu sama mama perginya ya”


Aura : “Kalo gitu, Aura bobok dulu ya bang!”


Keempatnya abangnya hanya mengangguk. Lalu Aksa mengantarkan adik kecilnya ke dalam kamarnya dan menidurkan adiknya dengan suara indahnya. Ketika ingin tidur, Aura mendengarkan nyanyian Aksa dengan nyaman sampai akhirnya Aura tertidur dengan lelap. Aksa menyanyikan lagu sholawat Nabi supaya adiknya terhindar dari mimpi buruk. Setelah adiknya tertidur, Aksa berjalan keluar dari kamar Aura.


Keempat anak laki-laki itu sudah bersiap ke sekolah dengan mobil jemputan dari pamannya dan bibinya langsung membantu Fanny berjualan soto. Di mobil, terdiri dari Alan di samping pamannya di kursi depan, dan 3 adek laki-lakinya. Dan perjalanan ke sekolah pun dimulai.


Di kamar, seorang gadis kecil berusia 5 tahun lagi tertidur lelap tiba-tiba kedatangan makhluk gaib yang berdiri di tepi ranjangnya. Makhluk gaib itu menjulurkan tangan kanannya seraya membaca mantra.


“Aurora Angela Zefanya Khansa, anak dari Khansa Alamsyah dan Zefanya Sutisna, seorang anak bungsu dari 5 bersaudara. Semoga berkah bagimu dihidupmu dan banyak orang menyukaimu karena kecantikan dan kebaikan hatinya. Walaupun banyak yang ingin memfitnahmu dan hidupmu sulit, tapi kamu sangat pekerja keras dan berbakat. Ini dari kakekmu dari pihak ayahmu. Itu yang saya katakan”


Lalu makhluk gaib itu menghilang dan Aura terbangun dari tidurnya. Dia terduduk dan termenung dari ranjangnya.


Aura : “Apa itu tadi ya?”


Ketika itu datang sang ibu yang membuka pintu kamarnya sambil memanggilnya.


Fanny : “Aura, bangun lagi nak. Kamu masuk TK loh”


Fanny : “Oh kamu sudah bangun ya nak, ayo mandi!”(menjulurkan tangan kanannya ke Aura dan Aura menerimanya walaupun tanpa menatap sang ibu)


Fanny pun kebingungan.


Fanny : “Kamu kenapa sayang?”


Mendengar sang ibu memanggilnya, Aura menatapnya dengan muka takut dan itu membuat Fanny cemas.

__ADS_1


Fanny : “Kamu kenapa sayang?”


Aura : “Ada hantu tadi mah, Ara takut”(gemetar sambil memeluk ibunya)


Fanny : “Kalo begitu kamu mandi ya biar mamah temani ya nak”


Aura mengangguk lalu keduanya masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah mandi dan memakai seragam TK, Aura makan sendiri ditemani sang mama. Dengan wajah datar tanpa ekspresi, membuat Fanny ketakutan dan beristighfar dalam hati.


Dia menepuk punggung Aura agak pelan dan membuat Aura menoleh ke arah mamanya kaget.


Aura : Kenapa mah?”


Fanny : “Kamu jangan melamun nanti kerasukan setan. Bilang astagfirullah ya nak”


Aura : “Iya mah” lalu dia beristighfar sebanyak 3 kali dalam hati.


Selesai makan, jadi Aura pergi ke TK nya diantarkan mamanya dengan menggunakan motor. Gadis kecil naik di depan mamanya dan Fanny yang menyetir motornya.


Sampai di sebuah taman kanak-kanak yang bernama “TK Amanah Padang”


Gadis itu turun dan mamanya juga ikut menemani Aura karena ini pertama kalinya, anak bungsunya masuk TK. Aura dengan semangat sambil menggandeng tangan mamanya. Fanny yang melihat itu tersenyum dan membatin.


“Andaikan kamu ke sini pasti terasa ada memori untuk Aura. Karena Aura sekarang masuk TK”


Di dalam, keduanya di sapa oleh guru TK yang berwajah etnik Korsel yang tersenyum ramah namanya Lee Hani atau guru Hani. Beliau menyapa Fanny dan Aura dengan ramah.


Guru Hani : “Halo ibu selamat datang di TK Amanah Padang”


Fanny : “Halo juga ibu, ini perkenalkan nama saya Fanny dan ini anak saya Aurora Angela Zefanya Khansa panggilan Aura”


Guru Hani : “Wah namanya cantik ya seperti orangnya” (Sambil tersenyum dan mengelus rambut Aura lembut)


Aura yang melihat senyuman gurunya itu tersenyum manis dan membuat gurunya itu tersenyum gemas.


Guru Hani : “Aigoo cantiknya dan ayo silahkan duduk ya sama teman-temanmu ya sayang”


Aura mengangguk dan berjalan menuju ke temannya. Sebelumnya dia menatap mamanya dan mamanya tersenyum dan memberinya nasehat.


Aura mengangguk mengerti dan sang mama mencium kening dan dibalas oleh Aura mencium tangan sang mamanya.


Fanny yang melihat sang anak bungsunya sudah duduk di kursinya yang berada di kursi depan bersama murid cowok yang berwajah gembul dan tampan pergi keluar dari kelasnya diikuti oleh guru Hani. Mereka berbincang sebentar.


Hani : “Bagaimana kabarmu Fanny?”


Fanny : “Alhamdulillah baik Hani”


Hani : “Kamu gak sama suamimu?”


Fanny : “Suamiku lagi merantau ke Bandung. Oh ya gimana dengan kamu kudengar kamu punya anak 2 kan yang perempuan?”


Hani : “Iya lah sekarang dijaga oleh suamiku di sini loh dan juga kamu tahu anakmu itu duduk dengan anak laki-laki ku”


Fanny : “Oh ya? Kok gak beritahu? Tahu gitu aku bisa berkenalan” (sambil protes)


Hani : Iya ya aku lupa memberitahu mu loh Fan(sambil ketawa). Tenang saja nanti ku suruh Sung Hanbin berteman dengan anakmu nanti”


Fanny : “Iya soalnya anakku itu pendiam”


Hani : “Oh ya bagaimana anak kita di masa depan menikah?”


Fanny : (mata melotot kaget) ya Allah Hani, gak mungkin lah kan anak kita beda agama loh”


Hani : “Tapi dulu kan suamimu itu beda agama darimu tapi setelah menikahimu dia jadi beragama Islam mungkin suatu saat mereka juga sama”


Fanny : “Tapi aku maunya sama agamanya supaya bisa memperdalam agamanya tanpa harus dari awal lagi”


Hani : “Oh iya deh tapi kalo takdir mereka menikah gimana jika anakku beragama Islam?”


Fanny : “Iya gak masalah jika itu takdirnya”


Hani mengangguk mengerti.


Hani : “Aku bisa membayangkan jika mereka bertemu kembali lalu berteman dan sampai saling suka loh”(tersenyum antusias)

__ADS_1


Fanny : “Hmmmm boleh juga semoga saja aku panjang umur dan melihat kelima anakku menikah dan punya anak”


Hani : “Iya aku juga ingin melihat kedua anakku menikah dan punya anak”


Lalu keduanya bertos ria dan tersenyum senang.


Fanny : “Oh ya aku titipkan anakku ke sini dan aku pulang dulu soalnya jagakan warung”


Hani : “Iya Fan, nanti aku dan Hanbin ke sana juga ya”


Fanny mengacungkan jempolnya dan berjalan menuju ke rumah masing-masing. Sementara Hani pun masuk ke dalam kelasnya dan mengajar para muridnya. Di dalam, wanita itu menyambut anak-anak dengan penuh semangat.


Hani : “Halo anak-anak selamat pagi semuanya!”


Semua murid : “Selamat pagi juga ibu guru!” (teriak kompak)


Hani : “Hari ini kita perkenalan dulu ya, perkenalkan nama ibu adalah Lee Hani biasa dipanggil ibu Hani ya dan sekarang giliran kalian ya, boleh?”


Semua murid : “Boleh buk!”(dengan semangat)


Mendengar itu, guru Hani tersenyum hangat.


Hani : “Ayo siapa yang mau maju ke depan?”


Lalu seorang anak kecil perempuan cantik berkepang dua mengangkat tangan kanannya dan itu adalah Aura. Melihat itu, guru Hani tersenyum hangat dan menyuruh Aura untuk maju ke depan.


Guru Hani : “Oh ya kamu silahkan maju ke depan ya nak!”


Lalu anak itu berdiri dan berjalan menuju di depan papa tulis dan mulai memperkenalkan dirinya. Bukan hanya itu saja, murid yang lainnya bertepuk tangan terutama teman sebangkunya.


Aura : “Assalamu ’alaikum teman-teman!”


All : “Waalaikummussalam! (kecuali teman sebangku Aura)


Aura : “Perkenalkan namaku Aurora Angela Zefanya Khansa panggilan Aura ya teman-teman”


All : “Iya Aura”


Aura : Semoga kita bisa berteman baik ya”(sambil senyum ceria sampai membuat seisi kelas terpana tak terkecuali teman sebangkunya menatap sampai tak berkedip)


Aura : Hanya itu saja ya teman-teman Assalamu’alaikum”


All : “Waalaikummussalam” (sambil bertepuk tangan).


Segera Aura kembali ke tempat duduknya dan duduk di sana.


Dan berlanjut dengan anak cowok berpipi gembul tapi tampan memperkenalkan dirinya namanya Sung Hanbin.


Hanbin : “Halo semuanya perkenalkan namaku Sung Hanbin dan panggilan ku adalah Hanbin. Semoga kita berteman ya teman-teman (sambil melambaikan kedua tangannya dan tersenyum lebar)


All : “Iya”(tanpa bertepuk tangan kecuali Aura yang bertepuk tangan menyambut seman sebangkunya).


Guru Hani yang melihat Hanbin dicuekin hanya terdiam sedih tapi ketika Aura bertepuk tangan menyambut anaknya itu hatinya tersenyum hangat dan membatin “Terima kasih nak Aura”.


Tiba-tiba ada seorang anak perempuan di belakang kursinya menarik baju Aura dari belakang dan berbisik ke telinga Aura.


? :”Kenapa kamu tepuk tangan dengan si gendut itu?”


?: “Iya tuh padahal dia gendut dan jelek”


Aura : “Dia gak jelek kok dan anak baik”


Lalu membalikkan badannya dan fokus melihat Hanbin memperkenalkan dirinya.


Setelah Hanbin memperkenalkan dirinya, lalu berjalan ke tempat duduknya, ketika sibuk berjalan, tiba-tiba ada kaki seorang anak menendang kaki Hanbin dan membuatnya hampir terjatuh jika tidak ada Aura menahannya. Guru Hani yang melihat sang anak dikerjai itu panik lalu menghela napas lega ketika Aura menahan tangan Hanbin.


Hanbin yang ditahan itu pun menoleh ke arah orang yang menolongnya dan saling menatap.


Aura : “Hati-hati ya Hanbin kamu dikerjai sama anak cowok itu (menunjuk anak cowok yang berambut keriting pendek itu yang hanya melengos kesal ketika tidak berhasil)


Hanbin : “Terima kasih Aura” (sambil menundukkan kepalanya lalu berdiri normal)


Guru Hani yang melihat sang anak dikerjai hanya menunduk diam dan menepuk bahu kanan Aura untuk berterima kasih dan gadis kecil itu tersenyum sembari mengangguk.


Dan sekarang dilanjutkan dengan perkenalan murid lainnya.

__ADS_1


Next part 4


__ADS_2