
Selesai video call temannya masa kecil itu, pintu kamarnya dibuka oleh mamanya.
"Eh mah, kenapa ya mah?" Tanya Aurora langsung duduk di ranjangnya tapi dilarang oleh mamanya untuk tiduran saja. Dan Aurora pun menurut.
"Gini nak, kamu beneran kangen sama papa kamu?" Tanya Fanny balik.
"Iya kangen banget mah, kasihan bang Alan dia harus menikah tanpa kehadiran papa. Nanti kalo papa lupain kita gimana ya mah" Tanya Aurora khawatir.
"Mungkin papamu itu punya kerjaan yang mesti tidak boleh tinggalkan. Tenang saja papamu tidak akan melupakan kita kok pasti dia kangen sama kita. Kamu tahu kerja di Korea Selatan berat banget dan juga kebutuhannya serba mahal. Doakan saja papamu sehat selalu dan bisa kembali kepada kita" Jelas Fanny lembut sambil mengelus halus rambut putrinya.
"Oh ya mama rencananya mau mengajak kamu ke Korea Selatan ketika kamu kelas 3, kamu mau gak?" Tawar mamanya.
"Mau ma" Jawab Aura semangat.
"Kok kelas 3 mah?" Tanya Aura.
"Kan kamu sekolah dan karir jadi aktris kan?" Tanya Fanny sambil menatap lembut.
"Oh ya semoga saja bisa kesampaian ya ketemu papa" Ujar Aura dan Fanny mengangguk lembut.
"Oh ya mama dengar kamu lagi ngapain sebelum mama ke sini?" Tanya Fanny.
"Aku menelepon Hanbin, teman masa kecilku dulu" Jawab Aurora dengan tersenyum senang.
"Mama ingat Hanbin kan?" Tanya Aurora sambil menatap mamanya dengan antusias.
"Hmm Hanbin itu ya teman kamu waktu kecil?" Tanya Fanny sambil mengingat-ingat dan Aura mengangguk.
"Oh ya mama ingat nak, gimana kabarnya?" Tanya Fanny.
"Alhamdulillah baik kok dia berada di sekolah hampir saja di bully temannya ketika kami video call dan untungnya ada bapak kepala sekolah menghukum murid-murid nakal itu" Jelasnya dan Fanny mengangguk mengerti.
"Kamu penyelamat temanmu dari dulu sampai sekarang" Ucap Fanny sambil mengelus rambut anak bungsunya.
"Oh ya kamu sudah mama daftarkan sekolah ya dan hari seninnya kamu mulai ya" Ujar mamanya.
__ADS_1
"Oke ma aku gak sabar mau kembali sekolah besok" Balas Aura dengan tersenyum antusias.
"Memangnya SMA mana ma?" Tanya Aurora.
"Itu loh kamu SMA N 01 Pancasila, lanjutkan saja lagi untuk semester 2 ya" Jawab mamanya dan Aurora mengangguk.
"Jurusan IPS kan?" Tanya Fanny.
"Iya mah soalnya aku suka banget IPS walaupun banyak teori sedangkan IPA banyak rumus aku pusing loh" Jawabnya dengan agak cemberut.
"Iyalah kan kamu gak bisa matematika dek" Tambah Fanny sambil ketawa cekikikan. Melihat itu, Aurora cemberut.
"Iya deh padahal gak tahu kalo matematika itu buat otak pecah" Kata Aurora.
"Melihat kamu gak pandai matematika, jadi teringat papamu dulu di masa sekolah gak pandai matematika tapi pandai berteori" Kata Fanny sambil tersenyum membayangkan suaminya.
"Oh jadi aku mirip papa ya padahal banyak yang bilang aku mirip mama" Tambah Aurora bingung.
"Wajah boleh mirip mama tapi kelakuan mirip papa, pendiam, punya wajah cakep dan bertalenta" Jelas Fanny.
"Iya benar tapi kan bisa saja beda-beda" Balas Fanny.
"Oh ya mama ceritakan dong tentang pernikahan mama sama papa biar aku yang rekam supaya aku bisa ingat" Ujar Aurora dam Fanny mengangguk. Segera Aurora menghidupkan kameranya dan mulailah Fanny menceritakan dari pernikahannya dengan Khansa.
"Oke begini, mama dan papamu menikah pada usia 17 tahun, pada tahun 1987. Papa dan mamamu itu memendam perasaan saling suka. Dan diam-diam berbincang-bincang di belakang sekolah sekadar untuk saling berkenalan padahal dilarang untuk bertemu dan berbincang-bincang dengan lawan jenis" Jelasnya.
"Wah gak nyangka kalian menikah secepat itu karena insiden itu" Ucap Aura.
"Terus ketika kalian diciduk, gimana tuh?" Tanya Aura.
"Kami diciduk oleh kepala sekolah yang lagi jalan-jalan untuk memantau para muridnya. Ketika beliau melihat kami berbincang-bincang dengan canda tawa, beliau membawa kami ke kantor dan akan menikahkan kami di sekolah".
"Kami panik dan tentu saja kedua ortu kami waktu itu panik karena pernikahan kami yang masih muda. Ortu papamu itu tidak setuju bahkan tidak mau merestui pernikahan dini kita. Dan sekarang mereka mau karena merasa bersalah" Jelasnya. Dan Aurora mengangguk mengerti lalu memeluk mamanya dengan sayang begitupun Fanny sambil mencium kening anak bungsunya.
"Pasti itu sangat sulit bagi kalian ketika nenek sudah gak ada?" Tanya Aurora sambil meneteskan air mata, sedih.
__ADS_1
"Iya awalnya sulit nak, tapi karena kalian kita kuat dan kalian adalah pelindung dan sumber kebahagiaan kita" Balas Fanny sambil menghapus air mata Aurora.
"Tenang ma, aku janji akan membuat papa kembali pada kalian dan aku akan sukses supaya membuat pesta pernikahan kalian berdua yang mewah" Kata Aurora.
"Kamu sudah sukses dan menjadi anak baik itu sudah cukup kok, mama gak butuh acara pernikahan yang mewah asalkan ketika kamu menikah nanti, bisa melihat papa kamu jadi wali di pernikahan kamu" Balas Fanny dan Aurora mengangguk lalu mereka kembali berpelukan.
Tak sadar, mereka dilihat oleh ke empat pria dengan tersenyum terharu.
"Bang, gak nyangka ya adik kita jadi gadis remaja" Kata Aksa.
"Iya mana cantik lagi mirip mama versi muda atau campuran papa gitu, kalo kita mah mirip siapanya" Kata Anan.
"Ada kok lo bang, mirip papa sih kelihatannya dan sifat mirip mama, itu sih kata oma" Balas Aksa.
"Kita bertiga gue, Anan dan Nanda mirip papa sedangkan lo mirip mama, sa" Tambah Alan sambil serius menatap interaksi ibu dan anak perempuannya.
"Waduh berarti sama dong gue seperti Aura?" Tanya Aksa bingung dan ketiga abangnya mengangguk mantap.
"Ya sudah lah gue mau ke kamar dulu tidur bareng istri gue, bye!" Sapa Alan sambil melambaikan tangan seraya dengan muka meledek.
"Eh dasar pengantin baru!" Seru Aksa kesal. Yang disorakin hanya berjalan santai.
Mendengar kekesalan Aksa sontak keduanya menoleh dan Fanny mengajak ketiga anak laki-lakinya ikut bersama keduanya. Lalu ketiganya menurut dan berjalan ke kamar adiknya.
"Kalian kenapa bisa kesini?" Tanya Fanny menatap ketiga putranya dengan lembut.
"Kami tak sengaja ke sini kok mah dan melihat adegan romantis dari kalian berdua" Jawab Aksa.
"Aduh iya deh abang-abang Aura tersayang yang pengin dipeluk, ayo sini kita peluk bareng-bareng!" Ujar Aura dan mereka berpelukan seperti teletubbies.
Setelah itu mereka foto bareng pakai HP Aura dan Aura mengupload ke instagram. Dengan caption :
"I take this photo with my family dan satunya lagi lagi malam pertama bareng istrinya. Siap menyambut keponakan, hehehe"
Dan terkirim begitupun dengan video tentang pernikahan papa dan mama Aura. Setelah kebersamaan dan mereka kembali ke kamarnya masing-masing, Aura mengirim video dari kamera ke HP melalui bluetooth. Lalu dia menguploadnya ke youtube dengan judul "Cerita dari mama"
__ADS_1
Next part 19