
Beby memberikan makanan untuk Dion, yang sudah Beby bawa dari rumah, Fika yang melihat betapa pedulinya Beby ke Dion, membuat Fika tidak tega membuat Beby kesel dan sedih, jika tahu Dion masih saja modusin dirinya.
" Kalian kuliah dimana? setelah lulus nanti?" Tanya Beby menuangkan air minum untuk Dion
" kalo Fika sih sudah pasti kuliah di Bandung, karena disana ada perusahaan papi, yang otomatis langsung Fika jalanin sambil kuliah, kalo saya sih di kota Solo sama seperti Fika yang sudah diberikan perusahaan sendiri, dan Intan sih di Jakarta sama karena punya perusahaan dan akan langsung menjadi wakil CEO, dilatih dari awal masuk kuliah supaya terbiasa kerja sambil kuliah kata papi" Ucap Dion yang malas panggil Fika dengan sebutan ka
" Kerennya langsung kerja, kalo saya sih dibiarin kuliah sampai selesai dan kerja setelah lulus kuliah" Lanjut Beby membayangkan Dion pakai jas, dan baju formal saat kerja, pasti terlihat tampan
" Apa di Bandung, apa itu artinya saya akan jauh dari ayah dan bunda? apa boleh yah ayah dan bunda yang temani selama di Bandung?" Batin Fika berharap selama tinggal di Bandung ditemani Gea dan Yono
" Apa ka Fika tahu? saya sih memang tahu jika om Tomi punya tiga perusahaan, tidak menyangka jika salah satunya punya ka Fika?" Tanya Sarah yang pernah denger Bowo membahas perusahaan milik Tomi dan sering kunjungan kerja juga ke Bandung
" Tahunya dikasih perusahaan saja, tapi dimananya sih belum tahu sama sekali, baru tahu ini sih dari Dion" Ucap Fika terus terang
" Bener sih, papi belum bahas sama sekali sih, cuman dikasih tapi dimananya tidak tahu juga" Ucap Intan yang belum tahu dimana kerjaan yang dikasih oleh Tomi
__ADS_1
" Berharap kita semua calon orang sukses dimasa depan, dengan pemberian orang tua kita yah, kita tunjukin kalo kita mampun sukses juga" Lanjut Dion berharap kalo Dion bisa seperti Tomi yang sukses diusia muda
" Amin Dion" Lanjut Fika dan Beby bersamaan
" Amin bang, yah sudah pulang yuk sudah sore juga dan jalan pasti macet pasti" Lanjut Intan yang merapihkan barang bawaannya sebelumnya pulang ke rumah
Dion, Fika, Beby, Sarah, dan Intan. langsung jalan ke mobilnya Dion untuk anterin pulang Beby dan Sarah baru pulang ke rumahnya
Dilain sisi, Tomi ajak Anggun untuk olahraga karena Fika, Dion, dan Intan. masih jalan jalan membuat Tomi langsung ajak Anggun.
" Yah dong sayang,, soalnya kan kalo ada anak anak mana ada waktu kita seperti ini sayang" Uucap Tomi menggerakan pinggangnya
" Sayang, besok Fika sudah giliran tinggal dirumah Gea yah, waktu berjalan dengan cepat sekali yah saayang, kita harus sabar nunggu minggu depan lagi, padahal aku lagi seneng senengnya deket dengan anak itu" Lanjut Anggun, yang tidak rela jika Fika harus ke rumahnya Gea
" Apa mami mau Fika seutuhnya tinggal disini juga? papi juga sama sayang, ingin sekali waktu kita sepenuhnya bersama Fika, biarin saja Gea dan Yono yang main disini tapi tidak ajak dan paksa Fika untuk nginep disana lagi saayang, aku kan tujuh belas tahun tidak ketemu dengan Fika, egois kah aku untuk minta anak aku tinggal seutuhnya bersama kita dan lagian saat kuliah Fika akan tinggal di Bandung juga untuk menjalankan perusahaan aku kan" Lanjut Tomi berharap jika Anggun setuju dengan keinginananya, Tomi merasa waktunya kurang banyak bersama Fika
__ADS_1
" Boleh saja sayang, aku setuju sayang, biarin Gea dan Yono merasakan jauhnya dari anak, dan Fika akan tinggal sama siapa selama di Bandung? jangan biarkan kesendirian Fika membuat Gea ambil kesempataan untuk temani Fika" Lanjut Anggun tidak rela, jika Gea dan Yono punya kesemmpatan lebih besar bersama Fika
" Mami tenang saja, aku akan cari temen untuk Fika, selama Sarah masih SMU, saat lulus SMU papi akan menawarkan Sarah untuk jadi asistennya Fika supaya anak itu ada yang temani selama tinggal di Bandung" Lanjut Tomi akan berusaha untuk Fika tidak ditemani oleh Gea dan Yono
" Aku setuju saja sayang, apapun rencana papi aku selalu ikutn sayang" Lanjut Anggun merasa lega, karena olahraganya sudah selasai
Tomi bantu Anggun untuk berdiri, Tomi bahagia sekali karena Anggun sepenuhnya mendukung keputusannya dan tidak menolak sama sekali, Tomi ajak Anggun untuk membersihkan diri.
Dilain sisi, Fika berusaha terus terang didepan Dion dan Intan, jika Dion masih saja merayunya karena Fika tidak mau diam karena nanti akan dikira seneng digodaain oleh Dion
" Buaya memang seperti itu ka, diomongin baik baik dan diomongin kasar tidak akan mau denger ka, harusnya pas kaka dipegang tangannya pas ada ka Beby protes saja langsung, supaya abang dijahui ka Beby dan ka Fika sekaligus, biar patah hati parah ka, kalo diam saja abang akan seneng ka Fika, ingat yah ka Fika, jika abang modus didepan ka Beby diam diam harus berani marah, jangan tdak enak ka, biarin saja ka Beby putus dari abang karena kasihan perasaan ka Beby dipermainkan terus oleh abang" Ucap Intan bener bener kesel dengan Dion, karena tidak kapok sama sekali, cara untuk Dion kapok yah harus kehilangan semuanya.
" Baik Intan, kamu bener Intan, walaupun terkesan jahat tapi itu jalan terbaik supaya Dion kapok supaya tidak mempermainkan perasaan orang terus, enak sekali Beby dijadikan temen tapi mesra, dan ke ka Fika selalu berusaha modus dan berusaha membuat ka Fika luluh dan ka Fika tidak mau jadi selingkuhan dan orang kedua selama pacaran" Tegas Fika menatap sinis ke arah Dion, yang tidak bisa bicara apapun, karena apapun yang disampaikan Dion akan salah terus
Dion cuman diam mendengarkan obrolan Fika dan Intan sambil bawa mobil, walaupun perasaan kesal karena Fika semakin ikut ikutan dengan Intan dan semakin tidak mau dimodusin lagi, karena Fika semakin deket dengan Intan.
__ADS_1